WHO YOU

WHO YOU
Episode 31



"Sudahlah kau tak usah membuang banyak air matamu untuk hal yang mungkin menyakitkan untukmu. Lebih baik kau tidur saja, Lupakan semua yang tlah terjadi pada nasibmu itu semua sudah jalan hidupmu maka hadapilah jangan dikit-dikit gampang menangis. Sekali aku melihat kau menangis untuk hal yang tak berguna aku akan menyeretmu kembali ke rumahmu. Karna jika kau menangis, Tangismu takkan merubah takdirmu. Maka dari itu kau harus menjaga nama baik Keluarga Kim kau mengerti.. Jangan mudah menyangi, Jangan mudah sedih dan jangan lakukan hal bodoh. Aku tak ingin reputasi Keluarga besar Kim jelek hanya karnamu" Ucapku mencoba membujuknya. Ya walaupun kata-kataku agak kasar setidaknya bisa mengubah jalan pikirannya.


" Aku tak menangis aku hanya sedang meratapi pilihan hidupku kali ini" ucapnya kembali sembari menghapus air matanya yang masih terus keluar.


Tanpa meminta berkata apapun padanya, Kulangkahkan kakiku berjalan meninggalkannya sendiri dalam kamar untuk mengambil berkas-berkas di kantorku tepatnya di ruangan sebelah kamar.


Didalam kantor kududukan santai tubuhku di kursi yang empuk dengan pikiran yang kacau dan juga berkas-berkas yang brantakkan. Kuambil satu per satu kertas yang mengisikan data keuangan perusahaan dan lain sebagainya.


Ku tengok jam tanganku yang sudah menunjukan pukul 12 malam. dengan mata yang sudah tak bisa di ajak bergadang kini kuputuskan untuk tidur saja kembali kekamar.


Didalam kamar aku melihat Hyuna yang ntah sudah terlelap atau pura-pura aku tak tahu. Yang ingin kulakukan sekarang hanyalah tidur saja tak ingin memikirkan hal lain.


Kunaikan tubuhku ke atas kasur mencoba berbaring sebentar, Malah semakin membuatku tak nyaman tidurnya. Ku buka kembali mataku kini melihat Hyuna yang sedang memunggungiku. dengan perlahan aku menggeser tubuhku untuk mendekati tubuhnya.


"Tenanglah... aku takkan memakanmu. untuk hari ini biarkan aku tidur sembari memeluk tubuhmu." ucapku saat merasakan Hyuna yang sepertinya terkejut dengan kedatanganku.


Esok Harinya diriku terbangun namun mata ini enggan untuk dibuka dengan perlahan aku meraba-raba kasur mencari seseorang tapi tak ada Spontan membuatku membuka mata dengan lebar.


"Hyuna-ah" Teriakku yang masih duduk di kasur..


" Hyuna-ah" teriakku lagi memanggil namanya. tapi malah tak ada suara juga.


Aku sudah memanggil namanya tapi kenapa ia tak ada? Kuharap ia takkan kabur lagi.. kumohon... kumohon..


"Hyuna-ah" Teriakku disekitar rumah mencari keberadaannya hingga tak lama terdengar suara


" Tuan Muda.. anda mencari nyonya muda?" tanya seseorang yang kubisa tebak ini siapa. Kubalikkan tubuhku dan ternyata benar suara kepala pelayan.


" Dimana wanita itu?" tanyaku padanya


" saya juga tidak tahu tuan muda setahu saya sejak tadi pagi saya bangun nyonya muda memang tak ada. kupikir ia masih tidur tuan muda" Ucap kepala pelayan kembali.


" jika ia ada di kamar juga aku takkan mencarinya sampai kesini.. paham" ujarku kesal. Dengan sedikit kesal aku menggaruk kepalaku yang tak gatal.


" cepat cari dia sampai ketemu. dan coba lihat di Cctv apa dia mencoba kabur atau dimanapun itu cari dia" ucapku seraya pergi meninggalkannya sendiri.


Sial.. pikiranku masih kacau karnanya bagaimana ia kabur.. tapi gimana ia bisa kabur sedangkan di rumahku ini luas banyak cctv dan para penjaga ga mungkin ia bisa kabur dari rumah ini.


Baruku buka pintu kamarku langkahkupun terhenti seketika melihat sosok wanita ada di atas kasur sedang berbaring..