
Tanpa disangka Alex mendekatkan wajahnya dan sejenak memandangi bibir merah gadis dibawahnya itu, seakan ingin melahapnya
"Menciummu??" tanya Alex dengan mata yang masih tertuju pada bibir Nayla
Gadis di bawahnya hanya bisa melotot dan menjawab pertanyaan bosnya dengan gugup, "Se...se.ratus juta" ucapnya kemudian
"Sepertinya aku harus menghitung uangku, apakah cukup untuk membayar dendanya" ucap Alex yang berhasil mendapat dorongan dari tangan gadis dibawahnya
"Kau gila" ucap Nayla setelah tangannya berhasil membuat bosnya beranjak dari atas tubuhnya
Alex hanya bisa tertawa dan menjauh dari tubuh gadis itu, "Bisa bangkrut pacarmu! pantas saja kau belum punya pacar"
"Istirahatlah" ucap bos kemudian, sambil beranjak dari duduknya dan berjalan keluar kamar
Huuufffttt... terdengar suara nafas Nayla seolah lega karena bosnya tidak melakukan sesuatu padanya.
Sekarang ia harus bergegas merapihkan barangnya sebelum hari petang. Hal pertama yang ia lakukan adalah menyimpan bajunya ke dalam lemari. Terlihat di dalam lemari ada beberapa baju bagus yang sebelumnya telah diberikan padanya
Punya siapa baju2 ini?? kenapa ukurannya bisa pas dibadanku?? Batin Nayla
Rasa penasarannya itu langsung ia enyahkan jauh2, tak ingin masuk lebih jauh dalam kehidupan pribadi bosnya ia memilih melupakan rasa penasarannya
Tak terasa hari sudah sore, akhirnya kegiatan beres2nya sudah selesai. Kini badannya terasa lengket karena keringat yang membasahi tubuhnya. Tiba2 hpnya berdering terlihat di layar Rara yang menelpon
"Hallo? kenapa Ra?"
"Aku baru selesai membereskan kamarku"
"Besok malam? aku tidak ada acara, kenapa?"
"Baiklah"
Setelah menutup telpon Nayla langsung pergi ke kamar mandi
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Kini Nayla tengah sibuk memasak di dapur, sesuai perjanjian dia akan melakukan pekerjaan rumah dan Alex berjanji akan membayarnya juga
Mereka kini tengah makan malam bersama, Alex merasa ini seperti mimpi karena Nayla berada di rumahnya bahkan makan bersama. Kini dia bisa lebih dekat dengan Nayla walaupun dengan sedikit paksaan. Suara Alex memecah keheningan diantara mereka berdua
"Kau ada acara besok malam?" tanya Alex
"Ada" jawabnya singkat
"Baiklah kalau kau sibuk" ucap Alex kemudian dengan sedikit kecewa
Mereka menghabiskan makan malam dan kembali ke kamarnya masing2
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Keesokan harinya...
Seperti biasa Nayla dan Alex berangkat bersama, namun saat sudah sampai mereka masuk sendiri2
Alex berjalan masuk ke perusahaan, anehnya semua karyawan seolah memandanginya dan seperti tengah membicarakannya. Namun Alex tak menghiraukannya karena dia terbiasa menjadi sorotan
Tak lama Nayla datang, perlakuan yang sama ditujukan oleh para karyawan bahkan mereka lebih terang-terangan menunjukkannya. Nayla mengabaikannya dan berlalu pergi menuju ruangannya
Nayla membuka pintu ruangan dan masuk ke dalam, Ayu datang dari belakang dan menyindir Nayla
"Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga... sepandai-pandainya seseorang menyimpan kebusukan dirinya pasti akan ketahuan juga" ucapnya dengan suara agak keras
Sepertinya Nayla belum sadar bahwa ia sedang menjadi topik perbincangan karyawan di perusahaan. Dia menyapa Ayu kemudian duduk di kursi kerjanya
Nico datang ke ruangan sambil berlari, kemudian dia menghampiri gadis yang sedang menjadi perbincangan hangat itu
"Naaay" teriaknya sambil berlari menghampiri meja gadis itu. Nayla melihatnya dengan heran
Kenapa orang2 hari ini sangat aneh. Batin Nayla
"Kau sudah membaca group perusahaan?" tanya Nico dengan nafas yang ngos-ngosan
"Pantas saja hari ini mereka aneh, memang ada berita apa di group?" tanya Nayla dengan nada bicara yang masih tenang
"Kau hirup nafas panjang dlu lalu keluarkan" saran Nico
"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanya Nayla dengan terheran, namun gadis itu menuruti saran dari seniornya
Huuuufffttt... terdengar suara nafas Nayla
Nico kemudian memperlihatkan layar handphonenya pada Nayla. Dilihatnya foto dirinya bersama Alex, namun yang membuat matanya terbelalak kaget adalah posisi tangannya yang berada di daerah kepemilikan bos seolah sedang memegang bahkan menurunkan resletingnya.
