
Satu tahun kemudian...
Semua karyawan tampak sibuk membersihkan hotel Alexander karena hari ini CEO mereka akan berkunjung untuk memeriksa pelayanan dan fasilitas hotel.
"Hei loe dandan mulu" seru karyawan wanita yang sedang membersihkan meja receptionis.
"Kerjaan gue udh beres, sekarang tinggal mempercantik diri biar CEO ganteng melirik gue... siapa tau gue jadi nyonya Alexander" ujar sindi karyawan wanita yang kini sedang sibuk memakai lipstik.
"Pak Alexander itu tipikal cowok yang setia, menurut gosip yang gue denger dia masih cinta sama istrinya yang sudah meninggalkannya setahun lalu" cerita karyawan wanita lain sambil sibuk menata berkas.
"Gue denger setelah ditinggalin istrinya, sifat pak Alex jadi berubah derastis. Kini dia jadi sensitif, mudah marah dan dingin. Tapi walaupun begitu dia tetap ganteng... istrinya bodoh banget ninggalin pak Alex demi cowok lain" ucap Sindi dengan memperlihatkan wajah marahnya.
"Kasihan ya pak Alex" ujar karyawan wanita lainnya.
Obrolan karyawan wanita tersebut terhenti karena CEO mereka sudah datang. Semua karyawan segera berbaris rapih untuk menyambut CEO mereka.
Pintu hotel terbuka, terlihat seorang lelaki tampan dengan jas yang melekat pada tubuhnya berjalan dengan gagahnya melewati setiap karyawan yang sedang berbaris. Semua karyawan dapat mencium aroma maskulin dari lelaki ini. Siapa lelaki ini? ya dia adalah Alexander Davidson CEO tampan yang akhir2 ini digilai oleh banyak wanita.
Alex melihat2 fasilitas di hotel dan meninjau kinerja para pegawai secara langsung, tak lupa ia juga memberikan beberapa sambutan kepada para pegawainya agar bersemangat dalam bekerja. Para wanita yang mendengar sambutan CEO seketika langsung meleleh dibuatnya.
--------
Sesudah mengecek hotel, Alex langsung pergi ke perusahaannya yaitu perusahaan Davidson. Banyak sekali perubahan yang terjadi selama setahun ini, mulai dari meningkatnya perusahaan Alex. Bahkan kini perusahaan Davidson merupakan salahsatu perusahaan di bidang perhotelan yang sangat terkenal, salahsatu hotel yang sangat terkenal ialah hotel Alexander yang berada di pusat kota. Selain di Jakarta, Alex juga mendirikan hotel di Bandung, Surabaya, dan Bali. Alex juga berhasil mendirikan hotel di luar negeri seperti di Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Inggris dan Belanda.
Keberhasilan ini ia peroleh berkat kerja kerasnya selama setahun ini, hari2nya ia habiskan untuk bekerja dan bekerja. Perubahan lainnya yang terlihat adalah dari sikap Alex, kini di kantor ia dikenal sebagai CEO yang mudah marah dan dingin. Entah apa yang terjadi sehingga sikapnya berubah drastis.
Karyawan segera membungkukkan badan ketika melihat Alex berjalan menuju ke ruangan CEO. Alex lalu masuk dan segera menekan tombol telepon.
"Datang ke ruanganku" ujar CEO dengan nada dingin.
Tok... tok... tok...
terdengar bunyi ketukan pintu di ruangan CEO
"Masuk" ujar lelaki yang kini tengah duduk di kursinya dengan mata yang masih focus membaca LPJ bulan lalu.
"Anda memanggil saya pak?" tanya Sarah sekretaris Alex yang baru bekerja 6 bulan lalu.
"Berikan LPJ ini ke divisi keuangan, suruh mereka merevisinya ulang" ucap Alex sambil melempar berkas ditangannya ke meja.
"Baik pak, oh iya rencananya hari ini divisi keuangan akan merekrut beberapa karyawan baru. Apakah bapak bersedia untuk ikut melakukan wawancara?" tanya Sarah
"Tidak, serahkan saja semuanya pada kepala divisi keuangan. Katakan padanya bahwa perekrutan ini harus dilakukan secara adil, jangan sampai aku menemukan adanya kecurangan seperti sebelumnya" ujar Alex
"Baik pak, saya akan sampaikan... saya permisi" jawab Sarah sambil membungkuk dan berlalu pergi keluar ruangan Alex.
-----------
Di aula lantai 1 terlihat beberapa orang memakai kemeja putih dengan bawahan berwarna hitam. Mereka adalah orang2 yang lulus tahap administrasi dan tes, sekarang mereka akan mengikuti tahap selanjutnya yaitu wawancara.
