Will You Marry Me??

Will You Marry Me??
Bab 19 Ingatanku Kembali



Ngiung... ngiung... ngiung... suara ambulance melaju dengan kencang membelah keramaian jalan. Sampai di rumah sakit, terlihat dua orang terluka dibawa menuju ruang ICU. Dokter dan perawat segera menangani dua orang ini, sedangkan pihak adm mencoba mencari informasi terkait dua orang ini namun tak ada dompet atau handphone yang dapat mengungkapkan identitas mereka.


Siapakah dua orang yang selamat ini? apakah Alex, Nayla atau gadis itu. Entahlah... kini dua orang itu sudah dipindahkan ke kamar perawatan karena keadaannya sudah membaik.


satu orang sudah siuman, terlihat ia kini ada di sebuah kamar perawatan 106 dengan tangan yang terhubung ke selang infus dan kepalanya diperban.


Dimana aku? kata itulah yang pertama muncul dibenaknya.


ini sudah malam, bukankah seharusnya aku bekerja? OMG Nayla apa yang kau lakukan di rumah sakit? aduh kepalaku sakit sekali...


Seingatku aku selesai wisuda dan berangkat kerja, tapi ada beberapa preman yang mengejarku... Pasti preman itu yang menyebabkan aku begini, siaall... auu sakit...


Ternyata satu orang yang selamat adalah Nayla dan ingatannya yang hilang sudah kembali, namun naasnya ia lupa kenangan2 saat ia hilang ingatan. Dokter langsung masuk dan memeriksa keadaan Nayla. Sementara satu orang lainnya belum sadar dan masih terbaring di kasurnya.


Keesokan harinya Nayla sudah membaik dan ia ingin segera pulang, namun ia tak bisa pulang sebelum membayar tagihan rumah sakit. Ia pun meminta tolong kepada pihak rumah sakit untuk meminjamkannya telepon dan mencoba menelpon seseorang.


"Untung aku punya ingatan yang baik" ujar Nayla sambil menekan nomor telepon temannya Salsa.


"Hallo, siapa ini?" tanya seseorang di seberang sana.


"Sa? ini aku Nayla" Ujar Nayla


"Nayla?? loe kemana aja? ngilang setahun dan kini tiba2 nelpon gue" tanya Salsa bertubi2.


"Apa maksud loe, gini aja nanti kita ceritain ini di rumah loe... sekarang gue mau minta tolong sama loe, bisa ngga loe ke RS. Permitraan??" ujar Nayla


Salsa pun datang dan langsung memeluk Nayla.


"Kemana aja loe?" tanya Salsa sambil mengeluarkan air matanya.


"Nanti kita cerita di rumah loe. Sekarang bisa ngga loe pinjemin gue uang buat bayar biaya rumah sakit" pinta Nayla sambil memegang tangan Salsa.


"Tenang aja gue bayarin, ayoo" ajak Salsa.


Mereka pun membayar tagihan rumah sakit dan segera pulang ke rumah Salsa.


Di kamar perawatan lainnya, terlihat seorang pria menggerak2kan jarinya. Dia adalah Alex, matanya perlahan membuka dan mencoba melihat sekitarnya.


Auuu kepalaku sakit, aku ada dimana? ujar Alex. Tiba2 ia ingat kemarin mobilnya ditabrak oleh sebuah truck. Orang pertama yang ia cari adalah Nayla.


"Nayla? dimana istriku?" teriak Alex dengan mencabut infusan dan langsung menuju ke meja informasi.


"Aku adalah korban kecelakaan mobil, kemarin di mobilku ada dua bukan tiga... tiga orang. Dimanakah mereka?" tanya Alex


"Kemarin ada dua orang yang selamat dari kecelakaan, sedangkan satu orang lainnya meninggal tak terselamatkan karena mobil langsung meledak" jawab karyawan rumah sakit.


"Bisakah anda memberitahuku siapa satu orang lainnya yang selamat?" tanya Alex sambil berurai air mata.


