Will You Marry Me??

Will You Marry Me??
Bab 16 "I love you too"



Pagi2 sekali hotel Alexander sudah dipenuhi oleh orang2, bukan pelanggan tetapi mereka adalah karyawan stasiun tv. Rencananya hari ini salahsatu stasiun tv swasta akan melakukan wawancara di hotel Alexander, salahsatu hotel bintang lima di Indonesia. Siapa yang akan diwawancara? ya, tentu dia adalah pemilik hotel yaitu Alex. Namun masalahnya adalah si empunya hotel belum terlihat batang hidungnya di hotel. Kemanakah dia??


di tempat lain terlihat sebuah mobil melintasi jalan dengan kecepatan di atas rata2. Terdengar suara perdebatan di dalam mobil.


"Aku yang akan masuk tv tapi kau yang heboh berdandan, sampai menghabiskan waktu 1 jam" keluh Alex sambil focus menyetir.


"Aku harus terlihat cantik supaya produser melirikku dan menawariku main film" jawab Nayla membela diri.


"Tak perlu make up kau sudah cantik" ujar Alex.


mendengar jawaban singkat Alex membuat pipi Nayla merona.


Hotel Alexander


"Maaf saya telat" ujar Alex kepada produser sambil menjabat tangannya.


"Tak apa, kami juga baru selesai bersiap2. Oh iya hari ini anda akan diwawancarai oleh reporter kami, dia adalah Laras" ujar pak produser sambil memperkenalkan Laras.


"Senang bertemu dengan anda, nama saya Laras" ucap Laras sambil tersenyum dan menjabat tangan Alex.


"Senang bertemu denganmu juga, saya Alex" jawab Alex sambil menerima jabatan tangan dari Laras.


mereka pun mengobrol dahulu sebelum wawancara di mulai. Laras sepertinya menaruh hati kepada Alex, terlihat dari perilakunya dan hal itu tak luput dari perhatian Nayla yang sedari tadi terus melirik mereka. Tak jauh dari sana, terdengar beberapa karyawan tv ada yang bergosip dan menyebut bahwa pak Alex dan Laras sangat serasi.


"Waaah lihatlah mereka serasi sekali. cantik dan tampan" seru karyawan tv wanita 1.


"aku iri pada Laras, sudah cantik, kaya, terkenal dan sekarang dia bisa mengobrol dengan pak Alex. jangan2 sebentar lagi mereka pacaran dan menikah. Oh tidaaaakkk... ini akan jadi hari patah hati sekantor" ujar karyawan wanita 2.


"Hei jaga ucapanmu, jangan sampai Nayla mendengarnya" ujar karyawan wanita 3.


"Memangnya kenapa? belum tentu juga Nayla benar2 pacarnya" ujar karyawan wanita ke 2.


Tak jauh dari sana terlihat seseorang mengepalkan tangannya dengan wajah merah dan mata berair seakan ingin menangis.


Kenapa aku marah melihat Alex dengan wanita itu? Batin Nayla


Wawancara selesai, semua pertanyaan dijawab dengan baik oleh Alex bahkan ada satu pertanyaan pribadi yang membuat Nayla sedikit tegang akan jawaban Alex.


Flashback


"Pertanyaan ini mungkin agak mengagetkan tapi saya harus menanyakan ini untuk menghapus rasa penasaran para wanita, karena seperti yang anda ketahui betapa populernya anda dikalangan wanita. Apakah anda sudah mempunyai pacar?" tanya Laras dengan wajah yang antusias.


"Saya hanya duda beranak satu, mana ada wanita yang mau denganku" ujar Alex sambil tersenyum.


"Anda benar2 rendah hati, padahal banyak sekali wanita yang tergila2 dengan anda. Kalau begitu saya ganti pertanyaannya, apakah ada seseorang yang anda disukai?" tanya Laras


"Sampai saat ini saya masih mencintai alm. istri saya, bahkan dulu tak ada pikiran untuk menikah lagi. Namun, akhir2 ini saya bertemu dengan seorang wanita yang baik, polos, ceria dan sangat menyayangi anak2. Dari sana saya banyak berpikir tentang anak saya yang membutuhkan figur seorang ibu begitu pun saya yang butuh pendamping hidup. Jadi saya sedang berjuang untuk mendapatkan wanita ini, ternyata dia bukan wanita yang mudah ditaklukan. Meskipun nanti saya akan menikah lagi, saya tak akan melupakan alm. istri saya, karena tempatnya tak akan tergantikan di hati saya dan anak saya" jawab Alex dengan matanya yang memandang ke arah Nayla.


Nayla keluar ruangan wawancara dengan mata yang berkaca2, dia terharu dengan jawaban Alex. Setelah kejadian hari ini, Nayla sadar bahwa ia amat sangat mencintai Alex.


Setelah berpamitan kepada produser, reporter dan para karyawan, Alex lalu mecari keberadaan Nayla namun ia tak kunjung melihatnya. Alex pun mengirim chat kepada Nayla


"Dimana kau?" tanya Alex


"Di depanmu" balas Nayla


terdengar teriakan orang2...


"Awaaasss"


semua orang langsung berlari untuk menolong Nayla dan Alex, beberapa menit kemudian ambulans pun datang....


Rumah Sakit


"Aau sakit" ujar Nayla dengan tangan yang memegang kepala. Tiba2 kilasan ingatan masa lalunya muncul dan membuat kepalanya sakit. Perawat datang lalu menyuruh Nayla untuk beristirahat, namun Nayla bersikeras untuk pergi melihat Alex.


Nayla pun pergi ke kamar sebelah, tempat dimana Alex di rawat.


"Aleexx... bangun... bangun..."


"Maafkan aku, ini semua salahku... harusnya aku yang terbaring di sini bukan kamu"


"Alex jangan tinggalkan aku sendiri, kau tahu aku amnesia dan tak punya keluarga. kau berjanji akan bertanggungjawab dengan selalu disampingku"


mata Alex terbuka sebelah untuk mengintip Nayla.


"Alex bangun, aku berjanji kalau kamu bangun aku akan jujur tentang perasaanku"


"Bahwa aku... aku... sangat mencintaimu" ujar Nayla dengan memegang tangan Alex dan menangis tersedu2.


"Benarkah?" ujar Alex


mendengar suara Alex membuat Nayla kaget.


"Aleexx..., syukurlah kau baik2 saja" ujar Nayla sambil menyeka air matanya dan memeluk Alex.


"Bolehkah kau ulangi ucapanmu?" ujar Alex


"syukurlah kau baik saja" jawab Nayla dengan sedikit terbata2.


"Bukan yang itu, tapi tentang perasaanmu" ujar Alex.


"tidak ada siaran ulang" jawab Nayla dengan malu.


"Nayla setelah melalui semua ini tidakkah kau percaya bahwa aku benar2 mencintaimu? aku mencintaimu Nayla, maukah kau menikah denganku?" ujar Alex


"Aku mau" jawab Nayla dengan tersenyum malu.


"Aku tidak mendengarmu" ujar Alex mencoba menggoda Nayla.


"Ya sudahlah, lupakan jawabanku" ujar Nayla sambil bergerak hendak keluar kamar, namun tiba2 Alex menarik tangannya dan memeluknya erat.


"Baiklah mari kita menikah" ucap Alex dengan bahagia.


Bersambung...


Tunggu cerita selanjutnya di part 17 😊😉