
Ya tentu saja itu akan lebih bagus jika aku yang memecat mereka semua terutama dengan Yuna dia berani seai untik mengusik bagian keuangan.
uhhh.. apa ia pikir aku akan membiarkannya setelah kehadian 4 tahun lalu? Tidak akan pernah lagi aku memberi senggang untuk Keluarga mereka walaupun dengan membawa pa tua itu aku takkan seorangpun yang memegang perusahaan kakek sudah cukup 4 tahun Lalu mereka hampir membuat perusahaan kakek bangkrut dan aku yang membangun perusahaan itu sampai sejaya sekarang.
Tanpa sengaja aku melirik sekilas Hyuna yang sedang sibuk memainkan ponselnya ntah apa yang ia lakukan aku tak tahu. Kusibukkan kembali diriku dengan kumpulan dokumen yang dibawa tadi. Membaca satu persatu dokumen lalu memberikannya kembali pada Pa kim.
Dring.... driingg...
"Hyuna-ya tolong ambilkan ponselku" perintahku padanya. Tanpa menjawab ucapanku ia langsung memberikannya padaku. Terlihat nama yang terpampang jelas di layar dengan acuh aku kembali menaruh ponselku.
Kini suasana kamar kembali sunyi tanpa ada satu katapun yang terdengar hanyalah suara ketukkan keypad yang nyaring. Kami berdua hanya sibuk dengan urusan kami masing-masing, Dari sini bisa dilihat bagaimana kehidupan kami yang sebenarnya. Memang terasa seperti sangatlah asing tak ada obrolan demi obrolan seperti manusia normal lainnya yang selalu membuat pertanyaan dan menjawab pertanyaan.
Bukannya tak ada pertanyaan yang ingin kami lontarkan mungkin situasi yang kami hadapi berbeda dari pada yang lain. Mungkin menurut Hyuna ia tak begitu mengenalku tetapi tidak denganku.. Aku bahkan mengetahui bagaimana Hyuna dan siapa dia sebenarnya, memori otakku bahkan masih menginat kenangan kita saat kami kecil dulu dan karna kejadian naas itu Hyuna bahkan tak mengingat sama sekali siapa aku dan kita.
Tanpa terasa matahari mulai menyinari seisi kamar membuatku mengalihkan pandangan Ternyata waktu sudah mulai siang tanpa sadar aku mengalihkan pandangan kearah Hyuna yang sudah terlelap kembali.
driing.... driinggg
Kembali suara ponsel berdering dengan cepat aku mencari asal suara itu agar tak membangunkan Hyuna. Mataku terhenti saat melihat panggilan yang masuk itu ternyata dari ponsel Hyuna bukan hanya itu sajaa tetapi nama yang terpampang jelas di layar.
HARU..
'Untuk apa ia menelponnya pagi-pagi seperti ini? Sungguh wanita yang tak taat pada aturan, sudahku katakan untuk tak berhubungan dengan pria lain ia malah melanggarnya. Apa yang harus ku lakukan sekarang untuknya agar ia kapok.'pikirku
Dengan rasa penasaran yang memuncak aku dengan iseng ku coba untuk memeriksa ponsel miliknya mumpung ia masih tertidur dengan pulasnya. Ku periksa satu persatu dari galeri, file-file, aplikasi ,pesan dan panggilan ponselpun tak luput dari pencarianku. Selama sibuk mencari-cari tanpa sadar aku membuka salah satu foto dimana terlihat sepasang anak kecil yang sedang duduk manis di sebuah taman yang sangat tak familiar di ingatanku. Ya.. bagaimana tidak ptia dan wanita kecil itu adalah kami dan kembali mengingatka ku dengan masa kecil kami yang sungguh manis. Ntah kenapa pikiranku kembali memberikan sebuah pertanyaan besar di otakku.
Bagaimana Hyuna mendapatkan beberapa foto kami di ponselnya? Apa Hyuna sudah mengingatku dan kami? Ka,rna setahuku foto-foto ini sudah lama sekali ku cari-cari.