
Hari ini adalah hari pertama Nayla bekerja di perusahaan Davidson. Saking bersemangatnya, ia sengaja berangkat pagi sekali. Ia berencana untuk melihat2 dahulu kantor yang akan menjadi tempatnya
bekerja. Nayla melihat2 semua ruangan yang ada di perusahaan dan ketika waktu menunjukkan pukul 07.00 ia segera masuk ke ruangan divisi keuangan untuk melapor.
"Perhatian semuanya! mohon waktunya sebentar. Hari ini kita kedatangan karyawan baru di divisi keuangan, silahkan perkenalkan diri anda" ucap Kepala divisi keuangan.
"Terima kasih Bu kepala... Perkenalkan nama saya Nayla, umur 24 tahun... mohon kerjasama dan bantuannya, terima kasih" ucap Nayla sambil membungkukkan badannya.
"Sesuai peraturan, karyawan baru harus melalui training selama 6 bulan dan selama training dilakukan karyawan baru harus didampingi oleh mentor. Siapa disini yang bersedia menjadi mentor Nayla?" tanya Kepala divisi keuangan
"Saya siap bu" terlihat seorang pria mengacungkan tangannya.
"Oke Nico kau ajari Nayla beberapa tugas dari divisi keuangan jangan sungkan untuk bertanya" ujar Kepala divisi.
"Baik bu, terima kasih" ujar Nayla sambil tersenyum.
---------
Nayla duduk di tempatnya, kemudian beberapa karyawan menghampiri Nayla dan berkenalan dengannya. Beberapa menit kemudian Nico datang menghampiri Nayla.
"Nico" sambil mengulurkan tangannya.
"Nayla, terima kasih sudah mau menjadi mentorku" ucap Nayla sambil menerima jabatan tangan Nico.
"it's okay, kalau ada apa2 kau bisa minta tolong padaku. heheh" ujar Nico
Nico pun menjelaskan beberapa tugas Nayla.
"Kau belajar dengan cepat! tak salah kau lulus ke divisi ini" memberikan pujian pada Nayla.
"Anda berlebihan, saya mempunyai mentor yang dapat menjelaskan dengan baik jadi saya mudah paham. Terima kasih" ujar Nayla
"Kalau begitu kau bisa langsung mengerjakan tugasmu, kalau sudah selesai berikan padaku!" titah Nico
"Siaap" jawab Nayla dengan antusias
"Semangaaaat !" sambil tersenyum dan mengepalkan tangannya.
Jam istirahatpun tiba, semua karyawan divisi keuangan pergi untuk makan. Namun, Nayla memilih untuk mengerjakan tugasnya yang belum selesai.
Kring... kring... kring...
terdengar suara telepon divisi keuangan...
Bagaimana ini? mereka sedang pergi makan siang. Haruskah aku yang mengangkat teleponnya? Sepertinya aku harus mengangkatnya barangkali itu penting. Batin Nayla
"Kepala divisi keuangan dipanggil CEO ke ruangannya, sekarang!" ujar seorang wanita di seberang sana.
"Baik" jawab Nayla sambil menutup telpon.
Aku harus menelpon Bu kepala.
"Halo, Bu? anda disuruh menghadap CEO sekarang" ujar Nayla
"Bagaimana ini, saya sedang berada di luar. Mungkin butuh waktu sekitar 20 menit untuk kembali ke perusahaan. Di ruangan ada siapa?" tanya Bu kepala
"Ngga ada siapa2 bu, mereka sedang makan siang" ujar Nayla
"Kau gantikan aku ke sana" titah Bu kepala
"Baik bu kepala" jawab Nayla
tut...tut...tut... telpon ditutup
Bagaimana ini? baru bekerja hari pertama udah disuruh menghadap CEO. Batin Nayla gusar
-----------
"Masuk" ucap pria di dalam ruangan
Terlihat Alex sedang sibuk mencoret2 LPJ divisi keuangan. Ia tidak mengalihkan pandangannya sama sekali pada wanita di depannya itu.
