Unattainable Love

Unattainable Love
Perjodohan



Di tatap nya Ivan yang tertidur lelap di atas ranjang segera dia berlari dan memeluk Ivan yang sedang tertidur. Seketika itu Ivan terbangun dan terkejut bukan main.


"Dion kamu kenapa? " pekik Ivan terkejut dan memeluk Dion.


"Huwaaaaaa.... Ivan ayo pulang Dion gak mau disini mereka kejam. Dion gak mau hidup seperti ini. " tangis Dion pecah.


"Dion, Dion ada sayang coba cerita. " ucap Ivan mencoba menenangkan.


"Benar dugaan Dion. Dion gak pernah salah. Mereka memanggil Dion pasti ada yang penting. Ivan ayo pulang, kita pulang. Dion gak mau disini, Dion mau pulang. " rengek Dion diantara isak tangisnya.


"Dion, Dion, Dion. Cerita yang jelas, biar saya bisa lebih faham. Oke. " ucap Ivan sambil memeluk Dion.


"Oma, Papa dan semua sudah menentukan jodoh Dion. Mereka sudah mencarikan Dion pasangan hidup Dion. Ivan, Dion gak mau. " keluh Dion.


Ivan terkejut bukan main, apa yang ditakutkan nya terjadi juga. Tapi Ivan tak bisa berbuat apa apa.


"Dion baru saja menjalin cinta dengan Fian, Dion baru saja merasakan senang. Kenapa mereka mesti merenggut kebahagiaan Dion." keluh Dion.


Di tatap nya lekat lekat wajah Dion.


"Dion, saya tidak bisa membawamu pergi begitu saja. Ini diluar kuasa saya. Gini saja kamu ikuti dulu permintaan mereka. Temui Dia dulu, nanti saya temanin. " ucap Ivan.


Hancur sudah hati Dion, pupus sudah harap Dion. Tak tahu lagi harus berbuat apa. Dan di hari itu juga seharian Dion tidak ada selera untuk makan.


Hingga waktu yang ditentukan tiba juga. Pria yang akan menjadi pendamping Dion tiba di rumah Oma. Walaupun dia datang seorang diri tetapi sambutan yang di berikan cukup hangat.


"Kamu panggil Tuan Dion kemari. " perintah Soe Yoon.


Salah seorang pelayan segera pergi dan datang menemui Dion.


"Tuan Dion, Nyonya Besar memanggil Anda. " ucap pelayan tersebut, saat tahun Dion sedang ngobrol santai dengan Ivan.


"Iya Dion segera turun. " ucap Dion.


"Kak Ivan. " panggil nya pelan.


Ivan mengangguk pelan. Segera mereka turun menemui Seo Yoon.


"Oma." sapa Dion.


Seo Yoon segera menoleh dan melambaikan tangan meminta Dion untuk mendekat. Dion segera menghampirnya, dilihatnya seorang pemuda yang berusia sekitar 24 tahun duduk dengan sopan di depan Soe Yoon. Pria itu cukup tampan, dengan bentuk rahang yang tegas. Bukan asli Indonesia lebih tepatnya benar benar orang asing.


~"Siapa pria ini kenapa menatap ku begitu lekat." ~ ucap Dion dalam hati sedikit salah tingkah saat pria itu menatap nya.


"Leon, ini lah yang Oma ceritakan. " ucap Soe Yoon saat Dion sudah duduk sebelah nya.


Sedangkan Ivan duduk di kursi lainnya. Sejenak Ivan merasa cemburu karena orang yang selalu di jaganya hendak di jodohkan dengan orang lain.


"Oma, benarkah dia seorang pria juga. Wajahnya sangat cantik dan imut. " ucap pria yang bernama Leon pura pura tak mengenal Dion.


"Kamu benar. " jawab Seo Yoon.


"Oma... " gerutu Dion.


"Bagian yang mana dari Dion cantik dan imut. Jelas jelas Dion tampan. " keluh Dion kesal.


Sejenak Leon terkejut saat mendengar suara Dion.


"Kenapa Leon? " tanya Soe Yoon.


"Kenapa Oma tidak pernah cerita kalau cucu Oma yang tampan ini mempunyai suara yang cukup menarik. " ucapnya.


"Kau... . . . " pekik Dion.


Ivan tertawa kecil, seketika itu Oma menoleh kearah Ivan.


"Apa yang lucu Ivan? " tanya Seo Yoon.


Ivan pun menghentikan tawanya.


"Maaf Oma, baru kali ini ada yang bilang Dion imut. Kalau cantik iya, Dion cantik tapi kalau imut.... " jelas Ivan tak meneruskan ucapannya.


"Ivannnn awas kau nanti ya. " pekik Dion.


"Sudah sudah, kamu ini ada ada saja Ivan. " lerai Seo Yoon.


"Sudah sudah jangan berdebat. " lerai Soe Yoon.


"Dion, perkenalkan. Dia Leonard Fernando Carvallo. Panggilannya Leon. Dialah pilihan Oma. " jelas Soe Yoon.


"Dan kenalkan ini adalah Ivan, orang yang selalu menjaga Dion saat berada di Surabaya." lanjut Seo Yoon.


Mereka pun saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri masing-masing.


Dion terkejut bukan main, Dion merasa diperjualbelikan oleh keluarga nya sendiri.


"Tapi Oma bukanlah Dion sudah bilang, kalau Dion belum siap menerima semua ini. " jelas Dion.


"Dion, cobalah untuk mengenal terlebih dulu. " tegas Seo Yoon.


"Oma...... " keluh Dion.


"Beri Dion waktu, ini terlalu cepat buat Dion. Dan juga Dion bukan barang yang bisa di pindah tangankan begitu saja. " ucap Dion dingin, yang kemudian beranjak dari duduknya pergi meninggalkan keduanya.


Ivan segera beranjak kemudian berpamitan dan segera mengejar Dion.


"Dion.... " bentak Seo Yoon.


"Oma, sabarlah. Mungkin ini terlalu cepat buat Dion. Saya tidak masalah untuk menunggunya lagi. " ucap Leon menenangkan Seo Yoon.


Akhirnya Soe Yoon mengalah juga.


"Dion, setahun sudah saya menunggu mu. ~ melihat mu di pesta Oma tahun lalu, haruskah saya menunggumu lagi. " ~ keluh Leon dalam hati.


Ternyata sudah lama Leon mengincar Dion, keluarga Leon dan Soe Yoon cukup akrab. Bisa di bilang hubungan relasi kerja yang cukup lama, sejak Opa Dion merintis perusahaan tersebut.


Sehingga disaat Oma merayakan Ulang tahun nya keluarga Leon turut hadir untuk merayakannya.


Hanya saja di saat itu Dion masih menjadi milik orang lain, dan bagi keluarga Dion orang itu cukup spesial. Awalnya semua keluarga setuju kalau Dion menikah dengan Rahmad, pria yang memperkenalkan Dion pada sebuah cinta sesama jenis. Dan selalu ada serta menjaga Dion di saat Dion sedang terpuruk.