
Pukul 04.00 terdengar suara alarm berbunyi dan berhasil membangunkan tidur nyenyak Alex. Pria itu kini terduduk di kasur dan mencoba mengumpulkan kesadarannya. Lalu ia berjalan ke arah cermin dan melihat pantulan dirinya disana
"Lihatlah mata panda ini" gerutu Alex sambil berjalan keluar kamar. Namun saat ia membuka pintu kamarnya, bunyi alarm sudah berhenti.
Nayla pasti sudah bangun, sepertinya aku harus segera kesana sebelum ia berteriak kaget. Batin Alex
Pria itu melangkahkan kakinya menuju ke kamar Nayla dan membuka pintu kamarnya
Kreeekkk... pintu dibuka dan terlihat Nayla terduduk di kasurnya sambil menggosok mata dengan kedua tangannya lalu melihat ke arah pintu
Apa aku tidur di rumahnya? aku pasti bermimpi. batin Nayla
Gadis itu mencubit pipinya berharap ini adalah mimpi, namun ternyata bukan.
"Kau sudah bangun?" tanya Alex berjalan masuk ke kamar. Suara Alex membuat Nayla yakin bahwa ini bukanlah mimpi.
Nayla lalu membuka selimut yang menutupi tubuhnya, terlihat kini ia hanya memakai kemeja kebesaran tanpa memakai dalaman
"Aww... apa yang kau lakukan padaku?" tanya Nayla histeris sambil menarik selimut hingga menutupi tubuhnya kembali
"Kau tak ingat kejadian kemarin malam?" tanya Alex
"Apa maksudmu? apa yang terjadi kemarin?" tanya Nayla kebingungan
"Kau menggodaku kemarin, untung aku menahan gairahku kalau tidak mungkin sekarang kita sudah berada di kasur yang sama sambil saling berpelukan" ucap Alex
"Jangan coba membodohiku!" ucap Nayla
"Aku tidak berbohong" ucap Alex
Alex lalu menceritakan kejadian kemarin kepada Nayla
Flashback
Alex merebahkan Nayla di kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Ia duduk sejenak di pinggir kasur sambil memandangi wajah Nayla
"Cepat kembali, aku merindukanmu" bisik Alex di telinga gadis yang tengah tertidur pulas
Alex lalu mengecup keningnya dan berjalan ke arah pintu, ia meraih gagang pintu namun tangannya terhenti saat gadis itu bergumam
"Kenapa disini panas sekali" gumam Nayla
Alex yang berada di dekat pintu kaget, ia mengira Nayla bangun. Kalau gadis itu benar2 bangun dan melihat dirinya ada di kamar yang sama pasti dia akan kaget dan berpikir yang macam2
Tiba2 Nayla bangun dan duduk di kasurnya, Alex terperanjak kaget namun ia melihat mata gadis itu masih terpejam.
"Gadis itu benar2" gerutu Nayla
Nayla terduduk da bergumam lagi
"Panas" gumamnya sambil membuka selimut. Ia menarik resleting roknya dan membukanya lalu melemparkannya ke sembarang arah. Tak sampai disitu, tangannya masuk ke dalam kemeja dan melepaskan kaitan bra dan melemparnya ke sembarang arah. Kini gadis itu hanya memakai kemeja tanpa dalaman.
