WHO YOU

WHO YOU
Episode 28



Hyuri pov


Diam.. aku hanya bisa diam dengan apaa yang di katakan Taehyung padaku. Teriakkannya membuatku tersadar dengan siapa aku berbicara sekarang.. Sakit.. sungguh sakit saat ia berbicara itu secara terus menerus padaku kata-kata yang slalu diulang jika aku membantah perkataannya..


Walau itu benar yang ia ucapkan tak seharusnya juga ia mengatakan hal yang kasar seperti itu padaku. aku juga Wanita yang masih mempunyai harga diri. Tapi aku bahkan tak bisa menyuarakan hakku padanya. Benar hidupku hanya ada di tangannya.


Terkadang aku berpikir bagaimana aku harus menjalani hidup ini jika diriku sendiri saja bukan milikku bahkan dirinya saja takkan mungkin untukku.


Tibalahh kami di sebuah rumah yang megah dan mewah terlihat dari dalam mobil sudah ada beberapa pelayan yang berbaris di depan pintu menyambut kedatangan kami. Terdengar suara ketukkan di sampingku membuatku tersadar dari rasa kagumku. Ya itu ketukkan dari Taehyung menginayaratkanku untuk membukakan pintu mobil.


Baru kami berjalan memasuki kumpulan pelayan yang berbaris seketika mereka semua menunduk hormat pada kami. Salah seorang pria yang usianya cukup muda mungkin seumuran dengan kami berdiri sejajar diantara kami dan mulai mengikuti kami sampai kedalam.


" semua barang-barang nyonya sudah kami siapkan di kamar anda Tuan muda." ucapnya pada Taehyung disampingnya.


"mmm.. oh yaa.. atur semua jadwalku untuk pekerjaan besok sampai beberapa hari kedepan" ucap Taehyung padanya


" Baik Tuan. Tapi tuan anda tak ke universitas?" tanyanya bingung


" tidak.. Atur semua data-data yang di perlukan untukku dan dia keluar dari universitas lalu urus semua data-data dirinya.."perintah Tae pada pria ini.


" ahh.. kenalkan dia Nyonya baru di rumah ini apapun yang ia perintahkan pada kalian harus kalian kerjakan dan jangan biarkan dirinya keluar dari rumah ini." beritahunya lagi.


" Selamat datang nyonya muda" ucap mereka semua bersamaan aku yang mendengar hanya bisa diam dan tak ingin membuka suara.


" kau ikut aku" perintahnya lagi. tanpa pikir panjang aku mengikuti kemana ia pergi.


"Ini akan menjadi kamar kita. Dan ingat kata-kataku kau tak boleh keluar kemana-mana. kemanapun kau ingin pergi kau harus lapor padaku. Semua barang-barangmu sudah tersedia semua baju,jam,perhiasan semuanya sudah ada di sebelah sana. oh ya.. ini. " ujarnya sembari memberikan dompet padaku


" Semua kartu,uang di dalam dompet ini milikmu.kau pegang ini"ucapku lagi padaku


" tidak. aku tak butuh ini semua." ucapku sembari melempar dompet miliknya ke kasur.


" aku tak suka di perlakukan layaknya binatang peliharaanmu. Tae-ah.. kumohon beri aku kebebasan ahh. aku. aku tak suka di perlakukan seperti ini aku janji aku akan mengikuti semua perkataanmu tapi jangan kurung aku di rumahmu.. aku aku akan membayar semua utangku padamu ku mohon beri aku satu kali kesempatan untuk itu." pintaku padanya sembari memegang tangannya.


"Tidak." ujarnya dengan menghempaskan tanganku.


" lalu Bagaimana aku bisa membayar semua utangmu jika kau saja mengurungku seperti ini." ucapku lagi


" gampang.. kau hanya perlu menjadi pelayan Seksku saja bukankah itu mudah?" tanyanya padaku tajam membuatku terdiam sebentar.


"Baiklahh jika kau ingin aku menjadi pelayan seksmu aku akan lakukan tapo ku mohon padamu aku ingin tetep kuliah. itu pintaku" ucapku memohon padanya.


" ya.. itu apa hanya itu saja yang bisa kau katakan padaku? bahkan dari awal saja itu kata-katamu tetep saja kau mengulanginya lagi." ucap Tae padaku.