Will You Marry Me??

Will You Marry Me??
Bab 21 Hampir Bertemu



Alex berhasil mengejar gadis itu dan menahannya dengan menarik tangannya.


"Kau gadis yang mengintip di rooftop?" tanya Alex dengan masih memegang tangan Nayla.


"Aku bukan mengintip, hei itu salahmu!... kau yang tidak berhati2 melakukannya di rooftop... kalau bosmu mengetahuinya kau bisa2 dipecat, bukannya bekerja yang benar" seru Nayla dengan wajah yang disembunyikan agar pria di belakangnya tidak melihat wajahnya.


Suara ini sangat familiar, mungkinkah? Batin Alex


"Kau tidak sopan, berbicara dengan wajah yang membelakangiku" seru Alex sambil menarik tangan gadis itu, agar ia melihatnya.


Namun tiba2 Nayla menendang ************ Alex dan segera kabuuur.


"Auuuu... sakit, hei gadis gila kemari kau... kau pikir aku tidak bisa menemukanmu? tunggu saja kalau kau diterima kerja disini, aku akan langsung memecatmu!" ujar Alex dengan emosi yang meluap2 dan tangan yang menyentuh kepunyaannya.


Nayla langsung berlari keluar perusahaan.


Untung aku menyembunyikan wajahku, kalau tidak dia bisa menandaiku dan menindasku di perusahaan, oke lupakan kejadian hari ini. lagi pula dia tidak mungkin mengungkitnya karena ia tak tahu wajahku dan dia akan malu kalau sampai semua orang tahu kalau dia berciuman di rooftop. Batin Nayla


"Taksi!" seru Nayla


Nayla pun pergi ke cafe menemui Salsa.


Di ruangannya terlihat Alex sedang duduk dikursi kebesarannya sambil membaca LPJ yang telah direvisi oleh Divisi keuangan. Namun, ia tidak bisa focus mengingat kejadian tadi di tangga.


Siapa wanita itu? kenapa aku merasa dia familiar... aku merasa dia adalah Nayla... heeemmm... Nay kamu dimana? sudah setahun tapi aku masih belum bisa menemukanmu... aku merindukanmu... Batin Alex


Tok... tok... tok...


"Masuk" ujar lelaki diseberang sana.


"Pak, ini ada tiga kandidat yang sudah lulus tahap wawancara" ucap Sarah sambil memberikan beberapa informasi terkait tiga kandidat yang lulus tersebut.


"Simpan saja, nanti saya baca kalau ada waktu" ujar Alex.


"Baik pak, saya pamit dulu" ucap Sarah sambil membungkuk lalu berlalu pergi.


-----------


Di kamar Nayla


"Huuuuffft... akhirnya selesai juga" ujar Nayla sambil berjalan ke arah kasur dan merebahkan badannya.


Kringg... kring... kring...


terdengar suara telpon masuk.


"Halo, bisa bicara dengan nona Nayla?"


"Ya saya sendiri"


"Selamat nona anda lulus tahap wawancara, besok anda bisa mulai bekerja di perusahaan Davidson sebagai staf keuangan, mohon datang pukul 07.00 dan segera menghadap Bu Yanti kepala divisi keuangan"


"Baik besok saya akan berangkat, terima kasih"


"Sama2"


tut...tut...tut...


terdengar telpon sudah ditutup.


Nayla langsung melompat2 di kasur sambil tertawa bahagia.


Yeaaah akhirnya aku dapat pekerjaan, di perusahaan Davidson lagi... aku berjanji akan bersungguh2. Batin Nayla sambil mengepalkan tangan tanda bersemangat.


Di kamar lainnya, terlihat Salsa sedang focus mengerjakan sesuatu di laptopnya. Tiba2 seseorang masuk tanpa permisi.


Braaakkk... terdengar suara pintu terbuka


"Aaaahhh kau gilaaa... kau mengagetkanku saja" ujar Salsa dengan tangan yang menutupi wajahnya.


"Apa yang kau lakukan sampai terkejut begit


u?" tanya Nayla sambil berjalan masuk ke kamar Salsa.


"Kau yang mengagetkanku, datang tanpa permisi, Huuffft" jawab Salsa dengan wajah yang kembali beralih ke laptopnya.


"Memangnya apa yang membuatmu begitu senang?" heran Salsa


"Aku diterima diperusahaan Davidson!!" Teriak Nayla dengan histeris


Perhatian Salsa jadi teralih ke Nayla.


