Will You Marry Me??

Will You Marry Me??
Bab 10 Pernyataan Cinta yang Mengejutkan



Suara jarum jam terdengar jelas di ruang tamu. Hal ini menandakan bahwa tidak ada aktivitas karena malam telah larut. Di ruangan tamu terlihat Nayla yang sedang memegang hp dengan raut wajah yang khawatir. Menunggu kakaknya yang tak kunjung pulang juga padahal jam sudah menunjukkan pukul 01.00 WIB. Beberapa kali ia menelpon namun nomor yang dia tuju tidak aktif.


Ding dong...


terdengar suara bell berbunyi, Nayla segera berlari menuju pintu. namun saat membuka pintu ia kaget.


"Kakak?" serunya tak percaya melihat keadaan kakaknya.


Terlihat penampilan acak2an Alex yang diantar pulang oleh Supir pengganti. Bau alkohol menyeruak ke dalam hidung Nayla, ia sudah menebak kakaknya mabuk.


Apa yang terjadi kak? apa kakak ada masalah? maafkan aku terlalu sibuk dengan urusanku sendiri. Batin Nayla


Nayla segera memapah Alex ke kamarnya yang terletak di lantai dua. Cukup sulit baginya untuk membawa kakaknya sampai di kamar, namun akhirnya ia bisa sampai di kamar Alex. Nayla membuka pintu dan memapah Alex masuk, namun sialnya kakinya tersandung ujung karpet yang membuat mereka terjatuh bersama di atas kasur. Posisi mereka sangat canggung, dengan Nayla yang berada di atas Alex. Sekejap Alex tersadar dan mulai meracau tak jelas.


"Akkhh aku bermimpi lagi, kenapa kau selalu ada dalam mimpiku? tak cukupkah kita bertemu dalam kehidupan nyata, huh?? ucap Alex dengan sedikit tersenyum sinis.


Nayla tak mengubris ucapan orang yang sedang mabuk, Nayla berusah untuk bangun namun tangan Alex mencengkramnya erat.


Jika di kehidupan nyata kau tak bisa jadi milikku, bisakah dalam mimpi kau jadi milikku?? Ah bodoh... ini mimpiku, apapun yang aku inginkan pasti terjadi. Batin Alex


Alex mencengkram kuat tangan Nayla dan menjatuhkan badan Nayla disampingnya, lalu ia bangun dan naik di atas badan Nayla. Senyuman terukir di wajah Alex.


"Aku tak bisa menahannya lagi, bisakah untuk hari ini aku egois?" ucap Alex


"Kak apa yang kau katakan aku tak mengerti" ujar Nayla masih dalam posisinya.


"Aku mencintaimu, aku ingin memilikimu" ucap Alex


Nayla membeku tak bisa berkata apa2, ia berusaha mencerna apa yang terjadi.


Apakah... kakak sedang patah hati? jangan2 kakak ditolak cwek, dan kakak mengira aku cwek itu. Batin Nayla


"Kak... sadarlah aku ini Nayla, adikmu" ucap Nayla berusaha menyadarkan Alex.


"AKU MENCINTAIMU NAYLA! aku ingin memilikimu, sakit rasanya melihatmu bersama dengan laki2 lain" ucap Alex dengan nada yang menyiratkan kemarahan.


"Aku ingin egois malam ini, aku ingin memilikimu" ucap Alex


Alex mengunci kedua tangan Nayla, matanya memandang wajah Nayla lekat dan mulai mendekatkan bibirnya namun wajah Nayla berpaling.


"Sadarlah kak" ucap Nayla dengan nada yang tersekat karena kaget


Namun, tak disangka Alex mencium paksa Nayla. Alex mencium leher Nayla sampai meninggalkan bekas merah disana. Ciumannya beralih pada bibir Nayla yang sedaritadi seakan menggodanya. Di bawah sana Nayla berontak, namun tak berhasil tangannya terkuci oleh tangan kekar Alex. Ciuman itu berubah jadi menuntut. Menuntutnya untuk bisa lebih. Tak terasa cairan bening keluar dan membasahi kedua pipinya. Alex menyadari hal itu, ia kemudian melepaskan ciuman dan cengkraman tangannya lalu menjatuhkan dirinya ke sisi Nayla.


Maafkan Aku. Batin Alex


Nayla langsung berlari keluar dari kamar Alex. Ia masuk ke kamarnya dan menangis sendirian, mencoba mencerna apa yang terjadi.


Bagaimana bisa kakak kandung menyukaiku?? Batin Nayla


Sedangkan di kamarnya Alex menyesal telah melakukan itu pada Nayla.


Keesokan harinya, suasana antara mereka menjadi canggung. Nayla berusaha menghindari Alex. Lain halnya dengan Alex yang berusaha untuk menjelaskan situasi kemarin.


"Nay... kita harus bicara" ujar Alex


"Kalau untuk kejadian kemarin mending kita lupakan saja, akan lebih baik bagi kita" ujar Nayla


"Kau masih kakakku, tentu" jawab Nayla


Mereka berdua tersenyum dengan sedikit kaku. Sejak kejadian itu hubungan mereka tidak begitu dekat. Nayla banyak menghabiskan waktu dengan Reski. Meskipun sakit melihatnya, namun Alex berusaha untuk menerimanya. Untuk bisa mengalihkan perasaan sakitnya, Alex menyibukkan diri dengan bekerja. Ia selalu pulang larut malam ke rumah, hal ini dilakukan agar ia tidak banyak bertemu dengan Nayla.