Ada satu foto lagi yang memperlihatkan dia dan bos dalam satu mobil yang sama dengan memakai baju yang sama seperti di foto sebelumnya. Jadi foto ini diambil di hari yang sama. Terlihat tulisan di bawah foto itu
Gadis penjerat CEO
terlihat komentar pegawai lainnya di bawah gambar
"Pantas saja dia bisa masuk ke perusahaan bahkan masuk ke divisi keuangan"
"Daebak... bahkan dia ditunjuk sebagai perwakilan dari divisi keuangan untuk ikut bergabung dalam kerjasama dengan perusahaan William"
"Aku sering melihat karyawan ini keluar-masuk ruangan boss"
Ketika tangannya akan melihat komentar selanjutnya, Nico langsung merampas hpnya dari tangan Nayla, ia tak ingin gadis dihadapannya tambah terpuruk membaca komentar kejam para karyawan
Nayla tampaknya marah dan malu, terlebih fotonya itu dipajang di group perusahaan jadi semua karyawan dari berbagai divisi bisa melihatnya.
"Siapa yang menyebarkan ini?" teriak Nayla histeris. Nico menenangkannya dan menanyakan kebenarannya pada gadis itu. Nayla lalu menceritakan kebenarannya, namun tidak dengan kebenaran bahwa dia tinggal di rumah bosnya
Nico percaya pada Nayla karena ia tahu gadis itu mempunyai kemampuan untuk menjadi anak emas dari divisi keuangan bukan karena koneksi.
Nayla terlihat frustasi melihat berita dirinya, bahkan dia merasa malu untuk pergi keluar ruangan, "Bagaimana ini?" ucap Nayla sambil menangis
"Kau tidak melakukannya, jadi jangan malu... justru kau harus berani menghadapi mereka, bagaimana kalau kita cari tahu dulu siapa pelakunya?" Saran Nico
"Baiklah" ucap Nayla kemudian
Beberapa jam kemudian, terlihat para karyawan lain tengah makan siang di kantin perusahaan sedangkan Nayla dan Nico berada di ruangan divisi mencoba mencari pelaku penyebaran foto dirinya di group
Terlihat Nico sedang focus melihat layar komputer sedangkan Nayla hanya bisa memandanginya dengan rasa terharu
"Kenapa kau terus memandangiku?" tanya Nico dengan mata yang masih sibuk menatap layar komputer
"Aku bahagia memiliki teman sepertimu" ucap Nayla sambil memeluk Nico, awalnya pria itu agak risih dan ingin melepaskan tangan Nayla dari punggungnya namun terdengar isak tangis gadis itu dipunggungnya jadi ia mengurungkan niatnya. Nico lebih memilih menepuk2 punggung gadis itu untuk menenangkannya
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Kini Alex sedang gabut karena sudah lama Nayla tidak pergi ke rooftop bahkan ia sudah berjalan2 mengelilingi kantor dan kantin tapi ia tak menemukan batang hidung gadis itu. Kemana dia saat karyawan lain istirahat? jangan2 gadis itu masih bekerja di ruangannya
Alex berinisiatif untuk pergi ke ruangan divisi keuangan namun saat ia melewati kaca ruangan itu, ia melihat gadis yang dicintainya sedang berpelukan mesra dengan seorang pria. Tangannya terkepal kuat dengan wajah merah menahan amarah. Ia langsung pergi menuju ruangannya dengan kesal bahkan ia tak menjawab sama sekali sapaan sekertarisnya
Bersambung...
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