Will You Marry Me??

Will You Marry Me??
Bab 12 Liburan Bersama



Alex dan Nayla berebut tidur di sofa, tak ada satupun yang mau mengalah. Nayla langsung mengkaim sofa adalah miliknya dan langsung tidur di sana. Melihat itu, Alex langsung menarik tangan Nayla. Tarik-menarikpun terjadi namun naasnya Alex terjungkal kebelakang dan Nayla tertarik hingga tubuhnya terjatuh di atas badan Alex. Situasi pun berubah menjadi canggung. Mereka larut dalam pemikirannya masing2.


Tanpa sadar wajah Alex perlahan mendekati wajah Nayla seakan ingin menciumnya, namun yang terjadi adalah Alex mendorong kening Nayla dengan jari telunjuknya dan memintanya untuk menurut jika tak ingin diusir. Nayla pun mengalah dan menuruti keinginan Alex. Setelah perdebatan sengit mereka memutuskan untuk mandi dan makan malam bersama karena sejak tadi siang mereka belum makan apapun.


Mereka makan malam di cafe hotel dengan diiringi irama musik yang romantis. Nayla makan sangat lahap bahkan menyisakan nasi disudut bibirnya, melihat itu Alex langsung mengambil tissue dan membersihkan remehan nasi yang ada di sudut bibirnya.


"Besok kakak ada rapat jadi jalan2lah sendiri" ujar Alex


"Bukankah lebih baik kita jalan2 bersama? itu akan lebih aman dibandingkan jalan2 sendiri. Kakak tau kan Nayla ngga bisa bahasa jepang. Hmmmmm.... jangan2 kakak sengaja membiarkan Nayla jalan2 sendiri biar Nayla tersesat dan akhirnya meninggalkan Nayla sendiri disini, iya kan?" celoteh Nayla.


"Kau kebanyakan nonton drama, jadi pikiranmu mulai ngga realistis" sindir Alex


"Okee besok setelah rapat kita jalan2" ujar Alex


"Horeee... makasih kak" ujar Nayla.


Keesokan harinya sesuai janji Alex, setelah selesai rapat mereka pergi jalan2. Mereka mengunjungi beberapa tempat yang indah dan makan jajanan dipinggir jalan seperti yang selalu Nayla lihat di drama2. Perjalanan berakhir di restoran, sebelum pulang mereka menyempatkan makan dahulu. Kebetulan saat itu Reski ada di restoran yang sama. Reski menyapa mereka dan meminta untuk ikut bergabung, walaupun merasa sedikit terganggu namun Alex menyembunyikan itu.


"Wah kebetulan sekali ada kak Reski disini" ujar Nayla.


"Sepertinya ini bukan kebetulan, tapi sudah takdir" goda Reski.


Mendengar rayuan Reski membuat Alex tersedak dan menyimpan sumpitnya.


"Maksudmu kau dan aku?" ujar Alex


"Bisa jadi, mungkin kau ditakdirkan jadi kakak iparku" jawab Reski dengan senyum yang merekah di wajahnya.


Nayla hanya tersenyum menanggapi pengakuan Reski sedangkan Alex yang melihat itu hanya bisa cemburu.


Makan malam telah selesai, kini Alex dan Nayla berada di dalam mobil menuju ke hotel. Selama diperjalanan Alex hanya diam membisu, tak seperti biasanya. Nayla yang melihat itu kebingungan.


"Kak kau sedang sakit?" tanya Nayla dengan menempelkan punggung tangannya ke dahi Alex.


Alex langsung menghentikan mobil mendadak sehingga membuat Nayla kaget.


"Kakak kau kenapa?" tanya Nayla heran melihat sikap kakaknya.


"Kau menyukai Reski?" tanya Alex dengan serius.


"Wah kakak ingin aku cepat menikah? apa sekarang kakak ingin jadi mak comblang?" ujar Nayla dengan bercanda.


"Aku serius" ujar Alex


"Okee... menurut kakak gmn? apa aku cocok dengan Reski?" tanya Nayla


"Kau bodoh, ini masalah perasaanmu bagaimana kau bisa bertanya kepada orang lain?" omel Alex


"Kalau begitu kakak akan memintamu untuk menjauhi Reski, kau akan setuju?" tanya Alex


"Kenapa harus begitu?" ujar Nayla


"Karena aku tak ingin melihatmu bersama laki2 lain, tak bisakah kau bersamaku?" tanya Alex dengan serius.


"Kak kau bercanda?" tanya Nayla


"Kenapa? tidak bisakah? kita bukan adik dan kakak, kau tahu itu" jelas Alex


"Sepertinya kakak sudah lelah, aku akan melupakan kejadian ini. Mari kita pulang ke hotel" ajak Nayla mengalihkan suasana yang sudah mulai canggung.


