
Bunyi Alarm mengusik tidur nyenyak seseorang yang tidur dengan selimut yang membaluti seluruh badannya. Terlihat dia langsung membuka selimutnya dengan malas dan melihat jam yang menunjukkan pukul 05.00
Aku masih ngantuk... berikan aku waktu tidur 30 menit lagi... Batin Nayla sambil mematikan alarm.
Sedangkan di dapur terlihat seorang laki2 yang sedang asik memasak dengan wajah yang berseri2. Yaa dia adalah Alex, hari ini Alex sengaja bangun pagi menyiapkan sarapan spesial untuk Nayla dan anaknya. Makanan sudah siap di meja makan, Alex lalu pergi ke kamar untuk membangunkan Raga namun sepertinya anaknya sudah bangun lebih dulu dan sekarang sedang mandi. Alex lalu pergi ke dapur lagi.
Sudah jam 07.00 tapi Nayla belum juga turun untuk sarapan. Apa dia belum bangun? Batin Alex
Alex segera menuju ke kamar Nayla.
"Tok..tok..tok... Nay cpet turun, sarapan dah siap" ujar Alex
Namun tak ada balasan, Alex lalu menempelkan kupingnya ke pintu namun tak ada tanda2 kehidupan di sana.
Apakah dia benar2 belum bangun?? Batin Alex
"Nay" panggil Alex
"Aku masuk ya!" ujarnya namun tak ada balasan.
Alex pun mencoba membuka pintu kamar yang ternyata tidak dikunci oleh yang empunya. Terlihat Nayla yang sedang tidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya.
"Oh My Good... Nayla..." gerutu Alex sambil menghampiri kasur Nayla
"Bangun gadis cantik, kita sudah terlambat" ujar Alex namun dibalas dengan bunyi dengkuran.
"Oke kalau kamu tak ingin bangun dan bermalas2 an aku akan potong gajihmu!" Ancam Alex dengan tangan yang melipat didada. Namun tak ada jawaban dari Nayla.
"Paraah dia seperti kebo kalau tidur" ujar Alex sambil geleng2 kepala.
Tiba2 terlintas ide gila dipikirannya.
Oke kalau kau ngga bangun juga aku terpaksa melakukan cara ini. Batin Alex
Tanpa pikir panjang Alex langsung membuka selimut dan membopong Nayla di bahunya. Tapi Nayla tak juga bangun, Alex langsung membawanya ke kamar mandi dan memasukkannya ke dalam bath up yang telah diisi air hangat.
Byuuuurrrr...
"Aaaaakkkhhh aku tenggelam... toloooong" ujar Nayla sambil menggerakan tangan dan kakinya seolah ia benar2 tenggelam. Namun ia segera tersadar dan melihat sekitarnya. Pemandangan pertama yang dilihatnya adalah laki2 tampan yang melipatkan tangan didada dengan ekspresi sedikit tersenyum jahat.
"Sepertinya aku bermimpi" ujar Nayla sambil mengedip2kan matanya.
"Oke aku akan membuat ini jelas" balas Alex dengan mengambil shower dan mengarahkannya ke badan Nayla.
"Ahhh ampun... ampun... ini bukan mimpi ternyata"
"Nayla kau tahu ini sudah jam 7 lebih, kita punya meeting jam 8. Apa kau sudah lupa?" ceramah Alex dengan tangannya yang menyimpan shower.
"Maaf kak Nayla kecapean" ujar Nayla
"Sudahlah sekarang cepat mandi. Aku hitung kalau dalam 10 menit kau belum juga siap, aku akan memandikanmu" ancam Alex dengan berlalu pergi.
Mendengar ancaman Alex membuat bulu kuduk Nayla merinding, ia lalu segera mandi agar Alex tidak masuk ke kamarnya dan mencoba hal2 aneh.
Raga sudah di meja makan sendirian, dia terpaksa sarapan lebih dlu karena ia sudah mau berangkat ke sekolah.
"Raga berangkat dlu ya pah!" Pamit Raga dengan mencium tangan ayahnya.
"Iya sayang, hati2nya di jalan. Inget nanti di sekolah belajar yang bener jangan sampai seperti kemarin, papah dapat laporan dari wali kelas bahwa kamu berkelahi dengan teman sekelasmu" ujar Alex
"Bukan Raga yang memulai, Tino duluan yang mengejek Raga ngga punya ibu... Tino bilang Raga keluar dari telur" ujar Raga menjelaskan
"Papah kapan ibu akan pulang?" tanya Raga dengan mata yang mulai basah.
