
Berkat ancamannya, gadis itu kini sudah berada di dalam mobil. Ia terpaksa masuk karena tak ingin bossnya melakukan sesuatu yang aneh
"Lebih lanjutnya akan aku jelaskan besok, tapi sebelum itu ---" ucapannya terhenti sehingga membuat Nayla mengerutkan keningnya. Perlahan Alex mendekatkan dirinya pada Nayla sehingga membuat gadis itu menjauh.
Apa yang ingin dilakukan pria mesum ini. Batin Nayla
Alex terus mendekat, namun Nayla tak bisa terus menjauh karena bahunya kini sudah menyentuh pintu mobil. Terlihat pria itu tersenyum saat tubuh mereka sudah merapat kemudian Alex menatap Nayla dan mendekati telinga wanita itu
"Tugas pertamamu, gantikan aku menyetir mobil" bisik Alex di telinga gadis itu yang kini matanya sudah membulat sempurna, "Kenapa kau diam saja, huh?" tanya Alex membuat kesadaran Nayla kembali
"Ba... baiklah Pak" jawab Nayla sedikit tergugup
"Aku tak bisa menyetir karena tangan kananku luka dan diperban, jadi kau harus mengantarku ke rumah" ucap Alex
"Baik pak" jawab Nayla dengan lesu sampai membuat Alex tersenyum menang karena kini pria itu punya alasan untuk bisa dekat dengan Nayla
Mereka kini sudah sampai di depan rumah Alex
"Masuklah dulu" ujar Alex
"Ini sudah malam" jawab Nayla singkat
"Baiklah, kau bawa mobilku... besok jangan lupa datang ke rumahku untuk bersih2 dan menjemputku!" setelah menyelesaikan kalimatnya, ia turun dari mobil, "Hati2 dijalan, jangan ngebut" ucap Alex kemudian
"Baik, aku pulang" jawab Nayla dengan wajah frustasi karena kini ia sudah terjebak dengan bosnya itu.
Nayla mengendarai mobilnya dan berlalu pergi, Alex menatapnya dengan tatapan sedih karena harus berpisah dengannya.
Maafkan aku karena merepotkanmu, tapi ini yang bisa aku lakukan untuk membuatmu dekat denganku... Aku tak akan pernah melepaskanmu istriku. Batin Alex
----------
Nayla kini sudah berada di kamarnya, berbaring sambil memikirkan kejadian tadi di kantor. ia tak bisa tidur bahkan sekarang terus mengoceh karena pekerjaannya bertambah banyak
"Dasar pria mesum... dia sengaja menghukumku!!"
"Sial, sekarang aku harus bangun lebih pagi dan menjadi pembantunya!!"
"Aaaargggghhhh aku benci Aleeex!!!" gerutu Nayla sambil meninju boneka tak bersalah yang berada di sampingnya
Tiba2 seseorang mengetuk pintu kamarnya
Tok... tok... tok...
"Ini aku Radit, ada sesuatu yang ingin aku bawa dari kamar" ucap Radit
Nayla langsung bangun dari kasur kemudian berjalan menuju pintu dan membukanya
"Maaf sudah mengganggu" ucap Radit
"Aku yang seharusnya minta maaf karena menggunakan kamarmu" ucap Nayla sambil menggaruk tengkuknya
"Tak apa, jangan merasa tak enak. kau bisa tinggal disini lebih lama" ucap Radit
"Terima kasih" ucap Nayla sambil tersenyum
"Oh iya, aku ingin membawa beberapa buku di rak" ucap Radit
"Oh iya kak, masuk aja" jawab Nayla
Radit masuk dan berjalan menuju rak buku. Tak sengaja ia melihat daleman Nayla yang tergantung di dekat rak buku. Nayla melihat arah pandang Radit dan langsung berlari membawa gantungannya dan menyembunyikannya di belakang badannya. Wajah mereka berdua kini memerah seakan malu dengan apa yang dilihat. Dengan kikuk Radit melihat buku2 di raknya dan membawa beberapa untuk dibaca. Radit membuka suara untuk mencairkan suasana
"Tak seperti biasanya, tadi kau lembur?" tanya Radit
"Huh? oh iyaa... aku harus menyelesaikan laporan hari ini jadi terpaksa lembur hehe" ucap Nayla
"Bagaimana kau betah bekerja di sana?" tanya Radit dengan matanya yang terus melihat2 buku
"Aku masih harus beradaptasi" ucap Nayla
"Semoga kamu betah, oh iya aku udh selesai" ucap Radit kemudian berlalu pergi
Huuufffttt... Hari ini aku sial sekali!!! Gara2 pria mesum itu, jadi aku tak sempet beres2 kamar...
