Will You Marry Me??

Will You Marry Me??
Bab 6 Cemburu?



Alex keluar dari ruangannya untuk menghadiri rapat karyawan, tak sengaja ia mendengar pembicaraan Sandi dan Sofia.


Selama rapat Alex tidak bisa berkonsentrasi, ia memikirkan bagaimana cara menolak Sofia. Ide gila pun muncul dalam otaknya, yaitu memperkenalkan Nayla sebagai pacarnya. Alex lalu menelepon Nayla dan menyuruhnya untuk pergi ke tempat yang telah ia berikan.


Di Butik Agnes


"loe butuh gaun buat siapa? jangan2 lo lg deket sama cwek" ujar Agnes penuh curiga.


"cerewet banget, siapin aja gaunnya" ujar Alex tak ingin menjawab pertanyaan temnannya itu.


Beberapa menit kemudian Nayla datang dan memasuki butik.


"Sini, Nes cariin gaun buat dia". pinta Alex


"Siap boss" ujar Agnes.


"Gaun?? kita mau kemana? pesta?" tanya Nayla dengan antusias.


"nanti kakak jelasin, cari aja gaun yg cocok. kakak ngga mau bawa cwek dekil". Ujar Alex


"hmm.. orang cantik mau pake apa aja tetep cantik kok" gerutu Nayla.


1 jam kemudian, Nayla keluar dengan memakai gaun hitam polos selutut dengan bagian atas yang sedikit terbuka membuat kesan elegan dan seksi. Alex seketika terpana melihat penampilan Nayla.


"Gimana? cantik ngga?" tanya Nayla


"Kak? kok malah bengong"


"Eh... emmm... lumayan lah" jawab kakaknya dengan nada gugup.


"selera kakak aneh banget sih, orang Nayla cantik gini dibilang b aja. pantes sampe sekarang belom punya pacar". ketus Nayla


"Tutup mulutmu, bnyak cwek yg ngantri mau jd istri kakak" ujar Alex


Agnes yang mendengar pertengkaran tersebut hanya tersenyum kecil, ia belum pernah melihat Alex bertengkar dengan cwek. biasanya ia cuek pada cewek. Pertanyaan besar pun muncul dalam benak Agnes, siapa wanita muda ini? setahunya Alex tidak punya adik.


"Nes... hei... loe denger ngga sih?" panggil Alex


"huh? knp?" tanya Agnes kebingungan


"Gue mau byar ni? atau gratis?" tanya Alex


"Masa orang sekelas Alex ngga bisa bayar gaun?" ujar Agnes.


"Ni gue ambil gaun itu". ujar Alex.


Setelah membawa Nayla ke butik dan Salon, kini mereka berada diperjalanan menuju pesta ulang tahun Sofia. Selama perjalanan Alex meminta Nayla untuk menjadi pacarnya dan menjelaskan alasannya.


Pesta


Sofia naik ke atas panggung hendak memulai acara, namun seketika pandangan tamu undangan tertuju pada dua insan yang masuk ke ruangan pesta. Ya mereka adalah Alex dan Nayla. Tamu undangan memuji pasangan tersebut serasi, tampan dan cantik. Melihat hal itu Sofia sangat marah namun ia tak dapat memperlihatkan amarahnya karena ini adalah hari ulang tahunnya. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun, make a wish, tiup lilin dan pemotongan kue. Kue potongan pertama diberikan kepada ayahnya dan kedua diberikan kepada Alex. Mendapatkan kue potongan kedua membuat Alex terkejut. Ia memakan kue yang disuapkan oleh Sofia.


Acara berikutnya adalah berdansa, tidak seperti pasangan lainnya. Alex dan Nayla hanya duduk saja melihat pasangan lain berdansa. Kemudian datanglah Sandi.


"Bro, siapa ini?" tanya Sandi.


"pacar gue" jawab Alex singkat.


"Nayla" ucap Nayla memperkenalkan dirinya pada Sandi.


"Gue Sandi temennya Alex" ucap Sandi.


"Nanti gue ceritain" ujar Alex


"Ashiiap, kenapa kalian ngga pergi dansa" tanya Sandi


"Males" jawab Alex


"Kasihan cwek loe, gmn kalau gue temenin Nayla?" tanya Sandi


"Dia ngga akan ..." belum selesai mengucapkan kalimatnya, Nayla sudah menjawab.


"Boleh" jawab Nayla.


Alex heran mendengar jawaban Nayla, bagaimana dia bisa menerima ajakan laki" lain padahal saat ini dia sedang menjadi pasangan Alex. Darijauh Alex melihat Nayla dan Sandi berdansa. Terlihat Sandi memegang pinggang Nayla sambil mengobrol dan tertawa. Entah perasaan apa yang muncul sekarang, namun Alex merasa hatinya sakit melihat pemandangan itu.


Melihat Alex sendirian Sofia pun mendekatinya dan memaksanya untuk berdansa dengannya, awalnya Alex menolak namun Sofia memaksa dengan alasan dia sedang berulang tahun. Alex pun mengabulkan keinginannya.


Alex dan sofia berdansa berdekatan dengan Nayla dan Sandi. Selama berdansa Alex hanya terdiam dan sesekali melihat Nayla. Ketika gerakan memutar pasangan, Alex melepas Sofia dan menangkap Nayla. Sehingga kini pasangan Alex adalah Nayla.


