Will You Marry Me??

Will You Marry Me??
Bab 14 Pembuktian Cinta Part 2



Sebelumnya...


Alex menjawab pertanyaan Nayla dengan tersenyum dan itu membuat bulu kuduk Nayla merinding lagi. Lalu Alex mengarahkan matanya ke sudut ruangannya dan diikuti oleh tatapan mata Nayla.


Terlihat di sudut ruangan Alex ada meja, kursi dan barang2 Nayla yang hilang ternyata ada di ruangan Alex. Barang2 itu sudah tertata rapih disana dengan beberapa hiasan kecil yang membuat ruangan tersebut terlihat nyaman dan lucu.


"Apa ini? kenapa kau memindahkannya ke ruanganmu? jangan bilang.. " tanya Nayla namun belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya Alex sudah memotongnya.


"Kau akan pindah ke ruanganku" ujar Alex menyelesaikan kalimat yang dilontarkan Nayla.


"Kau sudah gila?" tanya Nayla


"Iya aku sudah gila karena selalu ingin melihatmu. Jadi pastikan dirimu selalu ada dalam pandanganku" ujar Alex


"Kau gila"


"Ini perintah atasan, kau ingin melanggarnya?" ancam Alex


"Baiklah bos aku akan menurut" ujar Nayla mematuhi perintah atasannya. Ia lalu berjalan menuju kursinya dan duduk disana. Alex mendekatinya dan duduk di mejanya sehingga posisi mereka sekarang berhadapan.


"Lihatlah di laci, aku sudah mengganti laptopnya dengan laptop terbaru" ujar Alex menyombongkan diri


Nayla membuka laci dan menghidupkan layarnya, namun alangkah terkejutnya ia melihat walpaper dilaptop barunya. Walpapernya memperlihatkan foto Alex disana.


"Apa yang kau lakukan? kenapa walpapernya wajahmu? bukankan laptopnya sudah kau berikan padaku?" tanya Nayla dengan kesal.


"Kau tau aku super sibuk, jadi saat kau kangen kau bisa liat foto ini" ujar Alex dengan bangga.


"Sudah cukup bagiku melihatmu di rumah dan di kantor" jawab Nayla dengan datar dan mencoba mengganti walpapernya. Alex mencoba menghentikannya dengan memegang tangan Nayla. Cobalah ganti, kalau kau menggantinya aku akan menghukummu. Alex memanyunkan bibirnya seolah memperingati bahwa hukumannya adalah ciuman. Nayla langsung menghentikan jarinya dan membiarkan walpaper laptopnya seperti itu.


"Ehem baiklah" ujar Nayla dengan pipi merah merona.


"Bekerjalah, aku akan keluar sebentar" uap Alex sambil berlalu keluar ruangan.


"Huuuffft... kenapa jantungku berdebar?" ujar Nayla aneh dengan respon jantungnya.


Karyawan lain mulai bergosip mengenai hubungan Alex dan Nayla apalagi setelah berpindahnya ruangan Nayla. Salahsatu karyawan mendengar obrolan itu dan berlalu pergi dengan sinis. Karyawan itu adalah Rani, salahsatu gadis yang tergila2 pada Alex. Rani tidak suka melihat kedekatan Alex dan Nayla.


Di ruangannya terlihat Nayla yang sedang menatap layar laptop dengan kesal. Bunyi telepon membuyarkan pikirannya, terdengar suara diseberang sana yang meminta Nayla untuk mengecek barang di gudang. Meski sempat merasa aneh karena ia bukan orang yang memiliki wewenang untuk melaksanakan tugas ini, namun akhirnya ia lakukan agar bisa terhindar dari sikap Alex yang aneh akhir2 ini. Nayla pun pergi ke gudang yang berada di lantai 3.


Kreeekkkk... terdengar suara pintu tatkala Nayla membuka pintu itu. Dari suaranya saja bisa ditebak bahwa gudang ini jarang dibuka. Terlihat kondisi gudang yang terbengkalau seakan tak pernah dirawat.


Ini sangat menyeramkan bahkan lebih menyeramkan daripada melihat sikap Alex. Lebih baik aku kembali dan mencari orang yang mau menemaniku. Batin Nayla sambil berbalik arah menuju pintu, tapi saat itu terlihat bayangan seorang wanita yang dengan sengaja menutup ointu gudang dan menguncinya dari luar. Nayla langsung berlari dan menggedor2 pintu gudung, tak ada yang merespon ia langsung berteriak sekencang2nya.


"Ada orang di sana? kumohon buka pintunya!" Toloooooong, ada orang di dalam, bagaimana bisa kau menutup pintunya!?? heiii!!" namun usahanya sia2, tak ada satupun orang yang mendengar karena letak gudang itu dekat tangga darurat yang jarang dipakai oleh orang lain.


Huuuuffft terdengar suara helaan nafas panjang Nayla.


Sial... apa yang harus kulakukan? Oh iya hp... OMG aku ngga bawa hp... oh tidak bagaimana jika aku terkurung disini seumur hidup?? Tidak... Alex pasti akan mencariku... Batin Nayla


Tiba2 suara terdengar suara langkah kaki dari sudut ruangan gelap. Suara itu semakin terdengar jelas menuju ke arahnya. Nayla memberanikan diri melihatnya, terlihat dirinya tak bisa menyembunyikan rasa ketakutannya. Bibirnya bergetar dan tangannya gemetar seolah menahan tangisnya yang akan pecah. Matanya menangkap kaki jenjang seorang pria sedangkan wajahnya tak dapat ia lihat karena gudang gelap gulita.


Siapakah pria ini? Alex tolong aku... Batin Nayla


Bersambung...


Ikuti terus kelanjutannya ya 😉😊😊


Happy Reading...