Will You Marry Me??

Will You Marry Me??
Bab 2 Terlahir Kembali



Satu tahun kemudian...


Pagi hari di Jakarta


Seperti biasa pagi ini jalanan dipenuhi kendaraan yang berlomba untuk dapat segera terbebas dari kemacetan. Di antara kemacetan, terlihat seorang wanita yg keluar dari taxi dan berlari setelah memberikan ongkos kepada sopir.


"akkhh sial, gue telat!! gimana ni?? mampus bisa2 gue telat sidang skripsi, mana pengujinua killer lg", gerutu Nayla.


Wanita itu berlari sekuat tenaga dengan membawa beberapa tumpukan kertas ditangannya, wajahnya tampak merah dengan nafas yang menggebu".


Nayla yah itu namaku tapi teman-teman sering memanggilku Aya... aku mahasiswa tingkat akhir jurusan Management di UNJ. Hari ini adalah jadwal sidang skripsiku, tp seperti biasa karena sifatku yg ceroboh, aku datang terlambat dan semoga saja namaku blum dipanggil untuk sidang.


Dijalan yang sama, terlihat seorang lelaki didalam mobil yang sedang cemas sambil berulang kali melihat jam tangannya. ya, lelaki yang berpakaian rapih itu adalah Alexander seorang CEO hotel yang sangat terkemuka di Indonesia bahkan dia memiliki beberapa hotel di luar negeri. Banyak sekali wanita yang menggilai Alexander karena ketampanannya, namun sayang sekali tak ada seorang pun wanita yang dapat membuat Alexander tertarik kecuali Nadia, sang istri tercinta.


Setelah bergelut dengan pemikirannya, Alexander keluar mobil dan berlari keluar dari kemacetan. Beberapa menit kemudian Alexander melihat ojeg yang melintas dan tak jauh darisana ternyata Nayla pun melihat hal yg sama. Mereka menghentikan ojeg tersebut dan berebut untuk dapat menaiki ojeg itu.


"Sorry pak, aku udh telat bngt, boleh ngga aku dluan? nanti juga ada ojeg lagi yang lewat", ujar Nayla sambil mengambil helm dari tangan mang ojeg.


"Oh sorry nona tapi aku yg lebih dlu menghentikan ojeg ini, urusanmu mungkin tak lebih penting dari urusanku", balas Alex dan merebut helm dari tangan Nayla.


"Masa depanku dipertaruhkan disini, enak aja bilang urusanku ngga penting", ujar Nayla dengan nada yang agak lebih tinggi karena menahan amarah.


"Hei anak muda sepertimu tahu apa masalah masa depan, jangan buang-buang waktuku awass" ujar Alex sambil sdikit mendorong Nayla kemudian menaiki motor tersebut.


Tanpa disangka Nayla berdiri di depan motor sehingga motor tersebut tidak bisa melaju.


"Arrrgh Gadis kecil, ayolah minggir sebelum emosiku benar" naik!!" Gerutu Alex


"Aku bukan gadis kecil!"


"Okay, hhmmm... jangan-jangan ini pendekatan model baru ya? aku akan memberikan no. hp ku asal kamu minggir" tawar Alex kepada Nayla.


"Pede banget loh, siapa juga yg mau sama om", ujar Nayla sambil menunjuk Alex.


Karena mereka tidak ada yg mau mengalah, akhirnya tukang ojeg yg mengalah dan memberikan pinjaman motornya kepada Alex.


"Aku bisa gila kalau begini caranya, gadis cantik bisakah kamu berkendara dengan baik?" ujar Alex dengan nada sedikit memohon.


"Tutup saja mulutmu, siapa suruh kau tak bisa mengendarai motor. Aku tak punya waktu. tutup mulutmu dan pegangan yang erat" ujar Nayla sambil melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


"Kyaaaaaa gadis gilaaaaaa...." teriak Alex sambil memegang erat pinggang Nayla.


Setelah 20 menit mereka akhirnya tiba di UNJ, Nayla pun turun meninggalkan Alex yang masih shock...


"Om aku sudah sampai, pergilah bawa motornya... doakan aku lulus sidang ya om, good byee" ujar Nayla kepada Alex yang masih belum mencerna apa yang telah terjadi, beberapa detikpun Alex tersadar dan berteriak memanggil Nayla "Hei gadis gila kembali kau!! Mengapa tak antarkan aku dlu? sial!! gadis itu membodohiku, bagaimana aku bisa sampai ke ke hotel? ngga mungkin kan aku harus mendorong motornya? harusnya aku belajar mengendarai motor shiiit..." keluh Alex.


Alex lalu menelpon karyawannya untuk dapat menjemputnya di UNJ, setelah beberapa lama datanglah karyawannya yang kebingungan karena karyawan yang lain telah menunggu Alex selama satu jam untuk rapat tapi Alex malah berada di UNJ. Namun, kebingungannya disimpan dalam hati karena ia tahu bossnya sedang badmood.


Alex meminta karyawannya menelpon tukang ojeg dan memintanya untuk mengambil motornya di bengkel. Setelah beberapa menit, Alex dan karyawannya sampai di hotel. Tak biasanya Alex terlambat sampai satu jam, karyawan oun menatap dengan heran terlebih pakaian Alex yang acak"an. Walaupun dengan pakaian yang acak"an Alex tetap mempesona bagi kaum hawa...


di kantor Alex memulai rapat dan hal yang samapun dilakukan Nayla, Nayla mengikuti sidang skripsi dengan lancar walaupun ia sampat terlambat, beruntung namanya belum dipanggil. Rapat pun selesai, Alex bergegas menuju mobilnya dan pulang. Diperjalanan pulang, Raga (anaknya Alex) menelpon.


"Papah dimana? kenapa belum pulang? Raga kangen papa di rumah sepi", terdengar suara manja anaknya.


"Iya Raga sayang, papah lagi dijalan. sebentar lagi sampai rumah", ujar Alex.


"Pa.. pah cepetan", rengek Raga.


"I...", belum sempat meneruskan kalimatnya Alex terlihat shock karena tak disangka ada wanita yang berlari dan mencoba menyebrang jalan yang sedang dilalui oleh mobil Alex, naasnya mobil Alex tidak sempat menginjak rem sehingga wanita itu tertabrak. Dengan panik Alex membuka pintu mobil dan langsung menghampiri gadis itu, sesaat Alex shock...


Bersambung...


Apa yang membuat Alex shock??


Siapa wanita itu?


Apa yang harus dilakukan Alex??


okay tungguin ya cerita berikutnya 😉👍