Malam sudah larut, namun Alex belum juga pulang. Hpnya berbunyi dan menunjukkan nama Sofia tertera dilayarnya. Sofia mengirimkan rekaman pengakuan Alex saat mabuk.


Nayla bukan adik kandungku yang hilang, dia adalah seorang gadis yang tak sengaja aku tabrak dan mengalami amnesia. Untuk bisa menebus kesalahanku aku ingin merawatnya sampai ingatannya kembali pulih. Terdengar suara Alex dari rekaman itu.


Mendengar rekaman itu membuat Alex shock, kalau Nayla mendengar rekaman ini pasti ia akan membencinya. Kejadian kemarin saja sudah membuatnya jauh dari Nayla. Jika ia sampai mendengar rekaman ini, bisa saja ia menjadi benci kepada Alex dan Alex tak ingin hal itu terjadi. Alex dan Sofia pun sepakat bertemu di cafe.


Alex dan Sofia membuat kesepakatan bahwa Sofia tidak akan memberikan rekaman itu kepada Nayla dengan syarat Alex harus mau menjadi pacarnya. Tak ada pilihan lain selain menerimanya. Alex pun akhirnya menjadi pacar Sofia.


Pagi2 sekali seluruh karyawan tampak heboh bergosip, mereka membicarakan Ceo tampan mereka yaitu Alex yang sudah resmi berpacaran dengan Sofia. Padahal awalnya mereka mengira Alex dekat dengan Nayla. Mendengar obrolan karyawan tentang Alex membuat cemas dan khawatir karena Nayla tahu seperti apa Sofia. Nayla pun segera masuk ke ruangan Alex tanpa mengetuk pintu, namun pemandangan yang mengejutkan yang ia lihat. Nayla melihat Alex dan Sofia sedang berciuman, dengan posisi Sofia yang duduk dipangkuan Alex. Pintu yang sedikit terbuka langsung ia tutup kembali. Entah kenapa perasaannya sakit melihat hal itu. Tanpa sadar air matnya keluar.


Perasaan apa ini? kenapa hatiku sakit? Batin Nayla


Flashback


Seorang wanita datang ke kantor Alex dengan penampilan yang high class, ya dia adalah Sofia. Wanita itu berjalan ke ruangan Alex sambil membawa bingkisan yang berisi makan siang untuk Alex. Melihat Sofia yang sering keluar-masuk ruangan Alex membuat para karyawan berasumsi bahwa mereka sudah berpacaran.


Alex sedang di ruangannya membaca laporan bulanan. Tiba2 Sofia masuk dan meletakkan bingkisannya di meja. Ia mengeluh karena Alex selalu sibuk bekerja dan tak punya waktu untuk dirinya. Alex membalas bahwa hubungan mereka adalah keterpaksaan belaka jadi dia tak mau repot2 untuk menghabiskan waktu dengan Sofia. Mendengar itu sofia menangis dan tiba2 ia mengeluh sakit kepala. Alex khawatir dan mendekatinya, namun itu akal2 lan Sofia, ia langsung mendorong Alex hingga jatuh di sofa dan Sofia duduk dipangkuannya dan langsung mencium Alex. Mendapatkan ciuman mendadak dari Sofia membuatnya terkejut, namun saat itu juga pintu ruangannya sedikit terbuka. Ternyata Nayla yang membukanya dan kaget melihat pemandangan di depannya. Sedangkan Alex yang masih kaget tidak menyadari kehadiran Nayla. Pintu itu segera ditutup dan Nayla segera berlari ke halaman sambil menangis.


Alex segera tersadar dan langsung mendorong Sofia sampai terjatuh.


"Gadis murahan" ejek Alex


"Bukankah kau lebih menyukai gadis murahan?" balas Sofia


"Bisa2nya kau jatuh cinta pada gadis murahan yang tak jelas asal-usulnya" ucap Sofia


"Jangan pernah mengejek Nayla, ia jauh lebih baik daripada kamu" ucap Alex marah sambil berlalu meninggalkan ruangannya.


Flashback End...


Satu bulan telah berlalu, hubungan Nayla dan Reski semakin berkembang namun berbeda dengab Sofia yang harus membatin karena sikap Alex yang cenderung cuek padanya. Sofia masuk ke ruangan Alex sambil marah2.


"Kau keterlaluan, bagaimana bisa kau tidak ingat hari ulang tahunku?" ujar Sofia dengan penuh emosi.


"Selamat ulang tahun" ujar Alex cuek dengan mata yang masih menatap layar laptopnya.


"Kalau kau begini terus aku tak yakin bisa menepati janji" ujar Sofia


"Apa maksudmu? kau mengancamku?" Ujar Alex


"Ya, aku akan memberi tahu Nayla bahwa ia bukan adik kandungmu, dia hanyalah gadis yang tak jelas asal-usulnya. Dia gadis yang kau tabrak hingga amnesia." Ujar Sofia


"Hentikan itu. Aku sudah melakukan apa yang kau inginkan, aku sudah menjadi pacarmu. apakah itu tak cukup?" Ujar Alex dengan amarah yang meluap.


Terdengar suara berkas terjatuh di ruangan Alex, ternyata itu adalah Nayla yang tak sengaja mendengar obrolan mereka berdua. Air mata mengalir deras dipipinya seakan tak percaya apa yang dibicarakan oleh Sofia.


Bersambung...


Bagaimana kelanjutannya? simak terus kisahnya di novel "Will You Marry Me"


Jangan lupa like ya biar author lebih semangat 😉😊😊🙇