Will You Marry Me??

Will You Marry Me??
Bab 3 Pertemuan Kembali



Gemuruh suara tepuk tangan mengisi aula UNJ, aura bahagia nampak terpancar dari wajah calon sarjana management UNJ. Sidang telah usai tinggal menunggu wisuda yang akan diadakan 3 bulan lagi.


Pengumuman sidang telah selesai, kini semua orang telah bubar begitupun Nayla.


"Akh capeknya, gengs aku dluan ya!" ujar Nayla.


"Mau kemana lo ay, hang out dlu yuk?" ajak Salsa.


"Sorry gue harus kerja sa, kapan-kapan aja ya", tolak Nayla.


"Ah loe mah kerja mulu kaya ngga" balas salsa sambil tertawa


"Ya udah loe doain gue cepet kaya biar bisa hangout sama kalian trus traktir kalian hehe


Ya udah sana kerja yg rajin", ujar tman Nayla yg lain.


Nayla berjalan sendiri menuju bar tempat ia bekerja, jangan salah sangka Nayla bekerja di bar hanya sebagai pelayan. Bekerja di bar hanyalah salahsatu dari banyaknya pekerjaan yang dilakukan Nayla. Ia harus banting tulang untuk bisa membayar hutang ayahnya dan memenuhi kebutuhan kuliah walaupun sebenarnya Nayla masuk ke UNJ


dengan menggunakan beasiswa tp ada beberapa kebutuhan yang perlu ia beli dengan uangnya sendiri.


Perjalanan dari kampus menuju bar membutuhkan waktu 10 menit kalau menggunakan motor, tapi untuk menghemat uang Nayla selalu berjalan kaki sehingga ia harus datang lebih awal agar tidak terlambat. Ketika sedang berjalan menyusuri jalan yang sepi, ada beberapa pria kekar yang mengikuti Nayla. Nampaknya Nayla tahu itu sehingga ia sengaja berjalan dengan cepat. Namun, naasnya empat pria itu berhasil menghadang Nayla dan membawanya ke dalam mobil sedan. Nayla amat sangat ketakutan karena dia tidak mengenal keempat pria itu, pria tersebut pun mengaku bahwa dia diperintahkan oleh boss nya untuk menangkap Nayla karena ayah Nayla tidak bisa melunasi hutangnya da dia memberikan anaknya sebagai jaminan.


Malam telah tiba tapi mereka belum juga sampai ditempat tujuan, dalam perjalanan Nayla memikirkan cara untuk kabur. Akhirnya dengan berani Nayla berkata kepada pria tersebut bahwa dia kebelet pipis. Awalnya pria tersebut menghiraukan Nayla, namun Nayla bersikeras kalau ia tidak diperbolehkan ke toilet ia akan pipis dalam mobil. Akhirnya Nayla diturunkan dengan dikawal oleh dua orang pria.


Nayla masuk ke dalam toilet wanita sedangkan dua pria tersebut menjaganya di pintu keluar, tak disangka ternyata Nayla memecahkan jendela kamar mandi dan memanjat dinding sehingga ia bisa keluar tanpa ketahuan dua pria tersebut. Nayla berlari sekuat tenaga, namun ternyata dua pria tersebut telah menyadari bahwa Nayla kabur. Mereka lalu berpencar untuk mencari Nayla. Nayla berlari sekuat tenaga, ia sudah lelah namun tak ada orang ataupun kendaraan yang lewat untuk dimintai tolong. Nayla istrirahat sejenak, namun sialnya Nayla melihat pria tadi mendekat ke arahnya sehingga Nayla berlari lagi... Sudah tak kuat berlari Nayla melihat kilauan cahaya mobil, dan akhirnya ia nekat memberhentikan mobil tersebut dan akhirnyaaa daaaak....


tertabraklah Nayla oleh mobil itu.


Alexander adalah pria yang ada dalam mobil tersebut, Alex lalu keluar menghampiri gadis yang baru saja ditabraknya dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat gadis itu berdarah... Alex lalu membawa gadis itu ke mobil dan melaju menuju rumah sakit terdekat.


Rumah Sakit Marthadinata


Alex membawa Nayla ke rumah sakit dan dokter telah menangani Nayla. Wajah Alex terlihat cemas menunggu kabar dari dokter. Dokterpun keluar dan berbicara dengan Alex.


"Baik dok terima kasih".


Dua hari kemudian di Rs. Marthadinata


"Aww sakiiiit... jangan, lepaskan... lepaskan aku.... hiks...hiks", gumam Nayla dalam tidurnya


Alex memegang tangan Nayla untuk menenangkan Nayla. Beberapa menit kemudian Nayla membuka matanya dan orang yang pertama ia lihat adalah Alex.


"Siapa anda??" tanya Nayla


"Dokter... dokter" teriak Alex


Dokter pun datang dan memeriksa Nayla.


"Bagaimana dok?" tanya alex


"Sepertinya dugaanku benar, gadis ini mengalami amnesia", ujar dokter.


Mendengar perkataan dokter, Alex shock dan frustasi. tak berapa lama datanglah karyawannya membawa amplop berisi informasi data pribadi Nayla, Alex membacanya dan berpikir bahwa wanita ini tidak mempunyai siapa-siapa selain ayahnya yang hobi berjudi. Alex pun berinisiatif untuk membawa Nayla pulang bersamanya dan menjaganya sampai ingatannya pulih kembali. Ini sebagai bentuk tanggungjawabnya kepada Nayla.


Nayla diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Nayla pulang bersama Alex menuju kediaman Alex. Alex bingung bagaimana cara menjelaskan situasi saat ini kepada Nayla, sehingga Alex mengarang cerita bahwa Nayla adalah adiknya yang beberapa hari lalu kecelakaan. Alex tahu ini salah, namun ia bingung harus menjawab apa saat Nayla menanyakan siapa dirinya.


Alex dan Nayla sampai di rumah.


"Pa...pah..." panggil Ragi sambil berlari dan memeluk ayahnya. "Pah siapa kakak ini?"


Bersambung...


Bagaimana cara Alex menjelaskan situasi ini pada Raga??


tunggu di bab selanjutnya 😉😉