Mendengar jawaban Nayla membuat Alex patah hati, ia pun langsung melajukan mobilnya menuju hotel.


Hari ini adalah hari terakhir mereka di Jepang. Sebelumnya Nayla sudah berjanji kepada Reski untuk bertemu. Reski akan mengajak Nayla ke tempat yang paling indah di Jepang.


Nayla menunggu kakaknya di kamar hotel untuk meminta izin, namun Alex tak kunjung datang. Nayla pun mengirim chat kepada kakaknya karena Nayla sudah ditunggu oleh Reski. Nayla pun keluar hotel dan tersenyum kepada Reski yang sudah ada di depan hotel dengan membawa sebuket bunga. Reski memberikan bunga itu kepada Nayla, awalnya Nayla menolak tapi Reski memaksanya dan mengancam akan membuang bunga itu. Nayla pun menerimanya.


Tak jauh dari sana terlihat Alex yang baru saja kembali dari restoran. Sebenarnya Alex sudah membooking restoran untuk mereka makan malam. Tak tanggung2 Alex membooking semua meja dan meminta kepada karyawannya untuk mengosongkan restorannya sehingga hanya ada Alex dan Nayla disana. Rencana nya Alex akan menyatakan perasaannya kepada Nayla, ini dilakukan agar Nayla tahu bahwa Alex benar2 menyukainya.


Namun, saat tiba di depan hotel Alex melihat pemandangan yang membuatnya marah. Ya, Alex melihat Reski memberikan buket bunga dan Nayla menerimanya dengan tersenyum. Alex segera menghampiri mereka dan menarik tangan Nayla untuk ikut dengannya. Melihat itu membuat Reski kebingungan namun tak bisa berbuat apa2.


"Ikut aku" perintah Alex dengan menarik tangannya menuju ke sebuah jembatan yang sepi.


"Kak kita mau kemana?" tanya Nayla sambil berusaha melepaskan pegangan tangan Alex yang begitu kuat.


"Aku bukan kakakmu, Bisakah kau melihatku sebagai seorang pria?" tanya Alex


"Kak" sanggah Nayla


"Aku mencintaimu" ujar Alex


Mendengar pernyataan Alex membuat Nayla terdiam membisu, ia tak bisa berkata apa2 namun ada yang aneh dengan jantungnya. Rasanya jantungnya berdebar dengan kencang tapi ia tak tahu apa artinya ini.


Kenapa jantungku berdebar kencang?? Batin Nayla


"Baiklah jika kau tak bisa menentukannya, mulai hari ini aku akan menjadi seorang pria dimatamu, bukan seorang kakak yang menjaga adiknya. Kita lihat bagaimana sebenarnya perasaanmu" jelas Alex


"Jangan pulang terlalu malam" ucap Alex dengan menyentuh lembut pipi Nayla sehingga membuat pipinya merona merah.


"Aku akan menunggumu, jadi cepatlah pulang" ujar Alex sambil berlalu pergi menuju hotel.


Nayla dan Reski dalam perjalanan menuju tempat yang dijanjikan Reski. Namun pikiran Nayla tidak bisa focus dan terus teringat pada perkataan Alex.


"Maafkan aku sepertinya aku tidak enak badan, bisakah kita batalkan saja?" ujar Nayla


"Kau kenapa? mau ku antar ke dokter?" tanya Reski khawatir.


"tidak apa2, aku hanya butuh istirahat saja" jawab Nayla.


Reski dan Nayla membatalkan rencananya dan kembali pulang. Nayla sekarang ada di depan pintu kamar hotel, ada sedikit keraguan untuk masuk ke dalam namun ia memberanikan diri masuk.


"Kak?" seru Nayla melihat ruangan yang gelap gulita. Lampu pun menyala kembali, terlihat meja makan dipenuhi dengan makanan dan juga lilin membuat suasana terkesan romantis.


"Ada apa ini?" tanya Nayla.


"Kau membuat aku membatalkan rencana makan malam romantis di restoran terkenal, daripada makanannya dibuang mending aku bawa pulang sehingga kita bisa makan di kamar hotel" jelas Alex


Pipi Nayla berubah jadi merah dan senyuman terukir di wajahnya.


"Benarkah ini dari restoran terkenal? tapi ini sudah larut malam bagaimana kalau Nayla gendut?" celoteh Nayla


"Aku akan tetap mencintaimu" jawab Alex


Membuat suasana di kamar canggung dan terlihat Nayla seperti salah tingkah. Untuk mencairkan suasana, Alex menggeser kursi tempat duduk Nayla dan menyuruhnya untuk duduk.


"Ayo kita makan" ajak Alex.


Mereka makan bersama, walaupun hanya di kamar hotel namun suasana yang tercipta masih romatis.


Bersambung...


Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Nayla akan luluh dengan sikap Alex? Tunggu kelanjutannya di Bab 13 😊😊😉