WHO YOU

WHO YOU
Episode 39



Sopan? Baik? apa maksudnya itu aku harus menjadi seseorang yang penurut untuknya? Seseorang yang harus selalu mengikuti apa yang ia katakan tanpa aku bantah? Bagaimana bisa aku mengikuti alur seperti itu sedangkan aku sudah terbiasa hidup seperti ini, Aku.. Aku bagaimana bisa menuruti semua aturan konyol perintah yang sangatlah semena-mena? Aku bukannya tak ingin melawan juga aku bukannya ingin mengikuti semuaa itu hanya saja aku hanya ingin di hargai juga sama seperti manusia lainnya bukannya seseorang yang bisa merendahkan orang lain. Hidupku sudab sangatlah sulit untuk aku jalani, Aku sudah bersusah payah untuk bisa sampai di titik ini sekarang aku harus semakin bersusah payah lagi menahan semua sakit, semua benci, semua rasa malu, dan harga diriku.


Apakah aku salah melakukan semua yang kulakukan? Aku hanya ingin menjalani hidupku sesuai keinginanku apakah itu sangat sulit? aku hanya ingin ada seseorang yang bisa slalu bersamaku dan melindungiku bukannya menjatuhkan harga diriku sebagai wanita. Aku tahu dan aku sadar dengan pilihanku yang memilih Taehyung sebegai pelindungku tapi kadang aku juga berpikir mungkin dengan berada di dekatnya aku bisa menjauh sementara dari mereka yang slalu menjatuhkanku. walaupun aku tahu resiko dari pilihanku tapi akan lebih baik seperti ini menghilangkan rasa beban sedikit demi sedikit walau harus menjual diriku padanya dan membuat kesepakatan yang konyol denganya.


Usai kepala pelayan pergi kucoba untuk tak memikirkan banyak hal2 buruk dan mencoba mencari solusi lain agar akupun bisa aman sementara waktu disini.


"apa yang kau lakukan disini?"tanya suara yang terdengar sangat familiar


" tidak ada. aku hanya ingin duduk saja disini apa masih tidak boleh?" tanyaku dingin namun tak ada jawaban darinya.


" Boleh saja.. kau boleh lakukan apapun di rumah ini, hanya satu yang tak ku perbolehkan padamu"ucapnya juga dingin


" aku tahu itu. sudahlah jangan bahas. dan juga apa yang kau lakukan disini, sangat mengganggu saja"ucapku ketus seolah tak ingin berdebat dengannya


" hanya ingin saja.. " ucapnya lagi sembari duduk di kursi yang tak jauh dariku tanpa melihatnya lama-lama segera aku alihkan pandanganku agar hilang rasa kesalku padanya


" Oh ya kau masih tak menjawab pertanyaanku" ucapnya kembali sembari menatapku serius


" ahh. sudahlah tak perlu di bahas lagi, dan jangan lupa malam ini aku ada jadwal makan malam dengan para tamu penting. kemungkinan Keluargamu akan datang jadi kau bersiaplah" ucapnya memberitahu


" bisakah aku tak usah ikut?" tanyaku


" hmmm.. bisa saja hanya saja dengan satu syarat" ucapnya terlihat senyum liciknya kembali keluar


" apa?" tanyaku was-was


" layani aku 24 jam sampai aku merasa benar-benar puas dengan pelananmu dan tak ada keluar dari kamar selama 24 jam" beritahunya santai sembari menyilangkan kedua tangannya di dada


"apa? apa kau sudah gila. Taehyung-ah.. aku bukanlah pelayan seksmu kau tahu.. Jika kau ingin puas kau bisa mencari wanita mana pun untuk kau tiduri. asalkan itu bukan aku" ucapku kesal padanya


" hmmm.. aku bisa saja mencari wanita lain untuk kutiduri hanya saja . apa kau lupa kau itu sudah menjadi pelacurku sejak awal" ucapnya sinis dengan senyum licik yang tak memudar di wajahnya. rasanya ingin sekali aku menampar wajahnya dengan keras tapi apalah dayaku, aku tak berani melakukan hal itu.


Aku.. takut dengannya .. tidak.. aku bukan takut dengannya hanya saja aku takut jika aku kembali kerumah nereka itu lagi dan takut akan semakin menderita jika aku jauh dari Taehyung.. Dia tidak akan segan untuk menghancurkan orang lain.