Will You Marry Me??

Will You Marry Me??
Bab 1 Perkenalan



di Pagi hari yang cerah, terlihat keluarga Alexander sedang menyantap sarapan pagi dengan penuh kegembiraan. Sarapan yang dibuat oleh istri tercinta, yaitu Nadia. Terlihat Alexander dan buah hati mereka yg bernama Raga sangat menikmati sarapannya kali ini, entah apa yang membuat sarapan pagi ini berbeda. Mereka makan dengan lahap sambil berbincang-bincang dan tertawa.


"Wah skill memasak mamah bertambah ya? berasa makan masakan chef terkenal" ucap Alexanded berbicara sambil mengunyah nasi


" Pah kalau ngomong jangan sambil makan dong, nanti keselek" ucap Nadia mengingatkan


" uhukk" terdengar suara tersedak


"tuh kan papah, minum dlu" ucap Nadia sambil menuangkan air putih ke dalam gelas dan memberikannya kepada suaminya.


"Iya sayangku, papah tambah cinta deh sama mamah. sering2 masak yahh" puji Alex pada istrinya


" Iya sayangku..., tp papah juga harus bisa masak nanti kalau mamah ngga ada siapa yang mau masak?" ucap Nadia


" Mamah emang mau kemana? kayak yg bisa pergi jauh dari papah aja... ditinggal dinas beberapa hari aja udh kangen" ucap Alex


" Bukan mamah yang kangen, tuh anaknya" ucap Nadia sambil menunjuk Raga yang sedang lahap memakan nasi goreng


Raga yang merasa terpanggilpun menjawab


"Bukannya mamah yang nyuruh Raga nelpon papah?" jawab Raga sambil menunjuk ibunya


"Tuhkan ketauan" seru Alex dengan tersenyum


wajah Nadia pun memerah karena ketahuan berbohong, seketika Alexander dan Raga pun tertawa melihat pipi ibunya merah merona.


Setelah sarapan, suami dan anaknya berpamitan untuk berangkat ke kantor dan ke sekolah. Nadia pun meminta izin kepada suaminya untuk pergi ke mall sendiri walaupun suaminya ingin mengantarkannya, Nadia bersikeras untuk berangkat sendiri. Ia tak mau menganggu suaminya bekerja. Anak dan suaminya pun berangkat dan tinggallah Nadia di rumah.


Selang setengah jam, Nadia keluar rumah dengan menggunakan setelan modis. Ia berencana pergi ke mall untuk membelikan hadiah pernikahan kepada suaminya. Setelah tiba di mall, Nadia melihat-lihat jam tangan dan membeli kue serta coklat untuk anaknya. Ia sengaja tidak ingin diantar oleh suaminya karena ini kejutan.


Di dalam reruntuhan mall terlihat beberapa orang yang tewas dan ada juga beberapa lainnya yang masih hidup tapi penuh dengan luka. Nadia dan perempuan itu masih hidup, namun perut Nadia tertancap besi sehingga bnyak mengeluarkan darah sedangkan perempuan yang diselamatkan Nadia hanya mendapatkan beberapa luka di kepala dan badan. Dengan menangis perempuan muda itu bertanya kepada Nadia.


"Kak mengapa anda menolong saya? padahal jika anda tidak menolong saya anda akan selamat" ucap perempuan muda


" Ba...ba..gaimana a..ku bi..sa me.nu..tup ma..ta ji..ka ada.. orang. ya..ng mem..butu.hkan per..tolo..ngan" ucap Nadia sambil menahan sakit


Terima kasih Kak... Kak tahan sedikit ya, sampai kita mendapat bantuan... Tolooong" ucap Perempuan muda sambil menangis


Beberapa hari mereka tertimbun bangunan mall, meskipun telah ada tim yg membantu menolong, tp karena evakuasi sulit dilakukan mengingat didalam reruntuhan ada nyawa yang masih selamat sehingga tim harus berhati2 mengangkat reruntuhan. Di dekat kejadian terlihat Alexander yang sangat frustasi karena belum mendengar kabar dari istrinya. Sementara didalam reruntuhan, terlihat Nadia dan perempuan muda yang semakin lemah. 


"ma...kan i...ni ---" ucap Nadia sambil menyodorkan coklat yang tdnya akan diberikan kepada anaknya "--- kamu harus selamat." berkata sambil lemah


" kakak juga harus makan, kakak juga harus selamat" ucap perempuan muda sambil menangis. lalu Nadia menyerahkan coklatnya kepada perempua muda itu.


"Si..apa na..ma..mu?" tanya Nadia


"Nayla, siapa nama kakak?kita harus selamat agar kita bisa bertemu lagi dan aku bisa membalas kebaikan kaka" ucap perempuan muda.


"Na...dia" sambil tersenyum


Nadia bercerita bahwa dia teringat suami dan anaknya. Ia takut mereka akan khawatir, terlebih kemarin adalah ulang tahun pernikahannya... harusnya ia memberikan hadiah kepada suaminya... Nadia berpesan jika dia tidak selamat tolong katakan pada suaminya bahwa ia sangat mencintainya dan berharap agar suaminya bisa menjalani hidup dengan baik ketika nanti ia tiada... jalani hidup yang baru dengan penuh kebahagiaan, carilah seseorang yang bisa menggantikanku dan berbahagialah dengannya... Jagalah Raga, jangan sampai ia bersedih...


setelah Nadia berpesan, tim evakuasi mendengar suara didalam reruntuhan tempat Nadian dan Nayla. Kemudian dengan sangat hati" tim evakuasi berhasil mengangkat bangunan dan menemukan Nadia, Nayla beserta orang-orang lain yang tertimbun disana.


 


Bagaimanakah kisah selanjutnya? Apakah Nadia dan Nayla selamat?? tunggu di part 2 😉