
Hampir lebih dari 5 jam berlalu begitu saja. Dion masih tak sadarkan diri. Jangan siuman sebuah gerakan mata saja tak tampak sedikit pun. Dion terdiam seperti orang yang tertidur lelap. Hingga membuat semua semakin khawatir.
"Paman, ini sudah cukup lama kenapa belum juga sadar. " ucap Rolland panik sambil mengusap tangan Dion yang dingin agar tetap hangat.
"Saya sendiri bingung, harusnya dia sudah sadar. Tanpa tahu riwayat penyakitnya saya tidak bisa memberi obat sembarangan. " jawab Dokter Shu.
"Segera hubungi saudaranya, dan beri kabar. Jika dalam 1 jam masih belum juga sadar bawa ke rumah sakit saja. " perintah Dokter Shu.
Gery segera mengambil ponsel Dion. Gery heran dengan isi kontak ponsel Dion.
"Kenapa diam saja Gery. " bentak Luth.
"Kak Luth lihat sendiri isi kontak Dion. " ucap Gery sambil menyerahkan ponsel Dion.
"Hanya ada nama kamu dan Dhika. " ucap Luth menatap Rolland.
"Hubungi Dhika cepat kak. " perintah Rolland.
Segera Luth menghubungi Dhika, dan benar saja tak membutuhkan waktu lama ponsel pun tersambung.
"Halo bro, gimana kabar lu sama Rolland? Apa kehabisan dana, habis ini gue tf? " 📲 sahut suara di seberang.
"Maaf saya bukan Dion, tapi temannya. " ucap Luth datar.
"Eh maaf saya kira Dion. Dion baik baik saja kan, gak biasanya Dion mengijinkan siapapun pegang ponsel nya? "📲 tanya Dhika khawatir.
"Ini yang mau saya beritahukan. Tolong sampaikan kepada keluarga nya, Dion sakit dan sekarang masih tidak sadarkan diri. " 📲 jawab Luth.
"Sebentar, apa sebelumnya terjadi sesuatu dengan Dion? " 📲 tanya Dhika.
"Iya, seperti Dion dan Rolland terjadi selisih paham. Kami sudah memanggil dokter, dan dokter berkata Dion mengalami syok hingga pingsan. " 📲 jawab Luth tenang.
"Apaaaa? " 📲teriak Dhika.
"Berapa lama Dion pingsan? " 📲tanya Dhika.
"Kurang lebih sekitar 5jam . " 📲 jawab Luth.
"Cepat buat Dia sadar kembali sebelum terlambat, dengan cara apapun dan bagaimana pun caranya, secepatnya buat Dia sadar kembali. Atau dia tidak akan bisa bangun kembali. " 📲 perintah Dhika dengan tegas.
"Apa maksud Anda? " 📲tanya Luth bingung.
"Berikan ponsel ini kepada Rolland. " 📲perintah Dhika.
Segera Luth memberikan ponselnya kepada Rolland sambil mengangkat bahunya.
"Halo saya Rolland. " 📲 ucap Rolland.
"Rolland sekarang juga bisikan kata kata yang bisa membuat Dion sadar kembali, saya rasa anda pernah melakukannya walau secara tidak langsung. " 📲 perintah Dhika.
"Terserah mau makian atau kata kata mesra, atau marah atau sebuah perintah. Secepatnya buat Dia bangun. " 📲jelas Dhika.
"Saya akan segera menyusul kesana, berikan alamat rumah anda sekarang. " 📲 perintah Dhika.
Rolland menatap bingung.
"Apa katanya? " tanya Gery.
"Dhika minta saya, membisikkan sesuatu yang bisa membuat Dion bangun. " ucap Rolland bingung.
"Apa dulu pernah ada permintaan seperti ini.? " tanya Luth.
"Pernah. Tapi yang meminta itu Ivan " jawab Rolland.
"Kalau gitu lakukan sekarang. " perintah Luth.
Rolland menatap kearah Jesicha. Luth paham akan maksud Rolland, yang kemudian menghampiri Jesicha. Dengan segala usaha khawatir Jesicha mau meninggalkan kamar itu.
Segera Rolland mendekatkan bibirnya di telinga Dion dan membisikkan sesuatu.
Pov Dion)
Dion duduk memeluk lutut di sudut ruangan yang gelap sambil terisak lirih. Matanya menatap kosong kearah depan. Tak lama kemudian sosok yang selalu ada disamping Dion datang menghampiri dengan tatapan penuh amarah. Raja nama yang selalu ada disetiap Dion butuhkan.
"Belum puaskah Lu membuat Gue susah, Dion. " hardik Raja.
"Hiks hiks aku capek Raja. " jawab Dion lirih.
"Lu capek. Gue liat lu bersenang-senang sama Dia. Gue liat Lu bahagia sama Dia. Tapi disaat Lu susah Lu baru datang dan ingat Gue. " ucap Raja marah.
"Apa lu kira Gue ini malaikat pencabut nyawa lu. Hah!!! " hardik Raja.
"Denger Dion, bukannya sudah Gue bilang berkali kali kalau memang sudah dekat waktunya tanpa Lu minta Gue bakal jemput Lu. Jangan datang sebelum waktu nya tiba Dion. " ucap Raja lirih.
"Tapi Dion lelah Raja. Dion capek. Semua pergi ninggalin Dion. Semua nya pergi dari Dion. Lebih baik jemput Dion sekarang." bentak Dion.
Plakkk...
Sebuah tamparan mendarat keras dipipi Dion, sehingga membuat sudut bibirnya terluka dan berdarah. Dan benar saja mulut Dion mengeluarkan darah segar, sehingga membuat Rolland, Luth dan juga Gery terkejut bukan main.
Sedangkan Dokter Shu mulai mengerti apa yang terjadi dengan Dion.
"Dionnn bangun sayang. Apa yang terjadi dengan Anda. Dion, saya mohon bangun lah. " ucap Rolland khawatir.
"Lihat, Lu dengar apa yang dia bilang. Dion kembali lah jangan datang kesini lagi sebelum aku menjemput mu." pintah Raja.
"Enggak Raja, Dion gak mau. " ucap Dion menggelengkan kepala.
"Dion dengar kan gue, dia sayang banget sama lu, dia cinta banget sama lu. Kembali ya. " bujuk Raja.
"Dengar kan permintaannya Dion. Kembali lah. " ucap Raja yang kemudian berdiri dan pergi meninggalkan Dion sendiri.
"Hiks hiks hiks Dion gak mau kehilangan Dia Raja. Dion juga cinta Dia. " ucap Dion yang kemudian berdiri dan mulai menghilang.