"Anakku sayang... Ibu adalah orang yang baik jd Tuhan sayang sekali pada ibu dan menyuruhnya untuk tinggal di surga" jelas Alex
"Tapi Raga ingin punya ibu" jawab Raga
"Ibu baru?? apa bisa" tanya Raga dengan polos
"Bisa, jadi Raga nanti punya dua ibu. Ibu Raga yang di surga dan kedua ibu Raga yang akan menemani dan menjaga Raga disini. Gmn??" tanya Alex
"Raga mauuuu, pah siapa ibu Raga yang kedua?" tanya Raga dengan antusias
Alex menjawab pertanyaan Raga dengan membisikkan nama calon ibu baru di telinganya. Raga yang mendengar nama itu langsung tersenyum bahagia. Alex lalu menyuruh Raga untuk berangkat karena ia sudah terlambat.
Sudah jam 07.30 dan Nayla belum juga keluar, Alex lalu menyusulnya ke kamar. Saat akan mengetuk pintu, tiba2 pintu terbuka dan terlihat Nayla sudah siap.
"Wah seperti biasa kau sangat cantik" puji Alex
Mendapatkan pujian dari Alex membuat Nayla aneh. Tidak seperti biasanya dia memuji seseorang.
"Kau sakit, hah?" tanya Nayla
"Bukankah sudah kubilang aku akan mendekatimu sebagai pria" tegas Alex
Pernyataannya membuat pipi Nayla merah merona, untuk menyembunyikannya dia segera turun ke bawah untuk sarapan.
"Aku sampai tidak masak sarapan. Kasihan Raga harus makaannnn..."
kata2nya tidak diselesaikan karena ia melihat meja makan yang penuh dengan makanan.
"Siapa yang memasak? Jangan bilang itu kamu?" tanya Nayla
"Siapa lagi? masa Raga. Ini pembuktian bahwa aku adalah calon suami idaman. Udah tampan, baik, jago masak kurang apalagi coba" ujar Alex mempromosikan dirinya.
"Ekhhmmm belum tentu rasanya enak" ujar Nayla sambil mengambil piring dan makanan yang tersedia di meja. Nayla mulai mencicipi makanannya dan seketika wajahnya berubah.
"Gimana? makanannya enak?" tanya Alex dengan penasaran.
"Lumayan" jawab Nayla pura2 menyembunyikan rasa masakan Alex yang sebenarnya sangat enak.
Selesai makan mereka berangkat ke kantor bersama. Tidak seperti biasa hari ini Alex bersikap sweet kepada Nayla dan membuat bulu kuduk Nayla merinding. Mulai dari memasak sarapan dan membukakan pintu mobil. Entah apalagi hal yang akan dilakukan Alex.
Tiba di kantor, Nayla dikejutkan dengan mejanya yang tiba2 hilang di ruangan. Bahkan bukan saja meja dan kursinya tapi barang2nya pun hilang. Ia segera bertanya kepada atasannya dan atasannya menyuruh Nayla untuk bertanya kepada Alex.
Apalagi yang dilakukannya sekarang? apa dia mengancamku dengan pekerjaan? jangan2 dia mau memecatku karena menolaknya... Batin Nayla yang penuh dengan tanda tanya saat sedang menuju ke ruangan Alex.
Tanpa mengetuk pintu, Nayla langsung menerobos ruangan Alex dan meracau disana.
Braaak... terlihat pintu terbuka dan ditutup kembali dengan sedikit kasar, Alex yang sedang membaca laporan tiba2 melihat Nayla dan tersenyum kepadanya.
"Lihatlah ekspresimu itu membuatku takut" ujar Nayla
"Apa maksudmu?" tanya Alex tak mengerti
"Bukankah seharusnya kau memarahiku karena masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu? tapi kenapa malah ekspresi sebaliknya yang kau tunjukkan?" ujar Nayla.
"Haruskah aku marah?" tanya Alex
"Iya lebih baik kau marah daripada memperlihatkan ekspresi seperti itu. Kau membuatku takut" ujar Nayla.
"Sayangnya wajahmu terlalu lucu dan cantik jd amarahku langsung reda" jawab Alex dengan tersenyum dan berjalan di depan kursinya lalu duduk di sana.
"Sudahlah aku ngga mau berdebat lagi, aku kesini mau tanya. Kemana meja, kursi dan barang2ku?" tanya Nayla
Alex menjawab pertanyaan Nayla dengan tersenyum dan matanya mengarahkan pada suatu tempat seakan itu adalah jawabannya. Nayla melihat kemana mata Alex tertuju dan alangkah terkejutnya dia melihat itu.
Bersambung...
Penasaran ngga? ayo ikutin terus kelanjutannya di bab 14 😉😊