
Setelah perkataan spontan yang ku berikan pada Tae, seketika membuatku mengingat masa lalu walaupun tak mengingat begitu jelas tapi aku yakin aku dulu memang pernah menulis novel tapi tidak begitu ingat bagaimananya.
Ku tatap Tae yang seperti terkejut dengan perkataan yang kulontarkan tadi.
" Tae-ah? Ada apa denganmu?" tanyanya agak linglung..
"Tidak ada" ucapnya menepis dan seketika ia pergi meninggalkanku sendiri.
TAEHYUNG POV
Bagaimana dia bisa berkata seperti itu tadi? apa ia mengingat sesuatu tentang Masa lalu? aku harap ia tak mengingat hal itu ya.. aku harap.. aku tak ingin kehilangan dia lagi..
Baru beberapa langkah aku meninggalkannya spontan tubuhku berjalan mendekatinya kembali dan mencoba duduk di sampingnya. Semenjak ucapannya tadi membuatku kaku tak bisa berbicara,Aku takk ingin terlihat aneh olehnya.
"Baiklah kalau seperti itu maumu.. aku akan ikuti apa yang kau katakan .. asalkan harus tahu siapa dirimu disini dan apa posisimu disini ok. Setelah ini aku tak ingin mendengar ocehan orang lain ataupu dirimu yang tak begitu penting" Ujarkan kembali.. tak lama kepala pelayan datang menghampiri kami yang sedang berbincang.
"Tuan.. ini ada barang nyonya yang tertinggal" ucap pelayan itu sembari memberikan tas miliknya padaku. Dengan sigap Hyuna mengambil tas miliknya di tanganku
" Sini punyaku" ucapnya kembali dengan cepat aku menarik tas milikknya dan mencoba membongkar semua isi tasnya
"buang semua barang ini aku tak ingin melihat ini semua.. Kau sudah tak membutuhkan barang jelek seperti ini." ucapku lagi
" Tidak.!! karna aku tau mana barang yang bagus dan mana barang yang Tidak.!!" ucapku lagi ketus.
" kau harus belajar bagaimana cara menghargai suatu barang Tae-ah. kau takkan bisa seperti ini terus jangan sampai kau terkena karma" ucapnya menyumpahiku
" apa kau sedang menyumpahiku?" tanyaku
" Tidak .. aku tak bermaksud bilang seperti itu maksudku kau harus menghargai sesuatu yang ada tak bisa semena-mena seperti itu. jika kau ingin di hargai dan di hormati seseorang kau harus menghargai sesuatu hal yang kecil" ucapnya memberikan arahan yang sedikit membuatku tersentuh dengan perkataannya
"Tak perlu menghargai sesuatu selama aku masih mempunyai kuasa takkan ada seseorang yang berani melawanku"ucapku gigih..
" hmmmmm.. terserah kau saja.. intinya aku tak ingin membuang tas ini.. Ntah kenapa aku sangat menyukai barang ini" ucapnya kembali.
'menyukai barang ini? Bukankah itu artinya ia mengingatku saat kita masih kecil dulu?'
" Apa istimewanya itu di banding dengan tas-tas branded yang ku berikan padamu di lemari sampai bertumpuk-tumpuk. dan Hyuna-ah kau itu sudah besar untuk apaa masih pakai tas sekolah seperti ini" ucapku mencoba memancingnya. ya aku ingin mencari tau apa ia ingat denganku yang kecil.
" Ya.. ada yang istimewa.. walaupun aku hanya mengingatnya sedikit saja tapi aku ingat dengan anak itu.. Pria yang waktu itu memberikan tas ini sebagai gantinya tas ku yang sudah jelek dan kotor saat aku dulu di hampir di lecehkan oleh teman-teman kakakku." ucapnya memberitahuku. tanpa perkataan apapun aku hanya mendengar ia bercerita walaupun sesekali aku tersenyum juga mencoba mengingat masa-masa kecil kami dulu.
" Setelah ia memberikan tas ini padaku ia lalu berkata Kau tetaplah disampingku sampai takkan ada lagi orang yang menyakitimu dan menghajar mereka satu per satu. Semenjak ia melindungiku pada saat itu juga teman-teman kakaku atau bahkan anak-anak lainnya takkan ada yang berani menyakitiku. sudah itu saja yang aku ingat. Aku bahkan lupa siapa nama anak itu,dimana rumah anak itu dan mungkin hampir semuanya aku melupakan kenangan masa kecilku yang tragis dulu" ujarnya sembari tersenyum kecil menceritakannya. Ku tatap dirinya yang sepertinya mencoba menahan tangisnya, Rasanya ingin sekali aku memeluk tubuhnya dan berkata Aku sudah ada disini kau tenanglah jangan menangis..