Will You Marry Me??

Will You Marry Me??
Bab 24 Pengunduran diri yang gagal



"Saya ingin mengundurkan diri" ucap gadis di depannya sambil menyimpan surat pengunduran dirinya di meja. Gadis itu kemudian membungkuk dan berlalu pergi, namun suara Alex menghentikan langkah kakinya.


Laki2 itu mengambil surat pengunduran diri dari mejanya kemudian berjalan menghampiri gadis itu.


"Kau selalu berpura2 lupa, di kontrak kerja yang kau tandatangani sebelumnya disebutkan bahwa apabila pegawai mengundurkan diri sebelum kontrak kerja berakhir maka pegawai tersebut harus membayar penalti. Bayar penalti dulu baru kau bisa pergi dari perusahaan" ucap Alex sambil menyodorkan surat itu ke arah Nayla


Nayla hanya bisa menahan kekesalannya. Bagaimana bisa ia tidak hati2 dalam membaca kontrak kerja pagawai.


Flashback


"Selamat kepada 10 orang yang telah diterima di perusahaan ini. Sesuai dengan peraturan perusahaan, pegawai baru harus menandatangani kontrak dahulu. Saya sudah menyiapkannya, nanti silahkan dibaca baik2 lalu tandatangani di atas materai di bagian surat pernyataan. Ada yang ingin bertanya?" jelas bagian HRD


"Tidak pak" ucap semua pegawai baru serempak


semua pegawai sudah mendapatkan surat kontrak kerja dan kini mereka sedang membacanya.


"Bagaimana bisa kontrak kerja ini begitu tebal?" gerutu Nayla sambil melihat lembar demi lembar.


Tinggal satu point yang belum dibaca Nayla yaitu ketentuan pengunduran diri pegawai, namun matanya sudah lelah dan jika dilihat pegawai baru lainnya tidak membaca kontrak dengan benar2, buktinya mereka sudah selesai menandatangani kontrak itu. Sekarang tinggal dirinya yang belum menandatanganinya.


Sepertinya point ini tak perlu dibaca, orang waras mana yang akan mengundurkan diri dari perusahaan besar ini. Batin Nayla


Nayla lalu melewatkan point pengunduran diri pegawai dan langsung menandatangani kontrak kerjanya.


"Selesai" gumam Nayla


Flashback End


"Gimana?" tanya Alex membuyarkan lamunan gadis di depannya


"Aku akan bekerja sesuai kontrak, 1 tahun kan?" ucap Nayla sambil membawa surat pengunduran dirinya dari tangan Alex dan berlalu pergi


Aku tidak akan pernah melepaskanmu. Batin Alex


------------


Nayla kini berada di ruangannya


"Kerjaanmu tak pernah bener!!! ini sudah revisi yang ketiga kalinya dan masih tetap salah!! kau mempermalukan divisi ini!! aku berikan kesempatan sekali lagi. Kalau besok masih salah lagi, perusahaan akan mengeluarkanmu" ucap Bu Kepala dengan marah


Andin, wanita yang sekarang berhadapan dengan Bu Kepala hanya bisa diam menerima amukan atasannya itu.


Teriakan Bu Kepala sampai terdengar ke seluruh ruangan divisi keuangan, bahkan memberikan inspirasi untuk Nayla


"Dikeluarkan... sepertinya itu ide buruk, tapi aku harus mencobanya daripada bekerja disini 1 tahun dan terus bertemu orang gila itu" gumam Nayla


Jam menunjukkan pukul 12.00 waktunya istirahat.


----------


Di ruangannya terlihat Alex sedang menerima telpon.


"Bagaimana? kau sudah mendapatkan hasilnya?" tanya Alex


"Iya boss, perempuan itu ternyata hanya menumpang di rumah temannya, Rara. Lelaki yang mengantarkannya pulang adalah kakak Rara yang baru pulang dua hari lalu dari luar negeri. Sepertinya Nayla dan laki2 itu tidak mempunyai hubungan apa2" ucap Laki2 diseberang sana


"Bagaimana dengan rekap medisnya?" tanya Alex


"Tidak ada hal mencurigakan tentang rekap medisnya, perempuan itu hanya pernah beberapa kali ke rumah sakit untuk berobat dari penyakit ringannya" jelas laki2 itu


"Baiklah, laporkan bila ada informasi baru" ucap Alex


"Baik boss" ucap laki2 itu


Alex menutup telponnya dan berjalan ke belakang kursi. Berdiri di sana dan mengintip pemandangan yang indah dari kaca jendela ruangannya. Itulah yang dia lakukan saat sedang banyak masalah.


