
Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 dan beberapa karyawan sudah mulai pulang. Kini tinggallah Nayla sendiri di ruangannya, mengerjakan LPJ seorang diri. Gadis itu sudah beberapa kali menguap bahkan kini matanya mulai memberat. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke pantry membuat coffee.
Gadis itu kini sudah berada di pantry, namun pikirannya teringat pada obrolan karyawan lain yang mengatakan bahwa tempat paling horor adalah di pantry. Mengingat pembicaraan temannya membuat bulu kuduk Nayla merinding bahkan ia segera menyelesaikan kegiatannya membuat cofee. Kini ia sedang mengaduk coffeenya dengan cepat, tiba2 ia mendengar suara seseorang seolah berbisik
"Buatkan aku satu"
"Aaaaa...." teriak Nayla sambil berbalik dan tak sengaja coffee yang dibawanya tumpah mengenai seseorang yang kini berada di depannya
"Kyaaa... panas.... hufft... hufft... huffft..." teriak Alex saat coffee yang dipegang gadis didepannya tumpah dan mengenai tangan serta bagian bawah tubuhnya. Pria itu berteriak kepanasan sambil meniup2 bagian tubuh yang terkena tumpahan coffee panas
"BOSS?? maafkan aku!! ayo kita bilas dulu dengan air mengalir" ucap Nayla sambil memapah Alex menuju wastafel
Setelah membantu membasuhnya, Alex duduk di sofa pantry dan Nayla segera mencari kotak p3k. Setelah ketemu, gadis itu langsung duduk di samping bosnya lalu membuka kotak p3knya dan langsung mengobati bosnya dengan telaten.
Kini mereka berdua larut dalam pikirannya masing2. Alex memandangi Nayla dengan terpesona sedangkan Nayla larut dalam pikirannya
Aku sangat merindukanmu. Batin Alex
Ini lebih menyeramkan daripada bertemu hantu. Batin Nayla
"Aaaww... bisakah kau lebih lembut?" ucap Alex sambil merintih kesakitan
Bukan aku yang terlalu keras tapi kau yang lemah. Batin Nayla
"Maaf bos" ucap Nayla tak selaras dengan batinnya
"Kenapa kau belum pulang?" tanya Alex
"Pekerjaanku belum selesai"
"lukanya sudah diobati, bolehkah aku pergi?" ucap Nayla sambil beranjak dari duduknya, namun Alex memegang tangan Nayla
"Kau sungguh keterlaluan! aku seperti ini gara kamu!! bukannya seharusnya kau meminta maaf dan mengobatiku dengan sungguh2?" ceramah Alex
"Aku sudah meminta maaf dan mengobati lukamu!" ujar Nayla
"Bukan hanya lenganku yang terkena tp tubuh bagian bawahku juga kena, bukankah kau belum mengobatinya?" ucap Alex sambil berdiri dan melepas kemejanya dihadapan Nayla. Gadis di sampingnya itu langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Bos apa yang kau lakukan!!" teriak Nayla dengan wajah yang masih tertutup
"Aku hanya mau kau bertanggungjawab dan mengobati lukaku!" ucap Alex sambil menarik kedua tangan Nayla dari wajahnya. Sekarang wanita itu bisa melihat tubuh bagian atas pria di sampingnya. Wajahnya seketika memerah dan berlari menuju pintu keluar. Alex mengejarnya dan mencekal lengannya, gadis itu berbalik dan berteriak di hadapannya.
"Lepaskan!! bagaimana kau bisa melakukan ini di kantor? kalau kau macam2 aku akan teriak!!" ujar Nayla
"Kau berpikiran kotor hah? aku hanya memintamu bertanggungjawab dan mengobati lukaku!!" ucap Alex
Kau yang membuatku terus berpikiran kotor. Batin Nayla
Saat mereka sedang berdebat, terdengar suara satpam perusahaan yang sedang mengontrol setiap ruangan. Dengan cepat Nayla menutup pintu dan menarik Alex untuk bersembunyi di belakang pintu.
"Apa yang kau ---" ucap Alex yang belum sempat menyelesaikan kalimatnya karena gadis di depannya sudah membekam mulutnya dengan tangannya
"Diam... ada satpam di luar, mereka bisa salah paham kalau melihat kita seperti ini" ucap Nayla sambil berbisik dan melepaskan bekamannya dari mulut Alex
Terdengar salah seorang satpam haus dan mengajak untuk mengambil minum ke ruang pantry. Satpam yang lain setuju dan mereka pun berjalan ke arah pantry.
