
Sudah setengah jam Alex menunggu, bahkan ia sudah bertanya kepada karyawan dan beberapa cleaning servis di cafe namun tak ada satu pun yang tahu dimana Nayla. Alex sudah hampir frustasi, tapi tiba-tiba seorang wanita yang sedang dicarinya itu keluar dari toilet yang bertuliskan "sedang diperbaiki" dengan penampilan yang acak-acakan. Alex langsung mwnghampiri Nayla dengan cemas.
Flashback
Sudah setengah jam Nayla terkunci di dalam kamar mandi. Ia sudah berteriak dan menggedor2 pintu tapi tak ada yang mendengar bahkan sepertinya tak ada seseorang yang masuk ke dalam toilet. Akhirnya Nayla pun melakukan usaha terakhirnya yaitu dengan menaiki dinding toilet, meskipun beberapa kali sempat terjatuh, namun Nayla tidak menyerah ia tetap berusaha keluar dari toilet itu dan akhirnya ia berhasil walaupun akibatnya kaki kanannya harus terluka karena beberapa kali terjatuh. Nayla pun langsung keluar dan melihat kakaknya di dekat pintu toilet dengan raut wajah yang khawatir. Nayla tak ingin membuat kakaknya khawatir sehingga ia memilih untuk merahasiakan kejadian ini.
Flashback end...
"Kau baik2 saja?" tanya Alex penuh khawatir.
"Apa maksud kakak? Nayla kan cmn ke toilet doang" jawab Nayla dengan polos karena tak ingin membuat kakaknya cemas.
"Bodoh, kau menghabiskan setengah jam di dalam toilet. Bagaimana kakak ngga khawatir??"
"Waaah amnesiamu makin parah sepertinya, bagaimana kau lupa cara membaca hah?" omel Alex
"Apa maksud kakak? Nayla ngga ngerti". ujar Nayla
"Kamu lupa cara membaca hah? Lihat papan itu, bisakah kau membacanya?? "toilet sedang rusak" ujar Alex sambil menunjuk papan yang dibacanya.
"Sebelum Nayla masuk ngga ada papan itu kok, suer..." ujar Nayla meyakinkan kakaknya.
"Kalau gt kakak mau complain ke karyawannya, bahaya kalau gt... gimana kalau kamu dikunci di dalam gara2 pintunya rusak atau apalah... tunggu disini." ucap Alex
"Kak... ayolah jangan diperpanjang kita pulang aja ya?" sambil berjalan mendekati Alex, tapi baru beberapa langkah Nayla merasa kesakitan di kaki kanannya dan hampir terjatuh. Untungnya Alex dengan sigap memegangi pinggang Nayla dan menggendongnya menuju mobil.
"Ayo kita ke rumah sakit". ajak Alex
"Ngga usah kak, Nayla baik2 aja kok". tolak Nayla
"Mending kakak complain atau ke rumah sakit?" ujar kakaknya
"Baiklah, ayo kita ke rumah sakit" ujar Nayla
Alex terus bertanya kepada Nayla mengenai luka di kakinya, namun Nayla berdalih bahwa
luka nya didapat karena dia ceroboh di dalam kamar mandi.
Setelah dari rumah sakit, mereka segera pulang ke rumah. Selama perjalanan pulang wajah Nayla terus ditekuk karena baru saja satu hari bekerja ia harus izin selama satu minggu. Dokter menyuruh Nayla untuk beristirahat di rumah agar kakinya cepat pulih.
Keesokan harinya di rumah Alex
Seperti biasa Alex pergi ke kantor dan Raga pergi sekolah sedangkan Nayla di rumah sendirian. Ketika akan membersihkan meja makan, Nayla melihat laporan Alex yang tertinggal. Gawat padahal hari ini Alex ada rapat penting dengan perusahaan baru yang akan bekerja sama dengannya. Nayla langsung menelpon Alex namun tak kunjung diangkat, sepertinya Alex sedang diperjalanan. Nayla tak bisa menunggu lama karena ia tahu rapat akan dilakukan sebentar lagi. Nayla pun bergegas mengganti baju dan berangkat menuju hotel tempat Alex mengadakan rapat.
Hotel ini adalah salahsatu hotel terbesar di pusat kota. Dilihat dari namanya sudah bisa ditebak bahwa hotel ini milik Alex. Disinilah Alex dan beberapa perusahaan lain akan rapat.
Nayla sampai di hotel dan langsung masuk. Kebetulan karyawan Alex berpapasan dengan Nayla. Nayla pun menitipkan laporan tersebut dan tak lupa mengirim chat kepada Alex. Tak jauh dari sana terlihat Sofia yang memandang Nayla dengan tatapan tak suka. Sofia lalu menelpon seseorang dan memintanya untuk melakukan sesuatu. Sofia menyapa Nayla dan memintanya meluangkan waktu karena ada yang ingin ia sampaikan kepada Nayla. Mereka pun pergi ke cafe hotel.
