Will You Marry Me??

Will You Marry Me??
Bab 30 Pindah Rumah



Nayla berjalan dibarisan paling belakang karyawan dengan kepala yang melihat hp dan sesekali melihat ke arah jalan. Tiba2 seseorang menarik tangan kanannya hingga ia terpojok ke ruangan kecil


"Aawww" teriak Nayla dengan kaget namun pria yang menariknya langsung membekap mulut gadis itu


"Shuuuttt... jangan berisik, nanti kita ketahuan" ucap Pria di depannya dengan tangan yang masih membekap mulutnya. Nayla tak bisa melihat wajah pria dihadapannya karena ruangan gelap, beberapa detik kemudian terlihat seseorang melintasi ruangan itu sambil bergumam


"Kemana Nayla? jangan2 dia ninggalin aku" ucap salahsatu karyawan perempuan, kemudian berlari menyusul Nayla yang dikira sudah meninggalkannya


Mendengar seseorang melintasi ruangannya. Nayla merasa ini peluang untuknya kabur, kemudian dia menggigit tangan pria itu


"Kyaaakkk... sakit, lepaskan !!!" teriak pria itu sambil mencoba melepaskan tangannya dari gigitan gadis di depannya


Nayla melepaskan gigitannya dan mendorong pria itu kemudian menendang ***********. Gadis itu kini meraih gagang pintu dan keluar ruangan


"Rasakan pria mesum, aku akan melaporkanmu karena pasal pelecehan!" ujar Nayla sambil berlari


Namun kakinya terhenti saat ia mendengar suara pria itu


"Kau tak mengenaliku?"


"Sepertinya aku akan memperpanjang hukumannya, kini kau harus menjadi pembantuku seumur hidupmu!!" teriak pria itu


Nayla tercekat mendengar suara bahkan kalimat terakhir pria itu, ia kemudian berhenti dan berbalik


"OMG boss" teriak Nayla sambil berlari menghampiri bosnya


Bosnya hanya bisa merintih kesakitan karena tangannya berdarah dan kini *********** terasa nyut-nyutan. Nayla melihat bossnya dengan rasa bersalah dan khawatir


"Maafkan aku bos"


"Tapi ini bukan sepenuhnya kesalahanku, kau yang menarikku begitu saja ke tempat gelap, untung aku hanya mengingit tanganmu saja" jelas Nayla sambil menunduk


"Untung katamu? kau melukai burungku juga!! kau tahu? ini masa depanku! Aww..." rengek Alex sambil menahan rasa sakitnya


"Ayo kita ke rumah sakit untuk mengobati lukamu!" ucap Nayla sambil memapah bosnya


"Kita ke pantry saja, kau yang harus mengobati lukaku!" ucap Alex dengan kesal


Mereka lalu pergi ke pantry dengan Nayla yang memapah bosnya, terlihat bosnya harus berjalan dengan tertaih karena tendangan maut gadis itu dikemaluannya


-------------


Mereka sudah di pantry, duduk sambil mengobati luka di tangan Alex


"Bos tidak mau ke rumah sakit?" tanya Nayla dengan masih mengobati luka di tangan bosnya


"Apa gigitanmu bisa menyebabkan rabies" tanya Alex


"Kau pikir aku anjing?" jawab Nayla dengan marah


"Kalau begitu kau bisa mengobatiku" ucap Alex


Luka ditangannya telah selesai diobati, kemudian ia melilitkan perban ditangan bosnya


"Sudah" ucap Nayla


"Bagaimana dengan luka di burungku? bagaimana caramu bertanggung jawab?" tanya Alex dengan mata tajamnya menatap Nayla


"Kau ingin aku mengobatinya juga?" tanya Nayla


"Obatilah" ujar Alex


"Oke... Nayla berjalan ke arah rak piring dan membawa pisau


"Haruskah aku mengobatinya?" tanya Nayla dengan wajah menyeramkan


"Waah kau benar2 gadis gila, baiklah kita lihat apakah kau berani bahkan untuk menyentuhnya" ucap Alex sambil berjalan menghampiri gadis yang tengah memegang pisau itu


Alex kini sudah berada di depan gadis itu, ia seolah menantang gadis di depannya. Tangan kanannya sekarang sedang berusaha menurunkan resletingnya yang mengurung burungnya itu. Nayla hanya bisa menegang sambil menelan air ludahnya sendiri. Saat tangan Alex sudah memegang resleting dan bersiap menurunkannya, Nayla menghentikannya dengan memegang tangan pria itu. Tanpa mereka sadari pintu pantry terbuka sedikit, terlihat seorang karyawan perempuan melihat mereka dengan kaget. Ia melihat Nayla sedang merayu CEO dengan mencoba menurunkan resleting ******** bosnya. Karyawan perempuan itu mengambil foto kemudian berbalik pergi dari pantry


"Kau pria mesum" ucap Nayla kemudian sambil melepaskan tangannya dari tangan pria itu. Bosnya hanya terkekeh melihat wajah kesal karyawannya itu


Nayla keluar ruangan dengan diikuti oleh Bosnya. Karyawan perempuan yang sebelumnya melihat itu kini tengah mengikuti mereka. Terlihat mereka menuju garasi dan pulang bersama dengan menggunakan mobil Alex.


