WHO YOU

WHO YOU
Episode 14



" yaa.. Tae-ssi apa yang kau lakukan"teriak Hyuna yang melihat Henry sudah berada di dalam kolam renang karna ku dorong.


" ahh.. mian... " ucapku sembari berlalu meninggalkan hyuna yang terlihat kesal dengan tingkahku.


" henry-ah.. sini ku bantu" ucap Hyuna. aku yang mendengar perkataannya. ku balikkan tubuhku menghadap Hyuna yang sedang berusaha membatu henry keluar dari kolam. dengan emosinya aku berjalan ke arah mereka dan menendang tubuh Hyuna.


byyyuuurrr...


"ahh.. sorry.. aku tak sengaja.. sungguh" ucapku kembali dengan dingin dan kembali meninggalkan mereka.


Dengan amarah yang makin membara aku berjalan menelusuri lorong menuju kelas Hyuna mahasiswa lain yang melihat kearahku merasa takut dengan expresi kemarahan yang kutunjukkan.


Tiba di kelas aku mencari nama Hyuna di Loker dan mencoba membukannya.. sialnya loker itu ia kunci dengan gembok. Tanpa pikir panjang aku mengambil kursi dan mengarahkannya ke arah loker Hyuna mencoba untuk membukanya. Terdengar triakkan dari para siswa lain yang terkejut dengan kelakuanku. Pintu loker hyunapun terbuka.


Kulihat setiap buku-buku miliknya dan baju seragam miliknya pun ku keluarkan dari loker. Mataku tertuju pada sebuah dompet yang sudah pasti itu punya Hyuna. Kubuka isi dompet itu dan dengan penuh tak percaya dengan apa Yang kulihat.


"woahh.." ucapku tak percaya sembari mengeluarkan foto kecil yang ada di sudut dompet. sangat terlihat jelas itu foto Hyuna dan henry yang sedang berduaan seperti di cafe. Ya.. sangat terlihat sekali di foto mereka sangat manis. membuatku sulit untuk berkata apa lagi.


Ku robek foto itu dan membuang asal dompet Hyuna, Tatapanlu kembali tertuju pada ponsel milik Hyuna. Ku mainkan ponselnya baru saja aku membuka kunci terlihat foto wallpaper terdapat foto Hyuna yang sedang mencium seorang pria yang aku sendiri tak tahu pria itu siapa.


Seketika ponselnya mendapatkan pesan.


aku juga mencintaiku. Aku akan tetap berusaha menjadi yang terbaik untuk kita jadi aku harap kau jangan terlalu memikirkan hal yang buruk. Ku tak ingin kau sakit . Jika aku merindukanmu aku pasti akan menghubungimu atau jika perlu aku akan mengunjungimu..


Dengan senyum yang tak percaya aku membaca secara detail isi pesan ini yang membuatku semakin menjadi.. Ku bawa dompet dan ponsel miliknya dan berlalu meninggalkan kelas tanpa membereskan kembali loker miliknya.


Ku berjalan menelusuri Tiap-tiap lorong mencari seseorang yang ingin ku temui dan meminta penjelasan padanya. Kulangkahkan kakiku berjalan cepat tanpa melihat wajah sekitar yang mungkin bertanya diriku kenapa.?. sudah lorong demi lorong, kelas demi kelas, dan tempat terakhir aku bertemu dengannya masih tak melihat sosoknya.


"Sial.. " dumamku sembari memukul tembok kantin. dengan tatapan aneh dari semua orang yang ada disini aku masih tak memperdulikannya hingga terdengar suara


" Apa yang kau lakukan Tae ? mengapa kau memukul tembok yang bahkan tak mempunyai salaah padamu. " tanyanya padaku. tanpa memperdulikan dia yang di sampingku aku melanjutkan mencari wanita ini.


" ya... kau ingin kemana? " tanya suara itu padaku membuatku menghentikan langkahku dengan tatapan tajam nanti sinis ku berikan padanya. sedangkan yang berhadapan denganku hanya tertawa receh.


" apa kau mencari Dia? " tanya dirinya kembali.


"aku tadi melihatnya dengan Henry di taman." ucapnya lagi. tak lama kemudian terdengar suara memanggil.


" Minho-ah" panggil seorang wanita yang kutahu ia pacar dari pria di depanku ini.