WHO YOU

WHO YOU
Episode 26



ku lihat kini wajahnya sudah mulai memerah dan mata yang sudah mulai berlinang air mata membuatku ingin berghenti mengerjainya. Tapi satu sisi aku ingin menambah mengerjainya lagi agar ia juga kapok untuk bersikap acuh tak acuh padaku.


" Aku.. aku tak akan melakukan apapun padamu kenapa kau takut sekali padaku ah?" tanyaku sedikit menggodanya


" aku bahkan tak takut denganmu kau tahu." ucapnya mengelak. ia menatapku kesal


" oh ya baiklah kalau kau tak takut padaku. Jadi jawab pertanyaanku tadi" ucapku kembali meminta kepastiannya sembari menciumi tubuhnya.


" pertanyaan yang mana? yang tadi? aku bahkan sudah jujur padamu ia hanyalah temanku di tempat kerja itu saja tak ada yang lainnya"jelasnya padaku membuatku menghentikan apa yang kulakukan padanya.


ccccccuuuuupppp....


" Ya...!!!" teriak hyuri kembali membuatku tersenyum manis padanya


" baru ku cium saja kau sudah teriak bagaimana jika aku menidurimu disini kau pasti akan lebih berteriak bukan haha." ujarku bercanda dengannya. ku bangunkan tubuhku kembali duduk di kursiku. Ku lihat Hyuri yang sedang membereskan tubuhnya dengan wajah yang kesal.


" Baiklah aku percaya padamu. tapi .. jika kau membohongiku aku takkan main-main dengan ucapanku tadi kau tahu." ancamku padanya namun tak mendapat jawaban.


" apa kau sekarang sudah bisu sampai kau tidak bisa mejawabku? Ingatlah Dirimu kini sudah menjadi milikku dari atas sampai bawah bahkan dari nyawa dan ragamu sudah menjadi hak patenku." ucapku lagi - lagi mengancamnya tidak sebetulnya aku tak sedang mengancamnya tapi aku ingin mengingatkannya saja milik siapa dia sebenarnya.


" terserah apa yang kau ucapkan. sudahlah aku ingin kembali bekerja masih banyak pekerjaan yang ingin kukerjakan jadi bawa aku kembali" pintanya dingin padaku membuatku ogah mendengarkan pertanyaannya.


" apa yang kau katakan tadi? Ya.. apa kau lupa kau sedang bicara dengan siapa?" tanyaku lagi.


" aku takkan membawamu kesana hari ini kita akan bekerja setengah hari saja.. sisanya aku yang akan atur. dan masalah pekerjaan itu urusanku karna mall ini adalah punyaku jadi siapa yang tak bisa mendengarkan ucapanku?" lanjutku.


" ah.. sungguh menyebalkan sekali " ucapnya prustasi


" iya.. kenapa kau tidak suka? ada banyak yang ingin ku bicarakan dengannya" ucapnya lagi


" hentikan" pintaku padanya untuk menghentikan ucapannya


" kenapa? bukankah kau yang membuka pembicaraan itu?"tanyanya


" kau. masih tinggal disana?" tanyaku padanya


" ya. " ucapnya singkat


" ayo hari ini kau pindah ke rumahku" ucapku lagi padanya


" tidak mau .. jika aku tinggal denganmu lalu bagaimana dengan orang tuaku?" tanyanya padaku


" mereka bahkan sudah menjualmu padaku lalu untuk apaa kau mengharapkan mereka lagi mereka sudah membuangmu. apa kejadian tahun lalu kau tak ingat bagaimana mereka menjualmu pada pria tua? kau harusnya berterima kasih padaku aku sudah ada disana sebelum kau jadi di tiduri oleh pria mesum itu dan mengambil dirimu darinya" jelasku padanya membuat ia tak merespon


" atau kau hanya pengalihan saja agar aku bisa bebas?" tanyaku lagi


" tidak. baiklah aku akan ikut denganmu" ucapnya tak bersemangat ku lihat dirinya yang sudah mengalihkan pandangannya keluar jendela tanpa menatapku kembali.


" kau.. sungguh tak apa?" tanyaku iba


" mmm.. " ujarnya singkat. tak lama kemudian aku melajukan mobilku pergi meninggalkan parkiran mobil