WHO YOU

WHO YOU
Siapa aku?



Seol 2017


"Tuan muda pertama, ada pesan dari Sekretaris Kim" ucap pak Lim supir pribadiku.. sambil memberikan ponsel kepada diriku yang duduk di kursi belakang.


"kenapa?" tanyaku malas sembari memegang tablet yang ada di genggamanku selama perjalanan dari kantor.


"Tuan muda pertama, Tuan dan Nyonya besar ingin bertemu anda, dan Tuan muda kedua katanya ada sesuatu hal yang ingin disampaikan pada kalian berdua nanti malam saat makan malam. " ucapnya disana,aku mengangkat sebelah alisku memikirkan apa yang ingin ayahku katakan.


"mmm.. " ucapku kembali malas menjawab. ku lihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 5 sore.


" Tuan muda apa Tuan muda lupa kalau hari ini adalah Hari ulang tahun Nyonya besar?" tanya supirku lagi mengingatkanku.


"ulang tahunnya? jinja? aku bahkan tak tahu kalau hari ini ulang tahun wanita itu.!" ujarku tersenyum sinis..


" ya. setelah antar aku ke kantor Kau Carikan kado cocok untuknya saja,Aku sangat malas untuk repot-repot membelikannya hadiah.aku akan menunggumu di kantor sampai jam 7." beritahuku lagi. sembari memberikan kartu debitku kepadanya.


"baik tuan muda." ucapnya menyudahi percakapan ini.


Sesampai diriku di kantor dengan cepet aku menjalankan kaki jenjangku meninggalkan mobil yang ku tinggalkan. Ya.. apa lagi kalau bukan aku harus cepat-cepat mengerjakan kerjaanku yang akan ku bawa Lusa ke Indonesia.


Waktupun sudah menunjukan pukul 7 malam. Sempainya aku di depan gerbang rumah yang sangat besar dan sangatlah luas beserta penjagaan yang super ketat. Jarak dari pintu gerbang cukup memakan waktu sekitar 5 menit untuk ke pintu rumah utama kalau jalan mungkin bisa di bilang sekitaran 15 menit lamanya.


Terdapat sederet mobil-mobil mewah di depan mobilku, ya ku tahui pemilik mobil itu. Siapa lagi kalau bukan Adik Tiriku yang pertama dari istri kedua ayahku bernama Kim Wookie dari informasi yang kudapatkan adalah dia seorang pria yang sangat ******** kerjaannya hanya bisa ke klub, menghamburkan uang dan juga tidur dengan berbagai wanita.


Akupun keluar dari Pintu mobil yang sudah di sambut dengan banyaknya pelayan yang berdiri rapih di depan rumah utama.Tanpa memperdulikan mereka semua aku berjalan meninggalkan mereka dengan tatapan yang dingin dan cuek begitu juga dengan sekretaris ku yang sejak tadi ikut denganku.


Keributanpun terjadi ketika Kaka Ipar dari adik Tiriku yang kedua membuka suara.


"Ibu, selamat ulangtahun yang ke 50 semoga kau selalu sehat dan bahagia." ujarnya sembari memberikan sebuah kotak kecil di tangannya. Ibu tirikupun mengambilnya dengan senyuman yang palsu. Diikuti pula dengan yang lainnya memberikan selamat dan juga hadiah padaNya,Membuatku sedikit muak.


" Bisakah kalian Diam? ini di ruang makan bukan di ruang keluarga,aku kesini bukan hanya ingin mendengar ucapan menjijikan dari mulut kalian. Dan sebenernya apa yang ingin ayah katakan padaku? Jika tidak ada aku akan pergi masih ada banyak hal lain yang inginku kerjakan" ucapku dingin kepada ayahku yang duduknya tepat di hadapanku. ayahku yang mendengar ucapanku terlihat sangat kesal padaku.


" jika kau berani meninggalkan ruang makan ini kau akan ku coret dari daftar keluar, dan kau akan ku asingkan ke negara lainnya bahkan akupun takkan memberikanmu sedikitpun harta warisan padamu. kau paham" bentak ayahku padaku membuat sekeliling ruang makan ini hening dan tegang seketika kecuali aku.


" apa? kau ingin mengeluarkan ku dari daftar keluarga yang menjijikan ini? silakan saja kalau kau inginnya begitu aku takkan peduli, bahkan aku juga sudah tidak menganggapmu sebagai ayahku sejak kau menutup kasus ibuku meninggal, orang sepertimu bahkan tidak pantas untuk di panggil ayah ataupun suami." ucapku dingin yang membuat semua mata tertuju padaku keculi para pelayan.


"kau, beraninya kau katakan padaku seperti itu? Pak Han kemarilah..!!"Triak ayahku marah saat memanggil salah satu Pengacara rumah besar ini. Tak lama kemudian Pengacara yang di panggil datang dalam hitungan detik.


"Segera hapus nama Kim Tae Hyung dari daftar keluarga kita. Dan kau segeralah keluar dari rumah ini" ucap ayahku padaku. baru saja Pengacara Han ingin meninggalkan ruang makan


" ahh.. Rumah ini? ayah apa kau lupa siapa pemilik asli Rumah ini? ini masih atas nama kakekku bukan atas namamu ingat itu. kakekku belum mati bahkan belum meninggalkan surat wasiat kalau rumah utama ini milikmu." ucapku kembali pada ayahku yang membuat ayahku syok mendengar ucapanku padanya.


" dan pengacaran Han bukankah kau bekerja untuk kakekku bukan untuk ayahku? lagi pula kau ini hanyalah seorang pengacara berani sekali kau lalai dalam mengaca diri siapa yang memperkejakan kau." ucapku mengancam pengacara Han agar Ia tak berani melangkah dan melakukan apa yang disuruh ayahku.


"ahh.. lebih baik aku pergi dari sini saja daripada aku harus meladeni kalian semua. Oh ya ini kado untuk ibu tiriku yang sangatlah rendah di mataku." ucapku padanya dengan dingin dan senyum yang menunjukan sinis. sedangkan sekretaris ku yang mengerti maksud hal yang kumaksud memberikan kotak kecil berwarna biru padaku. saat menerima pemberian dari sekretarisku dengan cepat ku buang pelan kotak kecil itu ke depan ibu tiriku,terlihat gelindingan cepat yang sedang berjalan ke hadapannya.


" Ya... Bisakah kau bersikap lebih sopan pada ibumu!!!" Triak ayahku padaku


"Ibuku sudah di surga.. dia bukan ibuku tapi wanita murahan yang naik ke kerajangmu dan kau tiduri di depan mata ibuku dan aku." ucapku kesal mengingat kejadian 20tahun lalu. Segeralah aku pergi meninggalkan rumah ini.