
Hyuna POV..
kita sudah saling kenal sejak 6 tahun lalu dan menikah sudah hampir 6 bulan.. kau masih saja diam, dingin dan juga cuek terhadapku. apa yang salah denganku hingga kau sangatlah membenciku sampai kau seperti ini. tidak bisakah kau melihatku seperti Saat kita pernah menjadi Kita yang sesungguhnya?..
"Tae-ah.. Bisakah kamu melihatku sekali saja? Kita bahkan sudah menikah selama 6 bulan, tapi kenapa kau menjadi seperti ini padaku.." ucapku padanya yang masih berjalan menaiki anak tangga, tanpa menoleh ke arahku. aku yang terduduk menahan sakit pada kakiku yang keseleo mencoba menahan nya.
" Tae-ah aku merindukanmu.." ucapku berteriak kecil karna bayangan Taehyung sudah tidak ada sembari menahan rasa sakit.
dengan perlahan aku mencoba berdiri dengan situasi kaki keseleo sangat lah tidak enak. tidak lama kemudian datanglah sekretarisnya membantu ku berjalan ke arah sofa.
"nona kau tidak apa-apa bagaimana jika aku akan. mencarikanmu dokter." ucapnya sembari membopongku ke sofa.
" tidak usah, tidak apa-apa aku bisa menahannya sebentar." ucapku kembali mencoba menahan rasa sakit yang amat pada kakiku.
" nona.. kaki andaa seperti nya mulai membengkak, apa tidak seharusnya di panggilkan dokter Choi?" tanyanya padaku serius. dengan cepat aku menggeleng kan kepalaku tanda Menolak ucapannya, sangat terlihat sekretaris Kim merasa iba dengan keadaanku..
"oh yaa. apa kau sudah menemui siapa dalang di balik kejadian enam tahun lalu?" lanjutku bertanya pada sekretaris Kim..
" tidak nona.. sampai saat ini saya belum menemukan nya bahkan orang-orang yang ada di kapal saat itu pun tak ada yang tahu menahu tentang pria yang nona maksudkan, dan aku juga sudah mengecek semua data yang terdaftar saat di kapal tapi tak ada satupun orang yang mirip dengan ciri-ciri yang nona berikan." jelasnya padaku.. aku yang mendengarkan hal itu merasa seperti tak ada gunanya mencari pria itu. semua berita tentangnya seketika lenyap di telan bumi. ntah harus bagaimana lagi aku mencari keberadaannya dan menjelaskan nya pada Taehyung kalau aku dan pria itu tak ada hubungan apa-apa.
"Ya... untuk apa kau bicara dengan ****** itu.. apa kau tak dengar aku sudah memanggilmu sejak tadi.. Yang membayarmu disini siapa? Aku apa wanita murahan itu yang membayar gajimu ahh.." teriak suara Taehyung yang seketika membuat kami terdiam kaku. dengan cepat sekretaris Kim memberi kode untuk segera pergi dari hadapanku. dengan sebuah anggukan kecil aku menyetujui permintaannya.
" Changi. bisakah kau tak berteriak seperti itu di dalam rumah. sekretaris Kim juga mendengar nya jika kau berbicara pelan" ucapku padanya namun ia hanya menatapku tajam seperti tak suka dengan apa yang kukatakan. tanpa memperdulikan tatapannya aku berjalan pelan menuju tangga dengan kaki terpincang-pincang.
"Apa kau sedang mengaturku?" tanya Taehyung padaku dengan tatapan mematikan. membuatku menghentikan langkah kakiku menelusuri tangga. tanpa memperdulikan omongannya aku melanjutkan langkah kakiku menelusuri anak tangga.
"Bukan.. bukan seperti itu aku hanya.. " ucapan ku terpotong saat Ia berkata. yang baru saja tiba di puncak tangga tepatnya aku sudah satu meter dari Taehyung.
" Hanya apa? hanya ingin mencari perhatian pada pria lain agar mereka mau menemanimu tidur seperti 6 tahun lalu?" ucapnya padaku, aku yang mendengar ucapannya sontak tak dapat berkata apa-apa karna tatapan Taehyung yang sangatlah mematikan seolah siap membunuhku.