"Sungguh? wah daebakk... kau harus mentraktirku saat gajihan pertama" ucap Salsa sambil memeluk Nayla.


"Siap, aku pasti akan mentraktirmu" ujar Nayla sambil memeluk Salsa kembali dan mereka melompat2 saking senangnya.


Setelah mengobrol selama 3 jam di kamar Salsa, Nayla kembali ke kamarnya.


Ia merebahkan dirinya dikasur sambil melihat2 sekitar kamarnya.


Aku sudah tinggal di rumah Salsa selama satu tahun. Kebetulan orang tua dan kakaknya berada di luar negeri untuk bisnis, jadi Salsa menyuruhku tinggal di rumahnya itung2 nemenin dia. Tapi aku ngga mungkin terus menumpang disini, sudah waktunya untuk segera pindah. Sekarang aku sudah bekerja jadi aku dapat membayar kontrakan, mungkin bulan depan aku bisa langsung pindah. Batin Nayla


Matanya pun mulai berat dan akhirnya ia pun tertidur...


Tengah malam listrik di rumah Salsa mati. Saat itu pula terdengar seseorang masuk ke rumah Salsa dan langsung menuju ke kamar Nayla lalu merebahkan dirinya di kasur tanpa menyadari bahwa di kasur ada seorang wanita yang tengah tertidur dengan nyenyak.


------------


Keesokan harinya...


di kamar Nayla


"Aaaaaahhhhh siapa kamu" teriak Nayla sambil menendang tubuh pria yang tidur disampingnya.


Pria disampingnya terjatuh ke bawah kasur dengan pikiran yang masih belum sadar sepenuhnya.


"Aku yang harus bertanya padamu, sedang apa kau di kamarku?" tanya pria yang ia tendang sebelumnya dengan nada suara yang tenang.


"Kamarmu?" tanya Nayla bingung


Kemudian masuklah Salsa dengan setengah berlari.


"Nay... kamu kena....pa? kakak? kapan kau pulang?" tanya Salsa sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Kakak? siapa? pria ini?" tanya Nayla dengan shock.


"Sepertinya ada kesalahpahaman, mending kita bicarakan di ruang tamu" seru Salsa.


Mereka bertiga pun duduk di ruang tamu, terlihat kakak Salsa masih menunjukkan tampang coolnya dengan tangan yang melipat didada.


"Kak ini temanku namanya Nayla dan Nay ini kakakku namanya Radit" ucap Salsa mencoba memperkenalkan dulu mereka.


Nayla pun berdiri lalu membungkuk sambil berkata maaf kepada Radit karena telah menendangnya saat di kamar.


"Sudahlah ini hanya salahpaham saja" ujar Radit dengan coolnya.


"Sebenarnya kamar yang Nayla tempati itu kamar kakakku. Sudah 2 tahun kakak ngga pulang dan biasanya kalau pulang pun kakak suka memberitahuku dahulu jadi aku meminjamkan kamar kakak pada temanku" Jelas Salsa


"Seharusnya kau bicara dulu, kakak juga akan menginjinkan temanmu untuk tinggal" jawab Radit.


"Maaf aku jadi merepotkan kalian, terima kasih sudah menampungku selama ini. Aku juga ngga mungkin merepotkan Salsa terus, jadi bsok aku akan pindah" ujar Nayla


"Kenapa harus pindah? kau bisa menempati kamarku... aku senang adikku ada yang menemani, tenanglah kejadian tadi pagi hanya salahpaham saja" tutur Radit


"Aku sudah berjanji akan pindah kalau sudah menemukan pekerjaan, jadi keputusanku bukan karena kejadian tadi pagi" jawab Nayla


"Nay kok loe tega banget sama gue" Ucap Salsa


"Sa, tenang aja gue akan sering2 main kesini dan nginep kok" mencoba menenangkan temannya


"Baiklah, Jangan pindah besok. Bukankah kamu belum menemukan kostan? jangan mencari kostan terburu2, nanti kau tidak nyaman. Kau bisa tinggal disini sambil mencari kostan. Bagaimana?" saran Salsa


"Baiklah, terima kasih" ucap Nayla sambil memegang tangan temannya.


Bersambung...


-----------


Terima kasih sudah mampir, tunggu terus kelanjutannya dan jangan lupa like ya biar author lebih semangat lagi 😊😊😉