
Alex menaruh belanjaannya di sofa ruang tamu dan beranjak menuju dapur untuk mengambil minum. Namun, alangkah terkejutnya Alex ketika melihat paha Nayla yang terekspos ketika mencoba mengambil mangkok di lemari penyimpanan. Lemari yang agak tinggi itu membuat Nayla harus berjinjit untuk mengambil mangkok dan hal ini membuat kemeja kebesaran yang dipakai Nayla terangkat ke atas dan memperlihatkan bagian bawah tubuh Nayla yang putih. Melihat hal itu Alex menelan salivanya dan panas menjalar disekitar tubuhnya. Tanpa berpikir Alex langsung mendekati Nayla sehingga jarak mereka sangat dekat, tubuh mereka menempel dengan posisi Nayla membelakangi Alex. Lalu dengan pelan Alex menjulurkan tangannya ke lemari penyimpanan untuk membawa mangkok tersebut. Nayla membalikkan badan dan mereka pun dalam posisi berhadapan dimana masing" dapat merasakan nafas yang keluar dari orang yang berada dihadapannya. Seketika Alex terpanah melihat wajah Nayla dari dekat.
"Kak kau sudah pulang?" ujar Nayla membuat Alex tersadar kembali.
"Hmm... Cepat ganti pakaianmu, kakak sudah belikan beberapa baju", ucap Alex dengan wajah yang kikuk.
"Iya, nanti aku ganti tanggung nih lagi masak, kak kamu belum makan kan? makan bareng ya?", ajak Nayla.
"kakak ngga mau makan makanan buatan orang amnesia, nanti yg ada kakak sakit perut gara" dia ngga bisa membedakan mana garam, gula dan penyedap rasa", ujar Alex.
Nayla mengerucutkan mulutnya mendengar perkataan kakaknya, terlintas sebuah ide dipikirannya. Nayla mengambil sesendok nasi goreng yang ada dalam wajan dan menyuapinya kepada kakaknya. Alex tersentak melihat itu, awalnya ia tak mau tapi karena Nayla mengancamnya Alex akhirnya membuka mulutnya. Ternyata nasi goreng buatan Nayla sangat enak, namun karena gengsi Alex hanya memberikan respon bahwa nasi gorengnya biasa saja. Mendengar komentar kakaknya, Nayla bergumam bahwa selera kakaknya aneh.
Nasi goreng buatan Nayla sudah siap di meja makan, ia kemudian memanggil Raga untuk makan bersama sedangkan dirinya pergi ke kamar untuk mengganti baju.
Di dapur
Nayla dan Raga makan bersama tanpa Alex. Mereka makan sambil mengobrol dan tertawa. Melihat pemandangan itu Alex merasa bahagia karena rumahnya kini terasa hidup dan hangat seperti dulu saat alm. istrinya masih hidup. Alex baru pertama kali melihat Raga bercerita panjang lebar dan tertawa seperti itu selain pada ibunya. Setelah ibunya meninggal, Raga tidak banyak bicara dan jarang tertawa.
Alex dan Raga tinggal berdua di rumah tanpa pembantu. Alex tidak terbiasa hidup dengan orang asing, sehingga sesekali ia memilih memanggil layanan pembantu untuk membersihkan rumahnya. Melihat mereka makan, tanpa sadar perut Alex berbunyi. Nayla mendengar hal itu dan melihat kakaknya ada didpan pintu melihat mereka makan.
"Kakak lapar?" tanya Nayla.
"Ngga, siapa yang lapar?" sanggah Alex.
"Trus tadi bunyi perut siapa?" tanya Nayla.
"Itu bukan suara perut tapi suara kentut". ketus Alex.
Nayla dan Raga refleks menutup hidungnya.
"Lagian siapa yang mau nasi goreng amnesia". jawab Alex.
"Oh nasi goreng enak ini namanya nasi goreng amnesia!! ", ujar Raga dengan polosnya.
Nayla dan Alex tertawa terbahak-bahak melihat kepolosan Raga.
"Iya nasi goreng amnesia ini membuat orang yang memakannya lupa diri, jadi mau lagi... mau lagi..." ujar Nayla sambil tertawa.
"Sudah jangan banyak bicara, cepat selesaikan makannya ini sudah malam waktunya Raga tidur." Ujar Alex.
"Siap boss, tapi Raga mau tidur sama bibi." pinta Raga.