"kamu ngga tau malu, masa dansa depan pasangan sendiri. pantes aja masih jomblo" ujar Alex dengan kesal.


"pacar mana yang tahan sama sifat kakak yang cuek, pantes aja ngga punya pacar kyaknya dalam sebulan pacar kakak bakal kabur atau ngajak putus" balas Nayla.


Mereka bertengkar sambil berdansa, tiba-tiba Nayla hampir terjatuh karena sepatu haknya, dengan sigap Alex memeluk pinggangnya sehingga jarak mereka sangat dekat dan membuat jantung Alex berdegup kencang.


Alex melepaskan pelukannya dan menyudahi dansanya. Ia lalu berjalan menuju kursi tamu untuk minum air putih karena jantungnya kini berdebar kencang. Melihat respon kakaknya, Nayla kebingungan dan mengikutinya.


"Kak kau knp" tanya Nayla cemas.


"kakak cape, kau makanlah dlu hidangannya. kakak mau ngobrol dlu" ujar Alex.


Alex meninggalkan Nayla dan menuju Ayahnya Sofia untuk membujuknya agar mau menjual tanahnya di Bali. Nayla kemudian mecicipi makanan ringan disetiap meja dengan senang. Ia belum pernah makan makanan seenak ini, jadi ia tak mau melewatkan kesempatan emas ini. Sudah kenyang makan, Nayla pun berjalan2 disekitar pesta. Sofia melihat Nayla sedang sendirian, ia mempunya ide untuk mempermalukan Nayla. Sofia mendekati Nayla dan mendorongnya sehingga Nayla jatuh ke kolam renang. Nayla pun tercebur ke kolam berenang, namun ternyata Nayla tak bisa berenang sehingga ia tenggelam. Melihat itu membuat Sofia dan tamu undangan panik. Alex melihat keributan tersebut dan tersadar bahwa yang tenggelam adalah Nayla. Alex lalu berlari dan terjun ke kolam untuk menolong Nayla. Alex membawa Nayla ke atas dan menekan dada Nayla untuk menyadarkannya, namun Nayla tidak kunjung sadar. Akhirnya ia memberikan nafas buatan. Melihat pemandangan itu membuat Sofia sangat marah dan berlari ke dalam rumah.


Nayla pun tersadar dan Alex langsung memeluknya dengan wajah penuh kecemasan.


"ngapain kamu berenang bodoh, sudah tau ngga bisa berenang" kesal Alex.


"uhuuk... uhukkk..."


"sudahlah kita pulang dlu saja". ujar Alex


Alex menggendong Nayla menuju parkiran mobil. Di mobil Nayla kedinginan, Alex pun menghentikan mobilnya dan membeli handuk kaos serta celana


"pakailah ini" ujar Alex sambil melemparkan handuk, kaos dan celana. Alex pun keluar mobil untuk membiarkan Nayla berganti baju.


Nayla membuka kaca jendela dan meminta Alex untuk menolongnya karena ia tak bisa membuka resletingnya. Alex tidak mau dan meminta Nayla melakukannya sendiri. Nayla memaksa karena ia tidak bisa, kalau bisa ia sudah melakukannya sendiri. Alex pun menyerah dan masuk kedalam mobil. Di dalam mobil Alex membantu Nayla membuka gaunnya, gaun dengan resleting sampai pinggang membuat punggung Nayla terekspos. Punggung yang putih membuat Alex terpana, sesekali ia meneguk lidahnya melihat pemandangan dihadapannya. Nayla mungkin tidak merasakan malu karena ia menganggap Alex adalah kakaknya namun berbeda dengan Alex, pria dewasa yang tahu bahwa Nayla adalah perempuan yang tidak mempunyai hubungan darah dengannya.


Nayla pun berbalik dan mengucapkan terima kasih, melihat rambut Nayla yang basah serta bibirnya yang merah membuat Alex frustasi. Alex kehilangan kesabaran dan perlahan-lahan Alex mendekat kearah Nayla, matanya menangkap mata nayla dan perlahan mulai jatuh ke bibirnya yang menggoda. Namun ternyata niatnya ia urungkan, Alex mendekati Nayla dan mengulurkan tangannya untuk menutup jendela mobil yang agak terbuka.


"Kau mau buka lapak, huh?" tanya Alex sambil menutup jendela kaca yang terbuka sedikit.


" hehe Nayla lupa kak" ucap Nayla.


Alex pun keluar mobil dan berusaha menarik napas agar ia tenang. namun tetap saja bayangan saat Alex memberikan nafas buatan masih terbayang. Hampir saja tadi ia kelepasan. Bagaimana kalau Alex sampai mencium Nayla, Nayla mungkin akan curiga.


Nayla dan Alex sudah berganti pakaian dan sekarang mereka menuju rumah. Ketika masuk ke rumah Alex kaget karena di rumah ada ayah dan ibunya. Ayah dan ibu pun kaget melihat penampilan Alex dan wanita yang bersama Alex.


Bagaimana Alex menceritakan situasi ini kepada keluarganya?? ikuti terus kisahnya 😉😉 jangan lupa like and komen biar author semangat nulisnya 🙇😊