
Keheningan mulai menghampiri kami tak ada satu katapun yang dapat kami buat untuk memulai sebuah pembicaraan. Aku yang mulai bingung untuk memulai obrolan dari mana satu sisi aku juga berpikir ini kesempatan yang sangatlah bagus untuk mendekatkan diri kembali padanya setelah hampir 10 tahun aku tak berjumpa dengannya.
ya.. aku dan Hyuna sudah berteman sejak kami kecil bahkan kedua orang tua kami dan nenek kakek kamipun mengetahui hubungan kami yang waktu kecil sangat dekat. hanya sajaa saat kami berusia 5 tahun aku di kirim ke amerika untuk melanjutkan sekolah disina bersama dengan ayahku dan ibu tiriku.. Membuat kami terpisahkan sampai saat 2 tahun lalu.
kadang aku berpikir apa ia memang sudah benar-benar melupakanku sama sekali atau ia masih ingat dengan janji kita yang dulu? untuk selalu bersama dan kau memintaku untuk melindungimu dimanapun dan kapanpun kau berada.
Tapi semua tlah berubah kau tak seperti Hyuna yang waktu itu ku kenal. kau menjadi seorang yang pemurung,pendiam dan tak banyak tingkah. semuanya pun tlah beda kau semakin cantik dan manis. hanya saja yang berubah adalah kehidupanmu yang tlah hancur karna ibu tirimu yang sudah mengambil semua harta ayahmu saat sakit sehingga kau rela melakukan apapun untuk bekerjaa dan mendapatkan uang.
Yang membuatku terkejut adalah pertemuan kita yang sungguh tak di sengaja mengambil keperawananmu. Namun aku tak menyesalinyaa aku sangat bahagia sekali bisa memilikimu sepenuhnyaa kini. Aku sangat bahagia karna bisa melihatmu mengandalkanku dan membutuhkanku walaupun ku lakukan dengan cara ini . cara yang sangat menyakitkan dan akan membuatmu semakin membenciku.
Sudah setengah jam kami berdiam diri tak ada diantara kami yang membuka suara untuk memulai percakapan. Aku melihat ke sekelilingku memastikan semua aman dan tak ada satu orangpun disini. Agar diantara kami tak ada kecanggungan setelah apa yang tlah ku perbuat padanya.
" Apa kau memanggilku hanya untuk memandangi sungai?" tanyanya dingin sepertinya ia mulai bosan dengan kondisi disini.
" hmmm.. kenapa? apa kau ingin berinisiatif sendiri untuk melakukan hal lain denganku.. seperti.. " ucapku menggodanya
" saat kita di ruangan itu?" sambungku lagi menggodanya tak lama ia menghadapkan kepalanya melihatku.
cccuuuupp...
Membuatku sedikiit terkejut tapi sangatlah menyenangkan kutatap wajahnya yang sedikit terkejut dengan ini.
' ahh sial kenapa malah terjadi ketidak sengajaan seperti ini .' ucapku menyesali percakapan ini.
Tak terasa sekelibat aku seperti mengingat sesuatu yang aneh.
Aku melihat diriku yang sedang duduk di tepi sungai bersama seorang anak kecil yang sangat tampan yang sedang melakukan hal sama dengan yang kami lakukan saat ini.
"aaaa.."teriakku pelan sembari menutup kedua telingaku dengan kedua tanganku, merasakan kesakitan di kepalaku.. sangat sakit sepeerti ingin pecah.
"kau kenapa? apaa kau baik-baik saja?" tanya seorang di sampingku. Aku melihat pria yang disampingku ternya ini masih Taehyung, ia terlihat sangat khawatir dengan keadaanku. Dengan sadar aku segera melepaskan tangan Tae yang menempel di kedua pundakku tanda tak ingin di sentuh olehnya.
Ia yang melihat apa yang kulakukan hal itu kembali mensandarkan dirinya mungkin Ia berpikir apa yang sedang ia lakukan bagaimana bisa tangannya reflek memegang bahuku.
Setelah semuanya merasa aman dan tak terjadi apa-apa.
" oh ya.. aku ingin tanya padamu tadi dengan hal yang kau jelaskan tadi padaku" tanyaku masih tak bisa mengerti dengan ucapannya.
" yang mana?" tanyanya kembali dingin
" Apa memang semua orang kaya memperlakukan semuanya itu dengan hal keji seperti itu?" tanyaku kembali. kini aku mengganti posisiku menghadapnya.