Unattainable Love

Unattainable Love
Maaf cinta Dion hanya buat Dia.



(episode sebelum)


"Dion. Apa arti diriku dimata kamu? " tanya Leon menatap lekat wajah Dion.


_________________&&___________


Dion terdiam tak menjawab, dialihkan nya pandangan jauh kearah balkon. Dion turun dari ranjang nya dan berjalan kearah balkon. Ditatap nya burung burung yang terbang bebas.


Kemudian berbalik arah, sejenak Dion terkejut karena Leon sudah ada di belakang nya. Ternyata Leon mengikuti nya.


"Leon kamu liat burung burung itu. " ucap Dion sembari memutar kembali badannya dan membelakangi Leon.


Leon hanya terdiam mendengarkan ucapan Dion.


"Aku ingin seperti mereka. Terbang bebas, lepas dari semua belenggu yang ada. Aku ingin merasakan kebebasan itu Leon. " ucap Dion.


Tak terasa air mata Dion turun dengan bebas. Di peluknya tubuh mungil yang ada di depannya. Leon tahu betul seperti apa kerasnya keluarga besar Dion mendidik anak sulung mereka. Keluarga Dion memprioritaskan pendidikan khusus pada anak sulung. Tak peduli mereka suka atau tidak, karena kelak semua tanggung jawab ada di tangan anak sulung di setiap keluarga.


"Leon, kamu mengenal keluarga besarku bukan sehari dua hari, atau setahun dua tahun. Kamu mengenal betul siapa dan seperti apa Oma itu. " ucap Dion.


Leon terkejut mendengarnya. Dion hanya tersenyum sambil menoleh ke belakang sambil menangis. Dihapusnya air mata Dion


"Kau teman kecil koko Liam. Aku sering lihat kamu, saat Aku datang ke cirebon, kamu sering menemani koko Liam baik belajar atau berlatih. Hanya saja Aku sering sembunyi dan menjauh. " lanjut Dion.


"Kamu benar. Saya sangat mengenal kalian. Lalu apa hubungannya dengan semua ini. " ucap Leon tak mengerti.


"Leon. Aku ingin bebas memilih, Aku ingin menentukan sendiri dengan siapa kelak Aku akan menikah. " ucap Dion lirih.


Di putar nya tubuh Dion, di tatap lekat wajah Dion.


"Dion sebegitu tak sukanya kah Kau dengan ku. " ucap Leon dengan bibir bergetar.


"Bukan itu Leon. Bukan seperti itu. " ucap Dion lirih.


Segera Leon meraih tangan itu dan mengecup lembut tangan Dion.


"Cari lah orang lain yang cinta kamu Leon. Aku tak pernah punya rasa yang sama seperti mu. " ucap Dion lirih.


"Dion dengar, cukup saya yang mencintai kamu. Pelan pelan kamu pasti akan mencintai ku juga. " ucap Leon menyakinkan.


"Leon. Aku tidak ingin menyakiti perasaan mu. Aku sudah jatuh cinta sama orang lain. Aku cinta sama dia. Aku ingin hidup sama dia. Aku harap kamu mengerti. " jelas Dion.


Ditatap lekat wajah Dion segera dipeluk erat tubuhnya.


"Dion. Dion. Dion. Pertama kali Saya melihat mu di pesta itu, Saya sudah jatuh hati sama kamu. Kemudian mendengar Oma menjodohkan kita sungguh senang hatiku. Tapi kenapa kau merusak segalanya. Dion. Kenapa? " ucap Leon memeluk erat tubuh Dion.


"Leon, sesak. " rintih Dion.


Sedikit di lepasnya pelukannya ditatap nya wajah Dion tanpa banyak bicara segera dilumat nya bibir merah Dion. Dion meronta tapi apa mau dikata, tubuh Leon lebih besar dan kokoh. Loen tak ingin melepasnya. Dilumat kasar bibir Dion. Dion hanya mampu diam dan pasrah tanpa membalas atau melawan, setelah puas di lepasnya ******* itu.


"Dion, akan saya fikirkan permintaan mu ini. Tapi saya tidak tahu bagaimana dengan pendapat yang lain. " jelas Leon.


"Iya. Terimakasih ya, dan maaf. " ucap Dion sambil tersenyum manis.


"Haa... Dion. Kenapa harus kau berikan ke orang lain hatimu itu. " bisik Leon sambil memeluk tubuh Dion.


Digendong nya ala bridal style badan Dion dan membaringkan nya di atas ranjang.


"Maaf ya. " ucap Dion lagi.


"Kamu tidak salah Dion. " ucap Leon menenangkan.


"Nanti sore saya akan kembali ke Australia. Sebentar lagi Ivan akan datang, selanjutnya Dia yang akan menjagamu. Kamu istirahat ya. " ucap Leon pelan. Dan kemudian mengecup lembut kening Dion.


Disembunyikan nya rasa sakit didadanya atas penolakan yang diterimanya. Dion tahu kalau Leon terluka, tapi Dion tidak ingin lebih melukainya lagi. Bagi Dion ini lah yang terbaik.