WHO YOU

WHO YOU
Episode 34



"Sungguh? kapan kau mengatakannnya?" tanyaku agak sedikit iseng dengannya. Ku tatap wajahnya yang sedikit kesal akan tetapi sangat terlihat sekali ia seperti enggan untuk beradu argumen denganku.


"ahh.. sudahlah aku tak ingin beradu argument denganmu. Ingat yaa aku sedang datang bulan jika kau berani membuatku kesal aku takkan segan untuk memakimu" ucapnya sembari bergegas pergi dari kamar dengan membawa piring.


" Kau.. sudah semakin berani ya untuk melawanku? apa aku terlalu baik untukmu sampai-sampai kau semakin melunjak saja uhh?" tanyaku lagi


""apa kau tak ada kerjaan lain selain menggangguku?"tanyanya mengalihkan pembicaraan


" tidak untuk apa aku bekerja? aku sudah kaya untuk apa terlalu bekerja keras." ujarku asal namun memang itu adalah kenyataan aku tak usah terlalu memikirkan hidup ini karna hidupku saja sudah diatas awan untuk apa susah-susah menghadapi hidup. bukankah aku sudah memberi mereka semua gaji mereka itu sangatlah pantas untuk mereka karna mereka hidup dengan uangku. jadi mereka harus berusaha keras untuk menjadi bawahanku.


"hmmm.. begitukah? kau yakin sekali kalau kau akan selalu ada diatas Tae? Tapi terserah katamu aku tak perduli dengan yang kau katakan aku hanya bisa mengingatkanmu saja jangan terlalu berlebihan dalam beramsumsi kau takkan tahu apa yang akan terjadi nanti Tae"ucapnya panjang setelah itu ia tak terlihat lagi di dalam kamar.


Di dalam kamar ku buka satu persatu dokumen-dokumen yang sudah ada sejak tadi sembari memainkan laptop mengetik kata demi kata hingga tanganku terhenti saat melihat Hyuna kembali masuk kedalam kamar. tanpa memandangnya lama aku kembali meneruskan pekerjaanku.


"oh ya sekarang weedkend yaa. pantas saja kau tak kekantor"ucapnya dari sampingku ntah sejak kapan ia sudah berada di sampingku mungkin aku terlalu fokus dengan pekerjaan yang sudah mulai menumpuk.


tok... tok..


" oh ya. siapa orang yang membuar laporan keuangan ini apa ia masih baru atau bagaimana?" tanyaku dingin


" Itu nona Yuna tuan" beritahunya


"Yuna? siapa yang menyuruhnya untuk membuat hasil laporan ini?"tanyaku lagi


" Dia yang memintanya sendiri tuan."ujarnya


" bukankah ia masih baru bekerja di perusahaan? kenapa ja bisa mengerjakan hal yang seharusnya bukan untuk ia kerjakan?" tanyaku


" Pecat semua orang yang ada di departement keuangan. untuk apa aku membayar mereka tiap bulan tapi mereka masih tak bisa bekerja dengan baik sampai ia menyurugmh seorang anak magang yang mengerjakan laporan keuangan? walaupun ini hanya laporan keuangan bulanan tapi tak sepatutnya mereka menyuruh anak magang apa lagi orang asing yang bisa seenaknya membuar laporan keuangan" ujarku sedikit kesal. Ya aku memang tak suka jika anak dari ibu tiriku mencari muka denganku atau bekerja di tempat hal yang begitu sensitive di perusahaan apa lagi saat tahu anaknya memegang departemen keuangan 4 tahun lalu. Bagaimana bisa mereka mengambil begitu banyak uang perusahaan dan memanipulasikan dokumen. apa mereka bpdoh ahh.. bisa- bisanya mencari masalah denganku. dan sekarang mereka dengan mudahnya memasukan Yuna kedalam departement keuangan dan membuat laporan ini?


" oh ya.. begini saja jangan beritahu mereka semua dulu kalau aku memecat mereka semua hari ini tunggu hari senin saja suruh mereka mengadakan rapat denganku jam 11" ucapku lagi.