Karyawan itu pun memberikan informasi mengenai Nayla, Alex menangis dan bersyukur bahwa Nayla masih hidup. Ia kemudian menanyakan kamar perawatan Nayla, namun ternyata Nayla sudah pergi meninggalkan rumah sakit 3 jam yang lalu. Alex langsung menelpon keluarganya dan masuk ke kamar perawatan Nayla yang kini sudah kosong.


"Dok? gadis kemarin yang kecelakaan mobil denganku baik2 saja?" tanya Alex


"Ia baik2 saja, bahkan hari ini sudah pulang sambil tertawa bersama temannya" ujar dokter.


Mendengar itu membuat hati Alex sakit, karena Nayla begitu saja meninggalkannya.


Nayla dimana kamu? Batin Alex


Beberapa menit kemudian, ayah, ibu beserta Rangga masuk ke ruang perawatan Alex dengan wajah yang cemas.


"Nak kamu kenapa? mana Nayla?" tanya ayahnya sementara ibu dan Rangga terus saja menangis. Alex langsung memeluk ibu dan Rangga.


"Kemarin mobil Alex ditabrak pah" jawab Alex dengan suara bergetar.


"Ibu? dimana ibu sekarang?" tanya Rangga


"Nayla selamat" ujar Alex tapi ia masih belum menyelesaikan kalimatnya, " tapi aku tidak tahu dia kemana, dia meninggalkan rumah sakit begitu saja. Aku yakin ada yang tidak beres disini" ujar Alex


"Nayla kamu dimana sayang?" ujar Ibu dengan air mata yang masih membasahi pipinya.


Di tempat lain, terlihat Nayla dan Salsa sudah membersihkan diri dan sekarang mereka duduk berdua di kasur sambil bercerita satu sama lain.


"Nay kamu sebenarnya kemana aja setahun ini? loe tau ngga kita semua nyari loe... loe ngilang gt aja tanpa ada kabar" cerita Salsa.


"Gue juga ngga inget Sa, gue cmn inget terakhir kita wisuda trus gue berangkat kerja tapi di jalan ada beberapa preman yang mengejar gue. Udh gue cmn inget segitu" cerita Nayla


"Loe tau ini udh tahun 2020? sedangkan kita wisuda tahun 2018... kemana aja loe tahun 2019?" tanya Salsa


"Gue ngga inget, semakin gue paksain kepala gue malah sakit" ucap Nayla sambil memegang kepalanya yang diperban.


"Sudahlah jangan dipaksakan, nanti juga loe inget... Tapi berdasarkan ingatan terakhir loe, jangan2 loe disekap atau diculik sama preman itu" ujar Salsa


"trus loe mendapatkan perlakuan yang buruk selama setahun ini dan mencoba untuk melarikan diri sampai akhirnya terjadi kecelakaan mobil gara2 loe nekat mau kabur... trus tanpa sadar alam bawah sadar loe ngga ingin inget kejadian itu dan ngehapusnya" ungkap Salsa serius.


"Loe cocok jadi sutradara drama, kebayakan nonton drama sih loe" ujar Nayla sambil tertawa terbahak2.


"Gue serius Nay, jangan2 preman itu sekarang sedang nyari loe di rumah sakit. Untung loe udh keluar... Oh iya mendingan ubah aja nama loe trus berpura2lah seolah satu tahun terakhir ini loe bekerja keluar negeri, Buat jaga2 barangkali preman itu masih ngejar loe" usul Salsa


mendengar ucapan temannya membuat Nayla berpikir.


Alex dan keluarganya kini sudah pulang ke rumah, di kamar Alex terus melamun membuat keluarganya khawatir...


Sedangkan di kamar yang berbeda, Nayla juga terlihat sedang melamun. Entah apa yang terjadi, namun kini perasaannya seolah hampa... Ia kini sering melamun dan bertanya pada dirinya sendiri


Apa yang aku lakukan selama satu tahun ini?? Batin Nayla


Bersambung...