"Eemm... gue mau minta maaf sama loe" ujar Sofia.
"Gue ngga salah denger? kenapa tiba2 loe minta maaf sama gue?" tanya Nayla
"Dari kemarin gue ngga bisa tenang karena merasa bersalah sama loe" ujar Sofia
"Oke gue maafin, gue ngga dendam kok sama loe". ujar Nayla.
Pelayan pun masuk dan memberikan beberapa makan dan minum yang sebelumnya dipesan oleh Sofia.
"Makasih ya, pantes aja Alex suka sama loe. loe orangnya baik banget. Gmn kalau sekarang kita jadi temen?" ajak Sofia
"Okaay, bestfriend" ujar Nayla dengan tersenyum.
"Untuk merayakannya gmn kalau kita makan, kyaknya loe laper deh. daritadi cacing diperut loe bunyi terus" ujar Sofia sambil tertawa.
"Waaah loe tau banget sih gue laper, ayoo kita makan" ujar Nayla
Mereka pun makan bersama. setelah makan dan berbincang2, mereka berpisah dan berjanji untuk bertemu lagi untuk hang out. Nayla berjalan keluar cafe tapi entah kenapa kepalanya mulai pusing, matanya mulai buram dan hampir saja ia ambruk kalau tidak ada lelaki yang menopang tubuhnya. Laki2 itu membantunya berjalan dan mengajaknya untuk istirahat di salah satu kamar hotel karena sepertinya dia sedang sakit. Nayla pun setuju dan mengikuti ajakan laki2 itu. Tak jauh darisana karyawan yang tadi dititipi laporan melihat Nayla yang masuk ke dalam hotel bersama seorang pria. Tanpa curiga, karyawan tersebut pergi berlalu menuju aula hotel/tempat rapat.
Karyawan tersebut memberikan laporannya kepada Alex dan menjelaskan bahwa Nayla yang mengantarkan laporan ini. Mendengar hal itu membuat Alex khawatir karena kaki Nayla belum sembuh, Alex pun langsung menelpon Nayla tapi tidak diangkat. Kekhawatirannya makin menjadi, ia langsung bertanya kepada karyawannya dan karyawannya berkata bahwa tadi ia melihat Nayla masuk ke dalam kamar hotel bersama seorang pria. Mendengar itu membuat Alex bertanya2 siapa pria itu? untuk apa mereka pergi ke kamar hotel?. Alex berlari menuju kamar hotel yang disebutkan karyawannya.
Flashback
Sofia menemui seorang pria yang sebelumnya ia telpon. Sofia meminta pria itu untuk memapah Nayla ke dalam sebuah kamar yang telah ia pesan dan meniduri Nayla disana. Pria itu setuju dan menunggu aba2 dari Sofia. Selain itu, sebelumnya Sofia telah membayar pelayan cafe untuk mencampurkan obat perangsang ke dalam minuman Nayla.
Flashback End...
Di kamar hotel...
Nayla dipapah masuk ke dalam kamar. Namun alangkah terkejutnya ia ketika melihat pria yang membantunya tersenyum licik dan berkata bahwa mereka akan bersenang2 hari ini. Pria itu lalu membuka bajunya dan juga kemeja Nayla. Awalnya Nayla berusaha untuk menolak namun obat yang diberikan Sofia sudah mulai bereaksi sehingga Nayla tidak mampu menolak. Kemeja Nayla akhirnya setengah terbuka dan ketika pria itu akan mencium Nayla, braaak... pintu kamar terbuka dan ternyata dia adalah Alex.
"Sialan kau" ujar Alex dengan amarah yang memuncak. Alex langsung memukuli Pria dihadapannya tampa ampu. Setelah laki2 itu tumbang, Alex menelpon satpam dan memintanya membawa pria ini ke kantor polisi. Alex lalu menghampiri Nayla dan mengancingkan kemejanya, Namun respon yang aneh diperlihatkan Nayla. Ia seperti kepanasan dan langsung memeluk Alex. Menerima perlakuan seperti itu membuat Alex terkejut. Alex meminta Nayla untuk sadar dengan mengguncang2 kan bahu Nayla, namun Nayla semakin meracau tak jelas. Nayla terus beracau bahwa ia kepanasan, Alex lalu membawa Nayla ke kamar mandi dan menguyurnya dengan air shower. Sehingga membuat mereka berdua basah, jarak mereka berdua yang dekat membuat Alex canggung dan refleks menjauh namun Nayla malah semakin mendekat dan mencium Alex. Alex melepaskan ciumannya, dan meminta Nayla untuk berhenti kalau tidak ia akan menyesal nantinya. Nayla tak menghiraukannya karena efek obat tersebut, ia malah mendekat dan memperlihatkan wajah menggemaskan. Alex tak mampu menahan lagi gairahnya, Ia mendekatkan tengkuk Nayla dan menciumnya. Seketika mereka larut dalam gairah masing2.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?? Nantikan di bab 9 😉😊
jangan lupa like dan komen ya biar author tambah semangat 🙇