Alex hanya bisa menelan air ludah melihatnya. Seketika badannya panas, ingin rasanya ia melompat ke ranjang dan memakan gadis itu sekarang. Namun ia masih waras, niatnya itu ia urungkan. Alex memilih pergi ke kamarnya
Di kamarnya ia tak bisa tidur, sudah dua jam berlalu tapi matanya tak bisa terpejam. Badannya panas dan pikirannya masih terbayang Nayla di kamar. Ia akhirnya melampiaskan gairahnya dengan berolahraga malam. Ia melakukan shit up, push up di kamar hingga akhirnya ia melupakan kejadian tadi dan tertidur
Flashback end
"Kau tak berbohong?" tanya Nayla
"Untuk apa aku berbohong. Kalau kemarin aku melakukan sesuatu padamu bukankah seharusnya kau akan terbangun? kalau kau masih tidak percaya coba cek tubuhmu apakah ada yang berbeda atau kau merasakan sesuatu... oh ya dan lihatlah mataku!! ini bukti aku tak bisa tidur kemarin" jelas Alex panjang lebar
"Bersiaplah untuk ke kantor, tak perlu pulang karena kita sudah terlambat. Kau bisa mandi disini dan pakailah pakaian yang ada di dalam lemari" ucap Alex sambil berlalu pergi
Nayla beranjak dari kasurnya dan berjalan ke kamar mandi untuk membasuh dirinya. Setelah mandi ia membuka lemari pakaian dan mencari beberapa baju yang bisa dikenakannya. Tiba2 sepintas bayangan masa lalunya datang hingga membuat Nayla kaget. Dalam serpihan kenangan itu terlihat dirinya sedang membuka lemari tapi di dalam lemari tersebut tidak ada baju, akhirnya ia berjalan dan berteriak memanggil kakaknya
"Kenangan apa itu" ucap Nayla dengan kaget, namun ia tak ingin memikirkannya lebih jauh lagi karena semakin ia paksakan kepalanya semakin sakit. Akhirnya Nayla memilih satu baju kantor dan memakainya
"Kebetulan sekali bajunya sangat pas ditubuhku" ucap Nayla sambil melihat pantulan dirinya di cermin
Setelah selesai ia keluar kamar dan berjalan menuju dapur. Gadis itu kini tengah memasak sarapan.
Di kamarnya terlihat Alex sedang memakai dasi dengan tangan yang masih diperban. Tapi ia sepertinya kesusahan. Ia berjalan menuju kamar Nayla dan mengetuk pintu kamarnya
Tok... tok... tok...
namun tak ada jawaban dari gadis itu. Alex pun membuka pintu dan terlihat kamarnya sudah rapih
"Sepertinya ia sudah turun" gumam Alex
Pria itu langsung turun tangga sambil mencari keberadaan gadis itu, tercium bau masakan dari arah dapur
Pasti dia sedang masak. Batin Alex
Alex lalu berjalan menuju dapur dan benar saja gadis itu kini tengah meletakkan masakannya di meja. Alex merasa familiar dengan situasi ini, pikirannya tiba2 kembali ke masa lalu saat istrinya memasakkan makanan untuknya dan Raga. Persis seperti ini, Alex berjalan kehadapan Nayla
"Aku sudah selesai masak, ayo kita makan" ajak Nayla
"Sebelumnya bisakah kau membantuku memasangkan dasi?" pinta Alex sambil memberikan dasinya pada gadis di depannya
Nayla mengambil dasinya dan menyuruh bosnya untuk sedikit membungkuk karena ia tidak bisa mencapai lehernya. Alex menurut dan sedikit membungkuk. Kini mereka saling berhadapan sangat dekat bahkan wajah mereka hanya berjarak 1 cm sampai2 nafas gadis di depannya bisa dirasakan Alex.
Gadis itu tengah focus mengikatkan dasi sedangkan Alex sibuk melihat wajah Nayla dari dekat mulai dari mata, hidung hingga bibir merahnya. Merasa diperhatikan Nayla langsung mengalihkan pandangannya pada Alex hingga kedua mata mereka bertemu
Merasa canggung dengan posisi mereka, Nayla lalu melepaskan tangannya dari tubuh Alex
"Aku sudah selesai mengikatkan dasinya" ucap Nayla sambil berjalan menuju kursi makan dan duduk disana. Alex mengikutinya dan duduk disamping gadis itu
Mereka makan dengan lahap dalam keheningan sampai suara Alex memecahkan keheningan di ruangan
"Kau sudah memikirkan tawaranku kemarin?" tanya Alex
"Sudah" jawab Nayla
"Bagaimana? kau mau pindah?" tanya Alex
"Sejujurnya aku masih memikirkannya, kita baru kenal dan mungkin akan sangat canggung bila tinggal dalam satu atap" ucap Nayla
"Kau takut aku melakukan hal diluar batas?" tanya Alex
"Itu salahsatunya" jawab Nayla dengan jujur
"Baiklah kalau kau takut akan hal itu, bagaimana kalau kita membuat surat perjanjian. Orang yang melanggarnya akan diberikan punnishment sesuai kesepakatan bersama. Bagaimana?" tanya Alex
Terlihat gadis itu tengah berpikir keras
Bersambung...
-------------