
" Ya.!!! kau dari mana sajaa ahh... " teriakku yang masih diambang pintu. Dengan cepat aku melangkah mendekatinya yang masih berbaring.
" Bisakah kau pelankan sedikit suaramu ah.. kau sungguh berisik sekali pagi-pagi seperti ini sudah teriak." tanyanya lirih sangat terlihat wajahnya sudah pucat.
" kau.. kau kenapa?" tanyaku khawatir melihat keadaannya
" Aku tak apa.. tapi Tae-ah.. bisakah aku meminta tolong padamu?" Pintanya lirih padaku.
" apa?" tanyaku sedikit lembut mengingat kondisinya.
" Mungkin ini akan sedikit mempermalukanmu. Hanya saja itu memang barang yang sangat penting untuk saat ini." ucapnya.
"bisakah kau langsung pada intinya?" tanyaku
" baiklah. tapi kau sungguh akan membelikannya untukku. aku butuh barang itu secepat mungkin Tae-ah" ucapnya kembali yang terdiam sejenak
" belikan aku ... mmm.. pem...balut.." ucapnya agak ragu.. mendengar ucapannya membuatku seketika terdiam sejenak
" bisakah? tapi kalau kamu ga bisa aku tak apa.. aku bisa membelinya sendiri hanya sajaa mungkin agak susah untuk kesananya" beritahunya kembali.
" susahnya?" tanyaku
" Ya.. susah saja .. ya.. masa aku harus menberitahukan padamu secara detail.. kau mana akan mengerti tentang wanit.. sudah intinya tolong belikan yang aku butuhkan" ucapnya sedikit kesal.
" baiklah aku akan belikan kau ingin seperti apa?" tanyaku kembali
" okay.. di iinget yaa.. pembalutnya itu panjangnya 40cm ada sayapnya merek apa saja bebas." jelasnya padaku
" baiklah tunggu sebentar aku akan membelikannya." ucapku kembali padanya. Baru beberapa langkah aku pergi.
" oh yaa. bisakah kau tolong bilang kepada pelayan tolong siapkan roti untukku?" perintahnya kembali
" Apa kau sekarang melunjak?" tanyaku sedikit serius dan berlalu meninggalkannya. Baru aku ingin menutup pintunya
Didalam supermarket diriku berdiri di hadapan rak-rak dengan tumpukkan pembalut wanita sembari mencari apa yang di pesankan Hyuna.
'40? sayap?' pikirku sembari mencari-carinya.
" Maaf.. Tuan.. anda mencari apa?" tanya seorang wanita yang ntah sejak kapan ada wanita di sampingku.
" itu.. hmm.. aku mencari 40 dan sayap yang mana ya?" tanyaku sedikit ragu
" ohh gitu.. tuan ingin mencari merk apa?" ucap pelayan ini sembari menunjuk ke arah yang kucari.
" okay.. thanks" ucapku menghiraukan bantuannya. Dengan cepat aku mengambil beberapa pembalut yang Hyuna butuhkan lalu bergegas meninggalkan tempat ini.
Semakin lama aku disini akan semakin banyak mata yang memandang kearahku.
Setibanya aku dirumah aku dan menuju kamar langkahku terhenti kembali berfikir. Kulangkahkan kakiku kearah dapur yang terlihat sangat bersih dan juga terdapat beberapa pelayan dan koki yang masih sibuk di dapur.
Kubuka kulkas dan mengambil beberapa roti dan selai.
" Tuan.. apa yang sedang tuan lakukan?" tanya salah satu pelayan yang ada di samping ku
" sudah kau lanjutkan saja pekerjaanmu .. aku yang akan lakukan ini" ucapku padanya
" tidak usah tuan.. biar kami saja yang melakukan ini.. ini sudah jadi tugas kami tuan" ucap pelayan itu kembali.
" Jika kau bersuara sekali lagi aku akan memecatmu hari ini.. " ancamku padanya dan seketika pelayan itu pergi meninggalkanku.
Tanpa memperdulikan pandangan aneh mereka aku masih tetap melanjutkan apa yang aku lakukan. Mengoles satu demi satu roti dan menaruhnya ke roti.
Ya... aku memang sudah tahu dari dulu Hyuna memang sangat menyukai selai Stawberry jadi aku tak perlu memikirkan apa lagi yang ia sukai karna itu semua sudah ada di dalam otakku.