"Saya perwakilan dari divisi keuangan" ucap Nayla.
"Saya menyuruh Kepala divisi keuangan, bukan kamu. Dimana Kepala divisi keuangan?" marah Alex dengan mata yang masih sibuk menatap LPJ.
"Bu Kepala sedang di luar, membutuhkan waktu 20 menit untuk ke perusahaan" jelas Nayla.
"Oke kamu yang akan saya marahi kalau begitu" ucap Alex sambil melemparkan LPJ yang telah selesai ia corat-coret lalu mengalihkan pandangannya pada wanita di depannya.
Seketika ia shock melihat wanita di depannya.
"Na... Nayla..." ujar Alex terbata2.
Alex langsung berlari menghampiri Nayla.
"Kau kemana saja sayang? aku menunggumu selama ini" jelas Alex sambil memegang bahu kemudian memeluknya erat.
Bukankah dia pria mesum di rooftop? Batin Nayla
"Lepaskan aku... jangan pikir kau CEO jadi bisa melecehkan karyawan baru seperti aku, dasar pria mesum" sambil mencoba melepaskan pelukan Alex
"Aku Alex, suami mu" jelas Alex dengan memandang mata Nayla dan memegang bahunya.
"Kau gila? aku belum menikaaaah!" teriak Nayla sambil menepis tangan Alex dan menjauh darinya.
"Aku bukan cewek gampangan yang bisa kau tipu, berhentilah berakting. Aku akan melupakan kejadian ini. Saya pamit" seru Nayla sambil membawa berkas LPJ dan membungkuk lalu pergi meninggalkan Alex.
Aku tidak mungkin salah, dia Nayla. Tapi kenapa dia tidak mengenaliku... Batin Alex
Alex lalu mencari dokumen informasi yang sebelumnya diberikan Sekertarisnya mengenai karyawan baru di divisi keuangan. Dia segera melihat informasi Nayla, dan tak salah dia memang istrinya.
Di ruangan divisi keuangan terlihat Nayla sedang gusar mengingat kejadian tadi.
Gawat aku membentaknya tadi, jangan2 sebentar lagi aku akan dipecat... OMG Nayla baru aja loe dapat kerjaan. Batin Nayla
Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam, waktunya mereka pulang. Terlihat Nayla sedang berada di pinggir jalan menunggu taxsi. Kebetulan Radit lewat, ia pun menghentikan mobilnya dan mengajak Nayla pulang bersama, Nayla pun naik ke dalam mobil. Tak jauh dari sana, terlihat seorang pria dalam mobil yang marah melihat kedekatan mereka berdua. Pria itu adalah Alex, ia kemudian membuntuti Nayla dan pria tadi sampai ke rumahnya. Alex kaget karena ternyata Nayla tinggal di rumah yang sama dengan pria itu. Pikiran negatif pun muncul dibenak Alex.
Apakah gara2 laki2 itu Nayla meninggalkanku? aku ngga boleh menyimpulkan ini dengan cepat. Batin Alex
Alex lalu menelpon seseorang dan menyuruhnya mencari informasi tentang Nayla selama 1 tahun terakhir.
----------
Keesokan harinya
Alex selalu berusaha mencari kesempatan untuk melihat Nayla, terakhir ia masuk ke ruangan divisi keuangan dengan dalih ingin melihat kinerja mereka. Padahal itu alasannya untuk bisa melihat Nayla.
Alex kembali ke ruangannya dengan senyam-senyum sendiri. Kemudian terdengar ketukan pintu di ruangannya.
"Masuk" ujar Alex
Terlihat sekertarisnya membawa sebuah amplop coklat dan langsung memberikannya kepada Alex. Ia lalu membuka amplop tersebut dan mulai membaca kertas didalamnya.
Setelah membaca kertas itu, Alex seperti menahan amarah lalu kertas ditangannya itu remas sampai tak berwujud.
Apa isi kertas itu??
Bersambung...
--------------