WHO YOU

WHO YOU
Episode 21



Kulihat ia mengikuti arahanku untuk mengisi barang-barang di rak yang kosong. Usai itu aku menyuruhnya untuk ikut denganku ke gudang. Ntah mengapa aku merasa ada yang aneh dengan sikapnya tak biasanya ia mengikuti atau bahkan menuruti perintahku hari ini? ada apa dengannya?


Otakku masih terus saja berpikir apa yang sedang ia rencanakan kali ini untuk mengerjaiku? aku seharian merasa sangat was-was jika berada di dekatnya karna takut ia akan mengerjaiku habis-habisan kali ini.


Aku sungguh tak ingin itu terjadi jika itu di tempat kerjaku. aku bisa saja malu dan kehilangan pekerjaanku jika itu semua terjadi tamatlah aku..


Tiba kami di gudang aku masih disibukkan dengan pikiranku yang terus saja berputar-putar mencari jawaban yang tepat untuk situasi ini. Sedangkan disisi lain aku memegang secarik kertas yang sudah kutuliskan guna mencari barang apa saja yang sudah kosong di rak untuk mengisinya kembali.


Ekor mataku mencoba melirik sedikit ke arah Taehyung yang berada di sampingku mungkin melihat situasi gudang yang penuh debu, kotor, dan sempit hanya bisa di lewati 2 orang saja.


" berhentilah menatapku heran dan bertingkahlah biasa saja.. aku takkan melakukan apapun disini" ucapnya tiba-tiba membuatku terkejut dengan ucapannya.


" apa yang kau bicarakan aku sama sekali tak mengerti dengan ucapanmu barusan" ucapku menolak untuk ucapannya yang benar. Bagaimana bisa ia tahu apa yang ada di otakku. Dia itu apa?


" aku tahu apa yang ada di otakmu bahkan sangalah ketara dari raut wajahmu dan tingkahmu yang seperti menjaga jarak denganku. " ucapnya kembali memulai menggodaku.


" Hmmm.. terserah yang kau katakan saja intinya aku hanya ingin kau bersikaplah seperti tak mengenalku saja disini. aku takk ingin orang lain tahu kalau kita saling kenal." ucapku mencoba mengancamnya.


"... Siapa juga yang ingin di kenal olehmu? apa itu sangatlah penting untukku?" ucapnya dengan percaya diri kini kami saling memandang satu sama lainnya. Mencoba untuk saling bertelepati melampiaskan amarahku yang mungkin sudah memuncak.


" baguslah kalau begitu.. ngomong-ngomong untuk apa orang sepertimu bekerja disini?" tanyaku yang penasaran. Terlihat ia melipat kedua tangannya di dadanya


"lalu?" tanyaku lagi yang masih belum puas dengan jawabannya


" apa kau tak tahu? Toko swalayan ini kini sudah menjadi Milikku. jadi apa salahnya aku Owner mereka melihat kemampuan kerja kalian?" ucapnya sembari mengeluarkan senyum licik miliknya.


" apa??" teriakku tak percaya ucappanya.


" ussshh sudah kau jangan berteriak di dalam gudang. nanti akan terdengar oleh karyawan lainnya jika kita saling kenal satu sama lain bagaimana.. haha" ucapnya sembari tertawa menang di hadapanku.


" aiss.. siall.. !!!" ucapku kesal.. ku balikkan badanku menhadap tumpukkan kardus di depanku.


" apa yang kau katakan tadi? kau barusaja memakiku?" tanyanya padanya. aku yang mendengar itu hanya bisa meliriknya kesal tak mau melanjutkan pembicaraan apapun padanya.


" bisakah kau tolong ambilkan yang ada di atas itu?" pintalu padanya untuk mengalihkan pembicaraan kami.


" kau berani memerintahku?" tanyanya lagi padaku..


" baiklah jika kau tak ingin aku pinta tolong aku yang akan ambil sendiri. kau tunggu disini" ucapku kembali.. baru aku menaiki tangga untuk mengambil barang diatas terdengar suara seorang pria.


" Hyuna... apa yang sedang kau lakukan?" tanya seorang pria. ku tengokkan kepalaku untuk melihat siapa itu. ternyata dia SuHo, Patner kerjaku Pria tampan , tinggi, baik serta di kagumi semua wanita yang bekerja disini.