Aku bersyukur karena ternyata laki2 itu bukan selingkuhanmu, tapi apa yang membuatmu meninggalkanku? Batin Alex


Beberapa menit kemudian ada seorang wanita yang naik ke rooftop. Dia mengeluarkan bekal makan siangnya dan duduk di bangku. Wanita itu ternyata Nayla yang ingin melampiaskan amarahnya di rooftop. Tanpa disadari rooftop yang ia tempati adalah pemandangan yang selalu dilihat Alex di ruangannya, tapi karena kacanya hitam dari luar sehingga orang luar tidak akan mengetahui bahwa orang di dalam ruangan itu bisa melihat semuanya di rooftop.


"Penalti? dasar pria gila..." teriak Nayla sambil memukul2 udara, melampiaskan kekesalannya pada CEO nya


"Bukankah CEO adalah pria yang aku lihat di rooftop. Oh daebak sepertinya dia pria mesum, beraninya dia mengaku suamiku!! dasar pria mesum gila!!!"


"Aku harus membuatnya jengkel sampai mengeluarkan aku dari perusahaan" gerutu Nayla dengan tertawa terbahak2.


"Baiklah mari kita makan siang agar mempunyai energi untuk membalas dendam pada pria mesum itu!!!" ucap Nayla sambil membuka kotak makan siang dan memakannya dengan sangat lahap.


Alex yang melihat kelakuan Nayla di rooftop hanya bisa tertawa.


"Akhirnya aku bisa memandangi wajahmu dengan puas" gerutu Alex


----------


Keesokan harinya


Suasana pagi hari yang mencekam karena di ruangannya sekarang Bu Kepala sedang memarahi Andin yang masih salah dalam mengerjakan LPJ.


"Kau dipecat" teriak Bu Kepala


Andin hanya bisa menerimanya dan kini ia keluar dari ruangan Bu Kepala bersiap untuk mengemas barang2nya.


Bu Kepala lalu menekan tombol di telpon dan menghubungi seseorang.


"Datang ke ruangan saya" ucap Bu Kepala


Beberapa menit kemudian


Tok... tok... tok...


"Masuk" ucap Bu Kepala


Ternyata orang yang ditelpon adalah Nayla


"Duduklah"


"saya sudah mendapatkan laporan dari tutormu, katanya kau sudah banyak mengalami perkembangan... saya tau ini terlalu cepat tapi sekarang sudah waktunya kamu untuk mengerjakan tugas LPJ" jelas Bu Kepala sambil memberikan LPJ yang sebelumnya dikerjakan Andin


Nayla menerimanya lalu kembali ke ruangannya untuk mengerjakan LPJ yang harus selesai hari ini


"Bagaimana bisa aku menyelesaikannya dalam satu hari? OMG sepertinya aku akan pulang larut malam" gerutu Nayla


Jam menunjukkan pukul 12.00 waktunya istirahat


Seperti biasa Nayla memilih beristirahat di rooftop dan memakan kotak makan siangnya daripada harus ke kantin perusahaan yang harganya mahal2.


Nayla membuka kotak makan siangnya, namun pikirannya terganggu dengan berat badannya yang kian bertambah.


"Kau sangat menggoda" ucap Nayla pada makanan yang ada di kotak makan siangnya


"Tapi gara2 kau berat badanku bertambah lagi" gerutu Nayla lalu menutup kotak makan siangnya dengan berat hati


Setelah bergelut dengan kebimbangannya harus makan atau tidak, akhirnya Nayla memilih untuk makan dengan lahapnya.


Kelakuan Nayla yang daritadi membuka dan menutup kotak makan siang mengundang tawa Alex. Gadis di rooftop itu bagaikan hiburan bagi Alex yang setiap harinya dipenuhi oleh aktivitas padat.


----------


Terlihat jam sudah menunjukkan pukul 19.00, beberapa karyawan sudah mulai pulang. Kini di ruang divisi keuangan tinggal Nayla sendiri yang masih berkutat dengan LPJnya.


"Mataku tak kuat... Ngantuuuk!!!" gerutu Nayla. Ia kemudian berjalan menuju pantry untuk membuat kopi agar tetap terjaga.


Nayla membuat kopi dengan perasaan takut karena kini di pantry hanya ada dia sendiri. Sebelumnya ia pernah mendengar gosip bahwa ruangan yang paling angker di perusahaan adalah di pantry. Seketika bulu kuduk Nayla merinding terlebih ketika dia mendengar sebuah suara.


"Buatkan aku satu" terdengar suara seseorang di dalam pantry


AAAAAaaaaaaaaaaa........ teriak Nayla


-----------