WHO YOU

WHO YOU
Episode 10



"ini kau tanda tangan saja disini" ucapnya kembali sembari mengeluarkan kertas yang ada di celananya ntah sejak kapan ada disana.. tanpa banyak bertanya aku langsung membacanya. baru aku ingin membaca seketika..


" ahh.. aku lupa.. sebelum aku lupa beritahumu kalau membaca itu pakai suara agar kau bisa mengingat secara detail isi itu semua." ucapnya lagi.tanpa menjawab aku menuruti semua yang ia pinta.


" Syarat yang harus kau lakukan untuk membayar itu semua adalah.


1. Kau harus selalu siap melayaniku setiap aku menginginkannya kapanpun,dimanapun itu tak boleh membantah. Jika hal itu di lakukan hutang akan berkurang 5% setiap Di layani.


2. apapun yang aku inginkan jangan di bantah. jika sekali membantah hutang semakin naik 5% ..


3.Pelaku yang berhutang harus wajib berada disisinya sampai hutangnya lunas.


4. pelaku harus tinggal di rumahnya sampai hutang lunas


5. Pelaku tak boleh bersentuhan,berbicara, atau melakukan apapun terhadap lelaki manapun. jika di langgar hutang pelaku akan naik 5%


6. pelaku hutang harus siap mengikuti kemanapun aku pergi.


7. pelaku akan di fasilitaskan black card untuk keperluan apapun kecuali, membelanjakan orang lain. jika ketahuan denda 10jt.


8.jika hutang sudah lunas dengan melakukan semua yang tertera diatas pelaku wajib mengikuti peraturan berikutnya.


apa ini semua? dari segimana peraturan ini menguntungkanku?" tanyaku tak terima.


" kau benar-benar bodoh atau apa. aku yang dengar saja bisa mengingat itu semua dengan benar.." ucapnya santai sembari menatapku meremehkan.


" tentu saja.. itu sama saja aku bekerja denganmu seumur hidupku.." ucapku membenarkan ucapanku tadi.


" baca peraturan nomor 9. itu sudah sangat jelas dan bahkan kau ku berikan black card. kau tahu kartu tanpa batas limit atau vvip" ucapnya menegaskan pembicaraannya. aku yang mendengar ucapannya hanya bisa membuang nafasku kasar.


" jika kau tak mau yasudah jadi jangan salahkan aku untuk mengambil kembali uamg yang sudah aku berikan waktu itu padamu sampai 3 hari kedepan bagaimana?"tawarnya lagi padaku. bahkan ucapannya sekarang itu bukan tawaran tapi ancaman yang halus membuatku mau tak mau menerima apa yang ia inginkan. Tanpa banyak pertanyaan apapun dan keputusan yang sangat berat kulakukan agar keluargaku aman lebih baik ku tanda tangani saja.


Baru aku ingin mulai menandatangani..


" nahh.. itu baru wanitaku ahhh.. tidak kau bahkan tak pantas di sebut wanita tapi barang." ucapnya membuat tanganku menggepal."kau sungguh mengambil keputusan yang tepat bukan.." ucapnya lagi tanpa memperdulikan ucapannya dengan cepat aku mentanda tangani surat pernyataan itu.


"apa kau puas.. sekarang biarkan aku keluar.." ucapku sinis dan berdiri mencoba meninggalkannya namun hanya tawa yang ku dapat.


" hmmm.. tidak semudah itu.. karna kau sudah mengtanda tanganinya sekarang lakukanlah apa yang seharusnya kau lakukan." ucap Taehyung sembari menarik tanganku kembali duduk di pangkuannya.


" Aku mengingikannya" ucapnya padaku tanpa menatapku melainkan ke tubuhku.