
Nayla menghampiri bosnya yang kini duduk di pinggir kasur, berjalan dengan kesal sambil membawa handuk kecil yang sebelumnya dilemparkan oleh pria itu.
tangannya kini sedang mengeringkan rambut bosnya, tanpa disadari posisi mereka berhadapan sangat dekat bahkan setiap kali tangan Nayla bergerak, dadanya menyentuh kepala Alex yang membuat pria didepannya tak tahan
"Cukup" ucap Alex sambil mencekal tangan gadis di depannya.
Nayla menghentikan kegiatannya dan segera menjauh dari bosnya itu. Alex beranjak menuju lemari dan mengambil setelan kerjanya hari ini
"Aku tak keberatan jika kau ingin melihatku berganti baju" ucap Alex tersenyum sambil melepaskan celana pendek yang tengah dikenakannya. Untungnya Nayla segera berpaling kemudian berjalan dengan langkah cepat keluar kamar bos dan menutup pintunya dengan kasar
"Dia benar2 pria mesum" gerutu Nayla sambil berjalan menuju ruang makan
30 menit kemudian pria itu masuk ke ruang makan dengan baju kantor yang melekat pada tubuhnya
"Kau belum makan? ayo kita makan bersama" ajak bosnya sambil menggeser kursi dan duduk disana
Mereka makan berdua di ruang makan, Alex melihat Nayla yang makan dengan lahap di sebelahnya, sejenak kenangan masa lalunya muncul. Saat itu ia, Nayla dan Raga sering makan bersama sambil mengobrol dan tertawa. Ia merindukan suasana itu, tiba2 suara gadis di sampingnya membuat Alex tersadar kembali
"Anda tinggal sendiri di rumah?" tanya Nayla
"Aku tinggal bersama anakku, Raga. Tapi satu tahun yang lalu neneknya memutuskan untuk merawatnya karena aku sering sibuk di kantor" jawab Alex sambil memandang Nayla dengan tatapan sedih
------------
Di kantor
"Nayla ke ruanganku sekarang" ucap Alex lalu menutup telponnya
Beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan pintu diruangannya
"Masuk" ucap Alex
Gadis itu masuk ke ruangan bosnya dan berhenti di depan mejanya
"Anda memanggil saya bos?" ucap Nayla
"Duduklah" ucap Alex menunjuk sofa agar Nayla duduk disana.
Alex beranjak dari kursi kerjanya dan ikut duduk di sofa.
"Aku sudah memeriksakan lukaku ke dokter, katanya lukaku akan sembuh total dalam 3 bulan" jelas Alex
"Kenapa anda mengatakannya pada saya?" tanya Nayla heran
"Bukankah kita sudah sepakat, selama lenganku masih sakit kau harus menjadi pembantuku" ucap Alex
"Tidakkah ini keterlaluan? kau ingin aku menjadi pembantumu selama 3 bulan? kenapa kau tak sewa pembantu saja!!" ucap Nayla dengan sedikit emosi
"Aku tak ingin orang asing memasuki rumahku" ucap Alex
"Bukankah aku juga orang asing? kita baru kenal satu minggu" jelas Nayla
"Aku sudah bilang kalau kau adalah ---" ucapannya terhenti, "Tentu saja kau adalah orang yang harus bertanggungjawab. Satu2nya caramu untuk bertanggung jawab adalah dengan menjadi pembantuku"
"Bisakah aku bertanggungjawab dengan cara lain? aku cape bila harus pulang-pergi ke rumah, kantor dan rumahmu, selain itu aku juga masih harus mengerjakan pekerjaan rumah" jelas Nayla merasa keberatan
"Kalau begitu pindahlah ke rumahku!" ucap Alex yang membuat gadis di depannya kaget
"Kau gila" ucap Nayla
"Bukankah ini solusi yang tepat? kau tak harus bulak-balik dari rumah temanmu ke rumahku untuk membersihkan rumah. Oh iya aku dengar kau juga sedang mencari kostan kan? tinggalah di rumahku sampai kau dapat kostan, lagi pula aku tak akan memungut biaya apapun" jelas Alex
Perkataan bos ada benarnya juga, kalau aku tinggal di rumah bos aku tidak harus bulak-balik. Aku juga tak mau terus merepotkan Rara dan keluarganya. Tapi dia pria mesum, di tempat umum saja dia berani melecehkanku apalagi di rumahnya. Batin Nayla
"Aku akan pikirkan dulu" ucap Nayla
"Baiklah, aku akan menunggu keputusanmu" ucap Alex
Nayla lalu keluar dari ruangan bosnya, sepanjang jalan ia terus saja memikirkan tawaran bosnya itu.
