Unattainable Love

Unattainable Love
Akhir sebuah hubungan.



Waktu terus berlalu sesuai permintaan Dion. Leon akhirnya mengundurkan diri untuk menjadi calon suami Dion dengan alasan tidak sanggup untuk menunggu Dion hingga usia yang diminta Dion.


Awalnya semua merasa kecewa dan marah dengan permintaan Dion yang hingga membuat Leon menolak perjodohan itu. Tapi argumen demi argumen, tentu saja Dion juga meminta bantu Liam, Hoong dan juga Xia xi, bahkan sempat Dion meminta bantuan Rolland juga. Hingga akhirnya Soe Yoon setuju dan melepaskan Leon. Senang hati Dion mendengar semua menyetujui permintaannya.


Usai melepaskan Leon dengan mengembalikan apa yang pernah di berikan oleh keluarga Leon sebagai mahar pertunangan, usai sudah hubungan Leon dengan Dion. Bukan hanya Dion yang senang, secara diam diam Ivan juga mengucapkan syukur karena Ivan merasa masih mempunyai kesempatan untuk mendekati Dion lagi.


~"Akhirnya hilang satu saingan ku. Tinggal satu orang yang masih melekat di hati Dion. Tapi tak akan menjadi masalah, toh mereka jauh. " ~ ucap Ivan dalam hati.


"Ivannnn...... " pekik Dion senang bukan main.


Segera Dion berlari ke arah Ivan yang sedang bercengkrama di dalam dengan dua bocah kecil yang cukup istimewa bagi mereka.


"Eitttt..... Jangan langsung masuk kedalam. Kamu mandi dulu, ganti baju, steril kan diri kamu baru masuk kekamar. " teriak Ivan mengingatkan.


"Astaga lupa, maaf. Oke tunggu beberapa menit. " teriak Dion dan segera pergi ke kamarnya sendiri.


"M...m....Mom....." teriak salah satu bocah dengan susah payah.


"Mom." panggil seorang lagi.


"Sabar. Main sama papi dulu. Biarkan mommy mandi. " ucap Ivan sambil menggerakkan tangannya.


Yah, dua bocah yang istimewa dan spesial buat Dion. Dua bocah yang di adopsi nya di sebuah panti asuhan. Tentu saja yang mengadopsi adalah Kim Gu Nam, papa kandung Dion. Secara Dion masih belum memenuhi syarat untuk mengadopsi seorang anak



Kim Gu Nam. Papa kandung dari Dion. Walau Dion masih memiliki Papa kandung tapi Dion enggan untuk tinggal bersama Gu Nam, dan lebih memilih tinggal bersama Soe Yoon, Oma nya disaat berada di Cirebon.


Apalagi semenjak mengetahui perihal yang terjadi pada Dion. Selama ini baik Soe Yoon maupun Clarisa (istri pertama kim Gu Nam) menyembunyikan apa yang terjadi pada Dion. Dan semenjak mengetahui keistimewaan Dion, Gu Nam semakin mengengkang kebebasan Dion dalam memilih pasangan hidup.


(Kembali)


Usai Dion menyelesaikan segala ritual nya. Mulai dari mandi dan mensterilkan tubuh. Segera Dion Masuk kedalam sebuah kamar yang disana dia bocah istimewa sedang menanti kedatangannya.


"M...m...mommy....." panggil seorang anak dengan kesusahan, sembari berjalan dengan sedikit terhuyung huyung mencoba mengendalikan gerak tubuhnya yang sedikit aktif.


"Iya mommy datang sayang. " ucap Dion segera menghampiri dan menggendong.


Semenjak kedatangannya ke Cirebon, sengaja baik Dion maupun Ivan tidak menemui mereka. Dion dan Ivan menunggu semua masalah selesai. Apa lagi masalah ini tak bisa selesai dalam sehari dua hari, ternyata membutuhkan waktu hingga berminggu minggu lamanya bahkan menghabiskan waktu sebulan lebih. Ivan pun harus rela pulang pergi Surabaya -- Cirebon demi Dion.


"Maaf mommy baru bisa bertemu Hendra. " ucap Dion dengan pelan agar bisa di mengerti.


Bocah itu mengangguk senang.


Dion tersenyum sambil menghapus air liur yang menetes pelan.


"Wah, putra mommy sudah pintar ya. " ucap Dion memuji.


Bocah yang di panggil Hendra tertawa terkekeh kekeh.


Hendra. Mahendra putra Rahmadan. Seorang anak yang di adopsi oleh Kim Gu Nam atas permintaan Dion. Bocah yang menderita 2 sindrom sekaligus. Autis dan juga seribu wajah. Dion yang saat itu membantu di sebuah panti asuhan menatap penuh iba pada bocah yg berusia 3 tahun kala itu dan kemudian meminta Kim Gu Nam untuk mengadopsi nya.


Tentu saja awalnya Gu Nam tidak setuju. Dengan sebuah perdebatan yang panjang dan perang argumen yang cukup panas, akhirnya Gu Nam setuju. Dan sekarang usia Hendra sudah 4 tahun.