"Iyaa... sayangku". ujar Nayla.
Alex meninggalkan ruang makan dan menuju ke dapur, ternyata masih ada nasi goreng tersisa di wajan. Alex menyisihkannya ke dalam piring dan memakannya di dapur.
Selesai makan, Nayla pergi ke dapur dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat nasi goreng di wajannya habis. Nayla merasa ada yang aneh, namun ia tak memikirkannya dan langsung membereskan dapur serta mencuci piring. Setelah beres Nayla pergi ke kamar Raga dan bertemu Alex.
"Kak rumah ini angker ya?" tanya Nayla dengan polosnya.
"ehhhmmm... apa maksudmu Nay?" Alex bertanya balik pada Nayla.
"Itu loh kak nasi goreng di wajan ilang, padahal Nayla sisain." ujar Nayla.
"Dasar selain amnesia kamu juga pelupa, masih muda udh pelupa... ampun dah, pergi tidur sana". ujar Alex
Nayla pergi ke kamar Raga sambil terheran-heran.
Pukul 06.00 WIB Alex sudah rapih dengan memakai jasnya, kemudian dia beranjak menuju dapur untuk memasak sarapan. Namun, dari arah dapur terdengar suara seseorang yang sedang masak dan Alex juga mencium harum masakan. Ketika dilihat ternyata dia adalah Nayla yang sudah selesai memasak.
"Wah kakak ganteng sekali!" puji Nayla.
"ehemm... dilarang naksir", ujar Alex
"Dasar mr. pede".
Keduanya langsung menyajikan sarapan si meja makan. Beberapa menit kemudian Raga turun dan memuji ayah dan bibi nya yang kompak. Mereka lalu makan bersama.
Di kantor
Alex diruangannya membaca proposal pengembangan hotel di Bali, Tak lama kemudian datang temannya yaitu Sandi.
"Hai bro, lama tak jumpa". Sapa Sandi berjalan masuk ke ruangan Alex.
"ccckkk... loe ngagetin gue aja, ketuk ke kalau masuk", protes Alex.
"hahahaha... sengaja bro, biar gue tau loe lg ngapain, abisnya loe akhir" ini jarang main ke klub gue". Ujar Sandi
"Ngga ada waktu", ujar Alex dengan malas.
"btw loe dapet undangan ulang tahun dari sofia".
"hemm..." menjawab dengan cuek
"trus loe mau datang ngga?" tanya Sandi
"Males ah, loe aja sana". ujar Alex
"Bro, ini kesempatan emas buat loe, bapaknya sofia itu pemilik tanah di Bali. Mungkin loe bisa ngeloby anaknya biar bapaknya setuju ngejual tanah itu ke loe", ujar Sandi.
"Memang ayahnya siapa?"
"Lah masa ngga tau dia Pak Handoko, orang yang menolak menjual tanahnya ke loe".
"beneran?" tanya Alex.
"iya ngapain gue bohong".
"baiklah sepertinya gue harus ikut".
"okay gue tunggu, bye... hahahaha".
Di luar ruangan, Sandi lalu menelpon Sofia dan mengabarkan bahwa dia telah berhasil membuat Alex setuju datang ke pestanya. Sofia pun berterima kasih kepada Sandi karena selama ini ia selalu membantu Sofia untuk mendekati Alex walaupun hasilnya nihil.
Keesokan malamnya di pesta ulang tahun Sofia...
Pesta ulang tahun Sofia sangat mewah sekali, wajar saja karena Sofia adalah anak konglomerat dan dia juga merupakan anak satu-satunya sehingga tak heran kalau Sofia sangat dimanja oleh ayahnya. Kerabat dan teman Sofia mulai berdatangan, begitupun dengan Sandi. Namun, ada satu orang yang sangat ditunggu kehadirannya oleh Sofia, yaitu Alex. Tapi sepertinya Alex belum datang. 10 menit sebelum acara dimulai Alex belum datang juga, Sofia mulai tidak sabar dan merasa kecewa. Perlahan Sofia berjalan ke atas panggung untuk memulai acara, saat itu juga perhatian tamu beralih pada pasangan yang baru saja datang, ya dia adalah Alex dan seorang wanita yang cantik.
Siapakah wanita cantik itu??
tunggu di Bab 6 😊😉😉😉
Bersambung....