"Pantas saja kau mendapat perlakuan yang berbeda dari Bu Kepala, ternyata kau merayu CEO" Ucap karyawan perempuan. Nametage dilehernya memperlihatkan nama Ayu dari divisi keuangan. Dia adalah orang yang sebelumnya menguping pembicaraan Bu Kepala dan Nayla. Ayu merasa iri karena Bu Kepala lebih memilih Nayla ketimbang dirinya yang sudah lama bekerja


------------


Nayla sudah mengantarkan Alex ke rumahnya, kini ia berada di kamarnya sambil membereskan beberapa barang untuk pindah besok. Selesai mengepaki barang2nya, Nayla berjalan menuju ke kamar temannya


Tok... tok... tok...


"Ra... boleh aku masuk?" tanya Nayla


"ya masuk aja" jawab Rara


Nayla masuk dan terlihat temannya itu sedang sibuk mengerjakan laporan.


"Kamu akhir2 ini sering pulang telat" ucap Rara


"Iya, akhir2 ini aku agak sibuk" jawab Nayla


"Kita bisa hang out kapan2 tapi ngga bisa besok. Sebenernya aku mau pamit" ucap Nayla


"Kamu mau kemana?" tanya Rara


"Besok aku mau pindah, aku tak enak terus menumpang di rumahmu. Bahkan aku mengambil kamar kakakmu" ucap Nayla


"Kenapa secepat itu? apa kau sudah melihat tempatnya? Bukankah aku dan kakakku sudah bilang kalau kamu bisa tinggal disini sesukamu" ucap Rara


"Aku sudah melihat tempatnya, bagus kok dan sepertinya bisa membuatku nyaman" ucap Nayla


"Kamu tega banget sih ninggalin aku, kalau begitu izinkan aku ikut besok" ucap Rara


"Ikut? bolehkah kamu mampir ke kostanku kapan2 saja?" ucap Nayla


"Kau menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Rara


"Ngga kok, aku mohon ya?" pinta Nayla sambil memperlihatkan wajah lucunya


"Baiklah" jawab Rara dengan enggan


Keesokan harinya...


Rara dan Radit membantu Nayla mengangkut barang2nya ke mobil. Setelah selesai, Nayla berpamitan pada Rara dan Radit dan berjanji akan berkunjung


-------------


Kini Nayla sudah sampai di rumah Alex, kemudian ia menurunkan beberapa koper dari mobil dan berjalan masuk ke halaman rumah


Tingtong... tingtong...


Pintu terbuka, terlihat bosnya memakai kaos santai dan celana pendek.


"Masuklah" ucap Alex sambil membantu gadis itu membawa beberapa kopernya


"Terima kasih" ucapnya


Alex mengantarkan Nayla ke kamarnya yang terletak bersebelahan dengan kamar Alex. Kamar yang pernah ditempati olehnya satu malam itu


"Aku sudah membereskannya... Oh iya dalam lemari masih ada baju, kau bisa memilikinya" ucap Alex


"Baik, terima kasih bos" ucap Nayla


Gadis itu kemudian mengeluarkan selembar kertas dari tasnya, lalu memberikannya pada bosnya


"Apa ini?" tanya Alex dengan bingung


"Itu surat perjanjian yang aku buat, bos juga bisa membuatnya nanti bisa kita satukan lalu membahasnya bersama" jelas Nayla


"Kau benar2 membuat surat perjanjian, begitu tak percayanya kah kau padaku?" tanya Alex sambil tersenyum semu


"Bukannya begitu bos tapi kita harus membuat semuanya jelas dengan beberapa aturan" ucap Nayla


"Baiklah" ucap Alex


Bosnya duduk disamping kasur untuk membaca surat perjanjian diikuti oleh Nayla yang duduk disampingnya. Alex membaca surat perjanjian dan tertarik pada point 1


"Point 1. Dilarang melakukan sentuhan fisik, bukankah ini keterlaluan? bagaimana kalau aku tak sengaja menyentuhmu?" tanya Alex


"Itu pengecualian" jawab Nayla


"Baiklah... bagaimana kalau aku melakukan sentuhan fisik padamu? apa punnishmennya?" tanya Alex sambil mendekatkan diri pada gadis disampingnya


"Kau harus membayar denda" jawab Nayla dengan tergagap karena bosnya mendekatinya


"Kalau aku menyentuh tanganmu dengan sengaja, berapa aku harus membayarnya?" tanya Alex sambil terus memojokkan gadis disampingnya. Nayla memikirkannya sejenak sebelum menjawab


"10 juta" sambil tergagap


"Memegang pundakmu?"


"20 juta"


"Memelukmu?"


"50 juta"


Alex tambah memojokkan gadis disampingnya sampai punggungnya terjatuh ke kasur


"Menciummu" tanya Alex dengan posisi dirinya sudah berada di atas gadis itu


Tanpa disangka Alex mendekatkan wajahnya dan matanya mulai nakal melihat bibir merah Nayla seolah ingin melahapnya. Gadis dibawahnya hanya bisa melotot kaget melihat kelakuan Alex di atas badannya


"100 juta" jawabnya dengan gugup


Bersambung...


-------------