"Bagaimana ini?" bisik Nayla dengan wajah ketakutan
Alex yang melihatnya hanya bisa tersenyum, saat ini ia sedang menikmati kejadian langka bisa berdekatan dengan istrinya.
Beberapa detik kemudian, gagang pintu bergerak dan pintu pun terbuka. Masuklah dua orang satpam ke dalam. untungnya pintu dibiarkan terbuka sehingga Alex dan Nayla bisa bersembunyi di antara pintu dan dinding. Nayla lalu menarik dasi Alex agar ia lebih dekat padanya dan satpam itu tidak melihat Alex
Beberapa menit kemudian kedua satpam itu keluar dan menutup pintu pantry.
"Huuuffftt untunglah kita tidak ketahuan" ujar Nayla sambil berjalan menuju sofa dan duduk disana
"Duduklah biar aku obati luka di perutmu" ucap Nayla sambil membuka kembali kotak p3k.
"Ada apa lagi bos?" tanya Nayla
"Kau belum mengobati luka lainnya!" jawab Alex
"Bagian mana lagi?" tanya Nayla
"Ini adalah masa depanku jadi kau harus mengobatinya" ucap Alex sambil menunjuk kepemilikannya
"Yaaak kau gilaa!" teriak Nayla sambil melepaskan tangannya dan berlari keluar pantry
Alex tertawa terbahak2 setelah berhasil mengerjainya
-----------
Kini Nayla sudah berada di ruangannya, melanjutkan pekerjaannya yang sebelumnya terhenti
"Sudah jam 20.00, aku harus segera menyelesaikannya dan pulang" gerutu Nayla
Gadis itu kini tengah focus mengerjakan LPJ
"Selesai!!! akhirnya aku bisa pulang" seru Nayla dengan senang
Gadis itu pun mengambil tasnya dan keluar dari ruangan. Kini ia berada di depan perusahaan mencoba mencari taxsi atau angkutan umum lainnya namun ternyata jalan sudah sepi, tak ada kendaraan yang lewat. Tiba2 sebuah mobil dari garasi perusahaan keluar dan berhenti di depan Nayla. Kaca mobil diturunkan sehingga terlihat seorang lelaki yang selalu menganggunya akhir2 ini
"Masuk" ujar Alex dengan dingin
"Tidak usah bos, aku bisa naik angkutan umum" tolaknya
"Kau mungkin bisa mendapatkannya besok pagi, tak ada angkutan umum atau taxsi yang lewat jam segini" ucap Alex
"Tak usah aku akan menelpon temanku untuk menjemput" ucap Nayla
"Ada yang ingin aku bicarakan" Ucap Alex
"Kita bisa bicara di sini atau mungkin besok" ucap Nayla
Masuk atau aku akan menggendongmu masuk ke dalam mobil" ancam Alex
Takut dengan ancaman laki2 di depannya akhirnya Nayla masuk ke mobil
"Ada apa?" tanya Nayla setelah masuk kedalam mobil
"Aku ingin kau bertanggung jawab" ucap Alex
"Apalagi kini? bukankah aku sudah minta maaf dan mengobatimu di pantry?" ucap Nayla
"Kau pikir itu cukup hah? lihat sekarang tangan kananku terluka, bagaimana aku bisa melakukan perkejaanku?" jelas Alex
"Jadi apa yang kau inginkan?" tanya Nayla
"Kau harus jadi pembantuku sampai aku sembuh" ucap Alex yang langsung mendapatkan pelototan dari Nayla
"Bukankah kau kaya? kau bisa menyewa pembantu untuk membantumu!!" ucap Nayla
"Baiklah kalau kau tak mau, mari selesaikan di pengadilan" ucap Alex
"Pengadilan?" ucap Nayla kaget
"Baiklah aku akan menjadi pembantumu" ucap Nayla kemudian
"Lebih jelasnya akan aku bicarakan besok, tapi sebelum itu---" ucapannya sengaja dihentikan dan sekarang ia mendekati Nayla sampai membuat gadis di sampingnya beringsut menjauh. Kini Alex sangat dekat dengannya sampai nafasnya terasa di leher Nayla
Apa yang akan dilakukan pria mesum ini?? Batin Nayla