Tahap wawancara sudah selesai, mereka pun bubar dan tinggal menunggu informasi diterima/tidaknya. Di tempat lain, terlihat Ibu2 cleaning service sedang mengepel di lantai 1. Wajahnya terlihat pucat dan badannya lesu, tak sengaja ember yang dia bawa terjatuh hingga airnya tumpah ke lantai. Para pelamar keluar dari aula dan menginjak lantai yang basah itu.
"Hei Bu kalau kerja yang bener, liat sepatu saya jadi basah gara2 lantainya banjir... ngga bener banget sih kerjanya, kalau udh tua diem aja di rumah ngapain harus kerja" omel salahsatu pelamar sinis sambil menunjuk dengan jari telunjuknya
"Aduh bahaya nih, gimana kalau ada yang jatuh" ujar karyawan lainnya.
"Maaf nona, saya akan bersihkan" ucap Ibu itu dengan segera mengepel ulang lantainya.
"Nona tangan dan bajumu bisa kotor, ngga apa2 biar ibu aja yg ngepel... ini kan udh kerjaan ibu" cegah ibu itu sambil mengambil lap pel yang ada ditangan gadis itu.
"Tak apa bu, aku udh biasa kerja begini. Sini aku bantuin. Sepertinya ibu sedang sakit, kenapa ngga izin aja dan istirahat di rumah" saran gadis itu sambil membantu mengepel lantai.
Gadis itu membantu ibu cleaning service untuk menyimpan alat2 kebersihan di rooftop sedangkan ibu itu pergi ke ruangan kesehatan untuk diperiksa dan beristirahat.
-------------
"Huuufffffttt Akhirnya sampai juga, kasihan ibu tadi setiap hari harus bekerja berat seperti ini" ujar gadis itu sambil menyimpan alat2 kebersihan. Namun pemandangan di rooftop mengalihkan matanya.
"Waaah pemandangan di sini indah bangett... kalau aku keterima disini, sepertinya rooftop akan jadi tempat nongkrongku... heheheh" ujar gadis itu dengan mata yang terbelalak melihat pemandangan indah di depannya, namun ada yang merusak pemandangan indahnya yaitu ada dua orang yang sedang bercumbu disana.
"OMG bagaimana bisa mereka melakukannya disini?" heran gadis itu. Terlihat pria itu memakai jas rapih dengan seorang wanita yang sedang memegang tengkuk pria itu dan menciumnya dengan ganas sedangkan pria yang dicium hanya terdiam tak merespon.
"Aku tarik kata2ku, sepertinya rooftop ini dijadikan tempat yang tidak baik" ucap gadis itu sambil akan berlalu pergi. Namun belum sempat ia pergi, hpnya berbunyi dan itu membuat kedua orang yang sedang berciuman menghentikan aktifitas mereka.
"Gawat gue bakal dimarahan, lebih baik kabur" ujar gadis itu dan langsung berlari keluar rooftop.
Mendengar bunyi telepon membuat pria yang dicium tadi mendorong wanita dihadapannya.
"Kau tidak punya harga diri, bagaimana bisa mencium paksa pria seperti ini" ujar pria itu yang ternyata adalah CEO perusahaan ini.
"Alex... maafkan aku, aku melakukan ini karena mencintaimu" sanggah gadis ini sambil berusaha mencegah Alex pergi dengan memegang tangannya. namun Alex menepisnya dan berlalu pergi.
Berani2nya wanita itu menciumku, sepertinya tadi ada yang memergokiku dicium... ini pasti akan menjadi gosip besar di perusahaan, aku harus menghentikan orang yang memergokiku. Batin Alex sambil berlari mencoba mengejar seseorang yang kemungkinan melihat kejadian di rooftop.
------------
Gadis itu sekarang sedang menuruni tangga, namun sepertinya tak ada yang mengejarnya.
"Sepertinya aku tak usah berlari lagi karena mereka berdua tidak mengejarku. Mereka pasti sangat bersenang2 sehingga tidak mendengar suara nada dering hpku. untunglah..." ujar gadis itu sambil menuruni tangga dan membuka hpnya lalu menghubungi balik orang yang menelponnya tadi.
"Hallo Sa? ada apa?" tanya gadis itu
"Nay loe dimana? gue udh nunggu loe di cafe satu jam... Jahat banget sih loe"
Ternyata gadis itu adalah Nayla.
"Oh gue lupa, gue otw sekarang... loe jangan pulang dlu ya" seru Nayla sambil berlari menuruni anak tangga.
Tapi ternyata dibelakangnya ada seseorang.
"Hei kau tunggu" ujar Alex pada gadis yang berlari menuruni tangga.
Gawat itu pria di rooftop, sepertinya dia akan memarahiku... aku harus kabuuuur... Batin Nayla
Alex bisa mengejarnya dan langsung menarik tangan Nayla, sehingga Nayla berhenti.
Bersambung...
--------------
Tunggu kelanjutannya 😉😊😊