Unattainable Love

Unattainable Love
Dejavu



Tak lama kemudian ponsel kembali berdering. Dion segera mengangkat nya dan duduk di sofa balkon kamarnya.


"Ada apa lagi sih? " 📲 ucap Dion kesal.


"Tapi benar Anda Dion.?" 📲tanyanya tidak percaya.


"Tuan entah siapa nama Anda karena dari tadi tidak menyebutkan nama. Saya adalah Dion. Dion Christian Raveena. " 📲 jawaban Dion kesal.


"Sebenarnya kamu siapa sih.? " 📲 tanya Dion mulai curiga.


"Ah maaf. Nama Saya Fernando. Vincentio Alvian Fernando. Orang yang akan di jodohkan dengan Anda. " 📲 ucapnya.


"Bentar bentar. Kau siapa? " 📲tanya Dion tak percaya.


"Saya adalah orang yang akan dijodohkan dengan Anda. Dan lusa kita akan bertemu. " 📲 jelasnya.


Seketika itu Dion lemas.


"Dion. Halo Halo. Apa Anda masih ada disana. ?" 📲 tanya Fernando.


"Ah, iya maaf maaf. " 📲 jawab Dion gugup.


"Oke langsung saja tanpa basa basi. Saya ingin perjodohan ini batal, terus terang awalnya saya ingin berkenalan dengan Anda. Tapi saya sedikit ragu saat mendengar suara Anda. " 📲 ucapnya.


"Bagus lah. Sejak awal aku juga ingin membatalkan perjodohan ini. Jujur saja Aku sudah mempunyai orang yang Aku cintai. Jadi deal kita sama sama menolak perjodohan ini. " 📲 jelas Dion dengan senang.


Perbincangan pun berakhir dengan kesepakatan tentang penolakan perjodohan itu. Dion seketika itu langsung berteriak senang.


Hari yang ditentukan tiba juga. Sengaja Dion memakai baju seadanya tidak terlalu formal, hanya mengenangkan kaos dan celana Jeans. Sehingga tampak santai.


Walau begitu penampilan Dion tetaplah sama, bahkan mungkin lebih terlihat segar dan semakin memikat.


Tak lama kemudian keluarga Fernando datang. Gu Nam meminta Dion untuk tetap berada di kamar, menunggu untuk diminta turun dan bergabung. Sedangkan Liam dan juga Hoong sudah ikut bergabung dengan semuanya sejak awal.


Dion sedikit gelisah, takut semua yang telah Dia dan Fernando rencanakan gagal. Hingga lamunannya buyar dengan panggilan seorang pelayan.


"Tuan muda Dion. Tuan Besar Gu Nam meminta Tuan Muda untuk turun. " ucap pelayan tersebut.


"Ya, bilang sama Papa akan segera turun. " ucap Dion.


Tak lama kemudian Dion keluar dari kamar nya, dan turun kebawah. Sesampainya di ruang yang ditentukan Dion masuk dan berjalan dengan santai.


Dejavu, ya sebuah dejavu. Tatapan yang sama yang pernah dia Terima sebelum. Sebuah tatapan yang tajam dan seakan akan ingin melahapnya habis. Tentu saja itu membuat Dion merasa risih.


"Dion. Sini duduk di sebelah Papa. " sahut Gu Nam.


Tampak raut wajah terkejut saat melihat dan mendengar suara Dion.


"Is he your son, Gu Nam?" ucap seorang pria paruh baya.


"Yes, he is my favorite son. " jawab Gu Nam.


"Pa, speak Indonesian. " ucap pemuda yang duduk di sebelah nya.


"Ahh. Oc. " jawab pria itu.


"Siapa nama Anda cantik.? " ucap Pria itu.


Tentu saja ucapan kata cantik membuat Dion tidak terima, hanya saja yang bertanya adalah seorang pria yang seumur dengan papanya hingga membuat Dion tidak berani untuk langsung menghardiknya.


Liam dan Hoong hanya mampu menahan tawa melihat raut muka Dion yang berubah ubah.


"Dion Christian Raveean. Cukup panggil Dion saja. " jawab Dion.


Pemuda di depan Dion menatap lekat wajahnya seakan-akan tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Waooo, selain cantik suara putra kamu unik Gu Nam. " ucap pria itu kagum.


"Anda benar-benar beruntung mempunyai putra yang istimewa seperti ini. " lanjut pria itu.


"Anda benar, Dion sangat istimewa. Makanya kami mau mencarikan yang terbaik untuk nya. " jawab Gu Nam bangga.


"Ya, ya. Anda benar. " ucapnya.


"Nah Dion, perkenalkan ini putra pertama Om." ucap Pria itu.


"Halo saya Vincentio Alvian Fernando. Panggil saja Fernando. " ucapnya.



Vincentio Alvian Fernando. Seorang pemuda blasteran Australia dan Indonesia. Sama seperti Dion, Fernando juga seorang pencinta sesama jenis. Hanya saja Fernando tak suka dengan pria yang lembut atau bertingkat seperti seorang pesolek.


Fernando putra dari salah satu teman dekat Ayah Dion. Sedari awal Gu Nam ingin sekali menjodohkan Fernando dengan Dion. Gu Nam merasa Fernando lah yang cocok untuk menjadi pendamping hidup Dion.