-----------
Hari sudah malam dan beberapa karyawan sudah pulang. Kini tinggal Nayla seorang diri menunggu bosnya pulang.
Kenapa bos lama sekali? aku udh ngantuk banget... Batin Nayla
Matanya kini tak bisa diajak berkompromi lagi, akhirnya gadis itu tertidur di meja kerjanya. Tiba2 hpnya bergetar, terlihat chat masuk namun gadis itu tak terganggu dengan suara getaran hpnya.
Di tempat lain, Alex menunggu Nayla yang tak kunjung datang ke lobi. Bahkan ia sudah mengirimkan chat padanya, tapi tak kunjung di baca oleh gadis itu
Apakah dia marah dan meninggalkanku? Batin Alex
Sudah setengah jam Alex menunggu, namun ia sama sekali tak melihat batang hidungnya. Alex lalu berjalan menuju ruangan divisi keuangan
Kreeeekkk... pintu dibuka oleh Alex, dia berjalan masuk dan mencari-cari keberadaan gadis itu. Terlihat seorang wanita tengah tertidur di kursi kerjanya dengan kepala yang ia sandarkan pada meja. Alex menghampirinya dan berusaha untuk membangunkannya, namun Nayla tidak terbangun sama sekali.
"Sepertinya ia kecapean" gumam Alex
Kejadian pagi ini memang menguras tenaga Nayla karena ia harus bangun subuh kemudian berangkat ke rumah Alex untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan paginya ia harus bekerja di perusahaan lalu malam harinya mengantarkan Alex ke rumahnya kembali
Sebenarnya Alex tidak tega melihat Nayla, tapi tidak ada cara lain. Ini semua dilakukannya agar Nayla bisa pindah ke rumahnya.
Tak tega membangunkannya, Alex lalu menggendong Nayla menuju garasi dan memasukkannya ke mobil. Sebenarnya luka ditangannya tidak begitu parah, ia masih bisa melakukan aktivitas seperti biasanya namun ia berpura2 terluka karena ingin gadis itu disampingnya.
Alex mengendarai mobil menuju ke rumahnya. Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah Alex, terlihat Nayla masih tertidur dengan tenang. Alex lalu menggendongnya dan membawanya menuju ke kamar tidur tempatnya dahulu
"Tidurlah yang nyenyak" gumam Alex setelah merebahkan tubuh gadis itu di kasur. Tak lupa ia menyelimuti tubuhnya dengan selimut. Ia duduk di pinggir kasur dan melihat wajah damai Nayla saat tertidur
"Aku merindukanmu, cepatlah kembali" gerutu Alex sambil mengecup keningnya dan berjalan menuju pintu
-----------
Keesokan harinya...
Suara alarm hp berbunyi dan membangunkan Nayla dari tidur panjangnya. Perlahan ia membuka matanya dan mengambil hpnya untuk mematikan alarm
"Hhaaaa" terdengar gadis itu menguap
"Malam ini aku tidur nyenyak sekali" ucap Nayla namun ada yang aneh dengan kamarnya, ia lalu menggosok kedua matanya dengan tangan dan mencoba melihat sekeliling kamar
"Ini bukan kamarku!! dimana ini?" ucap Nayla dengan kagetnya. Ia berusaha memikirkan kejadian kemarin, barulah ia ingat kemarin ia masih di ruangannya.
Pintu tiba2 terbuka, terlihat bosnya dengan masih memakai baju tidur
"Kau sudah bangun?" tanya Alex
Matanya membulat sempurna melihat Alex datang.
Apakah ini rumah Alex?? Batin Nayla
Kemudian Nayla membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan berteriak
"Kyaaaaaaaaaak... apa yang kau lakukan?" teriak Nayla sambil menutupi kembali tubuhnya dengan selimut
Bersambung...