Sepertinya aku harus cepat pindah dari rumah ini. Batin Nayla
-----------
Keesokan harinya, Nayla berangkat subuh ke rumah Alex dengan mengendarai mobil bosnya itu
Ting tong... ting tong...
terdengar suara bel berbunyi
Terlihat Bosnya membukakan pintu dengan baju tidur yang masih melekat ditubuhnya dan wajah khas bangun tidur.
"Kau tepat waktu, masuklah!" ucap Alex sambil berjalan kembali ke dalam rumah dan menguap
Nayla masuk ke dalam rumah Alex. rumah yang luas dan bersih. Sekarang ia bingung karena rumah bosnya sudah bersih, jadi apa yang harus ia bersihkan? Nayla lalu melihat2 rumah bosnya itu, terlihat sebuah foto terpasang di dinding ruang tamu.
Sepertinya dia istri pertama bos yang sudah meninggal, cantik... tapi sepertinya aku pernah melihat wanita ini, dimana ya?? Batin Nayla
Belum sempat terjawab, matanya menangkap sebuah foto. Ada foto pernikahan lainnya yang terpajang di dinding dan berhasil menarik perhatiannya
"Apa ini istri kedua bos? wajahnya seperti familiar juga" Gerutu Nayla
Namun saat melihatnya lebih dekat, ia shock karena wanita yang ada di dalam foto itu mirip seperti dirinya
"Bukankah dia mirip seperti aku?" gerutu Nayla sambil menunjuk wajahnya sendiri namun ia menenangkan dirinya sendiri dengan berkata bahwa bosnya sengaja mengedit foto dirinya sehingga Nayla bisa percaya bahwa ia istrinya bos.
"Aku tidak boleh dibodohi, ingat dia playboy yang akan melakukan segala cara untuk mendapatkan wanita yang diinginkannya" gerutu Nayla sambil berlalu pergi ke dapur untuk memasak
Beberapa menit kemudian, Nayla sudah beres memasak dan membersihkan rumah. Kini gadis itu tengah duduk di kursi tamu sambil memainkan hpnya. Beberapa detik kemudian, datang Alex
"Kemari" ucapnya singkat
Nayla tak bertanya lebih lanjut, dia menurut dan mengikuti bosnya itu. Kini bosnya berhenti di depan kamarnya dan masuk ke dalam. Nayla berpikiran macam2 dan berniat untuk lari namun bosnya keluar kamar dan menarik tangan Nayla agar ia masuk ke dalam kamarnya
"Lepaskan, apa yang kau lakukan?" tanya Nayla jengkel, "Aku sudah mengerjakan semua pekerjaan rumah" ucapnya
"Bantu aku mandi!" ucap Alex sambil menarik tangan Nayla ke kamar mandi
"Kau sudah gila, hah?" teriak Nayla sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman bosnya
"Kau berpikiran macam2 lagi ya?" tanya Alex sambil mendorong kepala Nayla dengan ujung jarinya
"Bagaimana aku tidak berpikiran macam2" ucap Nayla sambil menunduk
"Aku akan mewujudkan pikiran kotormu kalau aku sudah sembuh, lihatlah tanganku masih diperban dan rasanya masih sakit... kau harus membantuku keramas, rambutku sepertinya minta dibersihkan" jelas Alex
"Hemmmm... baiklah, awas kalau kau macam2" ujar Nayla
Mereka kemudian masuk ke dalam kamar mandi, Alex sudah melepaskan baju tidurnya (atasannya) dan sudah masuk ke dalam bath tub. Nayla kini sedang membantu membasuh rambutnya
Beberapa menit kemudian...
Mereka sudah selesai, Alex duduk di pinggir kasur.
"Bantu keringkan" ucap Alex sambil melemparkan handuk kecil ke arah Nayla yang sebelumnya akan keluar dari kamar Alex
Menyebalkan sekali. Batin Nayla
Nayla menghampiri bosnya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk. Tanpa Nayla sadari, posisi mereka kini berhadapan sangat dekat bahkan pergerakan tangan Nayla membuat dadanya berulang kali menyentuh kepala Alex.
"Cukup" ucap Alex sambil memegang tangan Nayla agar wanita dihadapannya menghentikan kegiatannya. Benar saja, Nayla menghentikan aktivitasnya dan menatap bosnya dengan bingung
Bersambung....
-----------