
Alex tengah duduk terdiam di ruangannya, ingatannya kembali pada saat ia melihat Nayla berpelukan dengan seorang pria
"Dia dengan mudah bersentuhan fisik dengan orang lain, tapi denganku dia malah membuat jarak" gerutu Alex
Lamunannya buyar ketika mendengar ketukan seseorang, dan masuklah sekertarisnya
"Pak hari ini anda harus mendatangi pesta" ucap sekertarisnya mengingatkan
Aku lupa masalah pesta, siapa yang harus aku bawa? Batin Alex
"Pak!" panggil Sekertarisnya yang berhasil membuat Alex sadar kembali
"Oh... iya... aku lupa tidak mengajak seseorang, kau datanglah bersamaku" ucap Alex kemudian
Sarah tidak percaya mendengar ajakan bosnya itu, sudah lama ia menantikan kesempatan ini. Mencoba mendekati Alex, namun pria itu sulit untuk didapatkan
"Baik bos, saya akan pergi" ucap Sarah dengan tersenyum namun pria dihadapannya tak melihatnya, ia sibuk mengetik sesuatu di handphonenya
Pulanglah sendiri, aku ada acara
Terlihat pesan dikirim pada Nayla. Hari ini Alex berniat langsung ke pesta, sebenarnya bukan itu alasannya hanya saja hari ini ia malas bertemu dengan gadis itu. Melihatnya hanya akan mengingatkannya pada kejadian tadi siang dan itu akan membuatnya marah.
"Saya pamit pak" ucap Sarah menyadarkan bosnya bahwa diruangan itu masih ada dirinya yang diabaikan daritadi
"Oh iya... jam 8 aku jemput" ucap Alex kemudian.
Hpnya berbunyi, terlihat Nayla membalas pesan
Baiklah
Kau bahkan tidak bertanya lebih
Kenapa kau dingin padaku?
Apa kau sudah menemukan penggantiku?
Pikiran itulah yang kini membayangi pikiran Alex
----------------------
Di ruangan berbeda terlihat Nayla sudah tenang, kini Nico sedang berusaha menemukan orang yang mengirimkan foto itu ke perusahaan. Ini agak sulit karena orang itu menggunakan akun fake, sehingga butuh waktu untuk menemukannya
"Sepertinya kita harus melanjutkannya besok" ucap Nico yang mulai kelelahan karena jam istirahat sudah habis dan pekerjaan sudah menunggunya
"Terima kasih" ucap Nayla dengan sedikit terharu
"Sudahlah, kau ini mellow sekali... simpan ucapan terima kasihmu karena aku belum menemukan pelakunya" ucap Nico tak ingin gadis disampingnya menangis lagi
"Aku berterima kasih karena kau satu2nya orang yang masih mau berteman denganku, kau juga satu2nya orang yang mau menolongku" jelas Nayla dengan air mata yg mulai terjatuh di pipinya
"Aku bisa dituduh membuat nangis anak orang" keluh Nico sambil menghapus air mata dipipi Nayla, setelah itu ia kembali ke meja kerjanya meninggalkan Nayla yang sudah lebih tenang dari sebelumnya
Tiba2 hpnya berbunyi, terlihat bosnya mengirim pesan
Apakah bos sudah melihat foto itu?? Batin Nayla
Gadis itu membuka hpnya dan dengan sedikit gemetar.
Kenapa aku harus takut? bukankah kejadian kemarin terjadi karena bos? Batin Nayla menguatkan
Gadis itu kemudian membuka pesan dari Alex dan membacanya. Ternyata bosnya tidak membicarakan tentang foto yang beredar di perusahaan, Ia kecewa karena Alex memilih menghiraukan rumor yang beredar di perusahaan, padahal yang dirugikan disini adalah dirinya.
Tidak... tidak... bos tidak mungkin mengabaikannya, mungkin saja dia belum mengetahuinya, haruskah aku memberitahunya?? Batin Nayla
Beberapa kali ia mencoba memberitahu bos dengan mengirimkan pesan, namun teks yang ia ketik dihapus berulang kali. Gadis itu masih bingung, apakah ia harus memberitahunya atau tidak... atau apakah bosnya sudah mengetahui itu dan membiarkannya begitu saja. Sungguh membingungkan, akhirnya Nayla mengetik dan mengirimkan sebuah pesan
Baiklah
Lebih baik aku berbicara langsung dengan boss. Batin Nayla
Beberapa jam kemudian, jam sudah menunjukkan pukul 05.00 sore terlihat beberapa karyawan sudah mulai pulang. Sore ini Nayla pulang sendirian karena bosnya ada acara. Nayla bersyukur karena bosnya ada acara, kalau ia bertemu bosnya mungkin ia akan terus mengingat kejadian di perusahaan
Nayla mengendarai mobilnya menuju rumah. Malam ini ia akan menemani Radit ke pesta. Sebenarnya hari ini ia malas untuk bertemu orang2, namun karena keluarga Rara sudah banyak membantu Nayla, jadi ia dengan senang hati menerima permintaan temannya itu untuk menemani kakaknya ke pesta. Awalnya Rara yang akan menemani kakaknya, namun mendadak ia sedang tak enak badan jadi menelpon Nayla untuk menggantikannya
Gadis itu telah sampai di rumah, kemudian menyimpan mobil Alex di garasi dan pergi lagi menuju ke rumah Rara.
