
" yaa ... memang seperti itulah keadaannya sekarang" ucapnya menyetujui ucapannya.. Aku yang merasa seperti tak mempunyai harga diri disini tapi apa yang bisa aku lakukan aku juga membutuhkan uang itu dan juga ini diriku tak sebanding dengan nilai uang itu.
" sudahlah kau jangan terlalu banyak berfikir inilah hidupmu jadi kau harus menjaninya dengan semangat.. kau masih beruntung masih ada aku di sampingmu yang bisa membantu keuanganmu bagaimana jika orang lain? mungkin mereka akan melakukan hal yang lebih kejam dari yang kulakukan padamu..haha." ucapnya sembari tertawa bahagia dengan ucapannnya sendiri Aku yang mendengarny hanya terdiam tak ingin melanjutkan pembicaraan apapun padanya
" apa masih ada sesuatu yang ingin mau katakan?" tanyaku lagi untuk terakhir kalinya.
"mmmm.." ucapnya dengan wajah yang berpikir keras.
" jika tak ada aku ingin pulang." ucapku padanya baru saja aku berdiri ia menggenggam tanganku
" apa kau ada acara malam ini? jika adaa kau harus membatalkan janjimu dan datanglah kerumahku nanti malam aku akan menjemputmu di rumahmu"ujarnya sembari berdiri.
" aku tidak bisa ke rumahmu aku sedang tidak enak badan" ucapku beralasan karna jika aku menyetujui omongannya aku takkan bisa pergi dengan henry
" apa kau sakit? sejak kapan kau sakit? dan bagaimana kau bisa sakit bahkan saat aku menidurimu waktu Sma kau bahkan tak pernah sekalipun menolak ucapanku" ucapnya tajam padaku
"kenapaa kau masih mengungkit masa lalu. bisakah kau melupakannya. aku sungguh tak ingat kejadian dulu, ku mohon padamu" ucapku lagi sembari berlalu.
" bagaimana aku bisa aku melupakan saat itu dulu kau sangatlah manis saat di ranjang dan jugaa aku masih mengoleksi vidio-vidio kita jadi mana mungkin aku melupakan itu semua" ucapnya sembari teriak aku yang mendengarnya dengan cepat berjalan menghampirinya.
" bisakah kau tak membuka semua itu disini? jika kau tak suka dengan perilakuku kau bisa pergi dariku dan mencari jalang lain untuk kau tiduri. Jika bukan karna aku berhutang padamu aku takkan mau untuk tidur dengan lelaki sepertimu. dan ingat aku bukan budak sexs mu.." ucapku lagi menjelaskan padanya tak terasa air mataku mengalir.
" haha. jika kau tak ingin ku perlakukan itu padamu mengapaa kau memohon bantuanku dan menawarkan dirimu padaku.. Ingatlah jika bukan karna aku kau takkan bisa hidup sampai saat ini jadi jaga sikapmu padamu.. aku tunggu kau di depan rumahmu nanti malam.. jika kau tak ada akan ku sebar vidio kita pada orang lain" ancamnya padaku sembari berjalan meninggalkanku. aku yang mendengar ucapannya sungguh merasa sangat tak perduli dengan ancamannya.
Kupandang dirinya yang berjalan meninggalkanku dari kejauhan .
" Kauu sangat jahat.." teriakku padanya aku berfikir mungkin ia mendengarnya tapi ia malah mengabaikanku.
Di otakku sekarang adalah pilihan untukku memilih Taehyung atau Henry. dimana satu sisi aku tak ingin menbuat henry kecewa padaku dan satu sisi juga aku tak ingin vidio sialan itu disebarkan oleh Taehyung..
Maalam sudah tiba sedangkan aku masih terdiam di dalam kamar memikiran apa pilihan yang tepat.Ku ambil ponselku dan mengirim pesan
To: Henry
Hen maaf aku sepertinya tak bisa datang kerumahmu.. aku merasa tak enak badan, dan aku titip salam saja pada ibumu kalau aku juga merindukannya. kapan-kapan jika aku merasa baikkan aku akan datang kerumahmu.. maaf aku beritahunya telat.