WHO YOU

WHO YOU
Episode 36



Baru melihat-lihat galery di ponsel hyuna seketika aku di kejutkan dengan tangan yang mengambil paksa ponsel ku dongkakkan kepalaku yang kini menghadap dirinya.


" uhh.. kau sudah bangun"ucapku santai seolah tak terjadi masalah


" mmm.. kau sedang apa lihat-lihat ponsel milikku?" tanyanya sedikit sinis membuatku seketika menaikkan alis kananku


" Hanya iseng saja. kenapa aku tak bisa lihat ponselmu?" tanyaku kembali


"" Tentu saja tidak bisa apa kau tahu kata Privasi? uhh.? aku saja tak pernah penasaran dengan urusanmu kenapa kau malah melewati batas?" tanyanya.


" lalu kau ingin seperti apa kita? dan menurutmu aku akan melakukan hal itu? Ingatlah ini rumahku jadi aku mau lakukan apapun itu adalah urusanku termaksud urusan pribadimu itu juga akan jadi urusanku" ucapku singkat membuatnya tak dapat berkutik


"siapa mereka?" tanyaku lagi mencoba memancingnya apa sungguh ia ingat dengan diriku kecil atau tidak


"hmmm..?? siapa?" tanyanya bingung


"Apa kau sedang ingin bercanda denganku?" tanyaku


"Aku sungguh tak mengerti dengan yang kau bicarakan, mereka siapa?" tanyanya kembali


"uhh.. mereka.. ntahlah aku juga tak begitu mengingat siapa pria yang ada di foto ini hanya saja jika di lihat-lihat kembali setiap moment dalam foto ini itu sedikit membuatku senang" beritahunya


Ahh.. benar juga untuk apaa aku cape-cape bicara dengannya. sungguh bodoh bagaimana aku bisa lupa sedang kan ia mengalami lupa ingatan.


Ya.. tepatnya itu sekitar 10tahun lalu Hyuna mengalami kecelakaan mobil yang cukup parah sehingga ia melupakan semua orang yang ia kenal termaksud pula aku. atau mungkin ia memang sudah melukapan aku sejak saat kami duduk di bangku 5 sd saat itu aku terpaksa pindah ke new york untuk tinggal disana karna urusan bisnis kakekku.


Memang aku dan hyuna sudah bersahabat sejak kami masih sangat kecil atau bahkan bukan saat itu, Orang tua kami yang memang bersahabat saat mereka SMA namun sayangnya tak lama setelah aku terbang ke new york orang tuaku dan Hyuna mengalami kecelakaan saat yang bersamaan ketika mereka sedang dalam perjalanan.


Perasaanku saat mereka mengalami kecelakaan adalah sangatlah hancur yang bahkan orang pertama yang kucari dari kecelakaan saat itu bukanlah kedua orangtuaku melainkan Hyuna. Ya.. aku bahkan tak tahu kenapa aku langsung mencarinya.


Setelah menelusuri beberapa lama ternyata Hyuna tak berada dalam mobil yang orang tua kami kendarai, Dimana ia berada di dalam rumah nenek dan kakeknya saat itu. Kecelakaan itu memanglah cukup tragis membunuh mereka semua tanpa ampun atau bahkan aku sama sekali tak dapat melihat wajah ibuku.


Namun setelah beberapa bulan ibuku dan kedua orang tua Hyuna ayahku sudah menikah dengan adik dari ibukku sendiri dan secara bersamaan pula Hyuna di angkat menjadi anak kandung orang lain yang kini sudah menjualnya kepadaku hanya karna uang.


sungguh ironis memang keadaan kami seperti ini tapi aku sengaja melakukan hal yang mungkin akan sangatlah menyakitkan untuk Hyuna menghadapi sikap dinginku. Aku hanya sedang mencoba melindunginya dari orang tua angkatnya.


Namun yang membuatku sangatlah membenci mereka adalah mereka bisa-bisanya mengorbankan Hyuna hanya untuk menyelamatkan anak kandung mereka yang saat itu juga ingin pergi kesekolah menaiki mobil. Atau bisa dibilang mereka sengaja menyuruh Hyuna untuk masuk kedalam mobil mereka karna mereka tahu rekan bisnis mereka melakukan hal licik pada mereka.