-------------------------
Disinilah Nayla sekarang, di rumah Rara. Rara tahu betul bahwa temannya tidak mempunyai gaun pesta bahkan ia tak bisa berdandan. Kalau ke kantor gadis itu hanya akan memakai bedak dan lipstick yang warnanya selaras dengan warna bibirnya.
Rara meminjamkan gaun yang sebelumnya akan ia kenakan sekalian mendandani temannya. Nayla hanya bisa pasrah membiarkan temannya melakukan beberapa sentuhan pada wajahnya. Ia yakin hasilnya tidak akan mengecewakan karena ia tahu betul ini merupakan bidang Rara, merias.
Di ruangan lain terlihat Kak Radit telah siap, ia mengenakan jas hitam dengan dalaman kemeja putih. Laki2 itu sungguh terlihat sangat tampan malam ini. Kak Radit lalu turun dari kamarnya menuju ke ruang tamu, menunggu pasangannya yang sedang dirias oleh adiknya
30 menit kemudian...
Rara turun menggandeng temannya yang kini tengah siap dengan gaun putih dengan panjang di atas lutut dan daerah atas yang sedikit terbuka. Rambutnya terurai indah dengan sedikit hiasan disana, tak lupa make up yang membuatnya sangat sempurna. Suara Nayla membuat Kak Adit mengalihkan pandangannya menuju sumber suara
"Maaf sudah membuat Kak Adit menunggu" ucap Nayla sambil berjalan menuruni tangga
Sekejap Radit terkesima dengan kehadiran Nayla di depannya. Ia menatap gadis didepannya tanpa berkedip
"Kak?" ucap Rara yang aneh melihat Kakaknya diam terpaku melihat temannya. Namun sepertinya kakaknya belum sadar bahwa adiknya tengah memanggilnya
"Kak Radit!!" ucap Rara untuk kedua kalinya dengan suara agak keras dan ternyata itu cukup berhasil untuk membuat kakaknya tersadar.
"Hmmm... Iyaa?" jawabnya dengan sedikit malu karena ketahuan tengah memandangi Nayla terlalu lama sedangkan tangan kanannya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Bagaimana?" tanya Rara
"Cantik sekali" ucap Adit refleks yang mampu membuat gadis yang dipujinya tersenyum dengan pipi merah merona
"Siapa dulu yang mendandaninya?" ucap Rara bangga dengan hasilnya
"Terima kasih Rara" ucap Nayla
"Aku yang harusnya berterima kasih padamu karena sudah mau menggantikan aku datang ke pesta... kau tau kan kakakku jones, jadi kalau ada pesta pasangan seperti ini dia pasti akan mengajakku... kalau aku tak bisa datang dia tidak akan punya pasangan dan bisa dipermalukan di pesta itu" jelas Rara yang berhasil mendapatkan tatapan tajam dari Radit
"Sepertinya sudah jam 8, pergilah sebelum kalian terlambat" ucap Rara mencoba mengusir kakaknya yang sekarang tengah menatapnya tajam
"Aku pergi dlu" ucap Nayla sambil mencium pipi Rara dan berjalan mendekati Radit
Mereka berjalan dengan kaku, melihat itu membuat Rara kesal
"Kak bukankah seharusnya kau menggandeng tangan pasanganmu?" tanya Rara yang justru membuat keadaan tambah kikuk.
Adit mencoba memberanikan diri mengajak Nayla untuk menggandeng tangannya, tanpa disangka Nayla menyambut ajakan Radit dan kini mereka berjalan sambil bergandengan tangan
Rara melihatnya dengan tersenyum karena rencananya berhasil untuk membuat temannya dekat dengan kakaknya. Sebenarnya Rara tidak sakit, ia hanya malas harus menemani kakaknya pergi ke pesta
Selama di perjalanan, tak ada obrolan antara Radit dan Nayla. Keduanya seperti merasa canggung
------------------------
Gedung tempat pesta berlangsung
Terlihat sebuah mobil memasuki halaman parkir disusul oleh mobil lainnya yang parkir di seberangnya. Kedua pintu mobil terbuka dan turun seseorang dari kedua mobil tersebut. Terlihat Alex turun terlebih dahulu disertai dengan Sara, pasangannya. Kemudian mobil seberangnya terbuka dan turunlah Radit.
Alex melihat Radit turun dari mobil dan menyapa teman barunya itu. Mereka tak menyangka bisa bertemu disini. Kemudian Alex bertanya mana pasangan Radit, pria itu pun berjalan menuju pintu mobil sebelahnya dan membuka pintu mobil kemudian mengambil tangan gadis di dalam mobil dan mengajaknya keluar. Mata Alex terbelalak kaget melihat gadis yang dibawa temannya itu
Bersambung...
------------------------