
Sesampainya di rumah Rolland, Dion menatap sekeliling, suasana masih tampak sepi. Semua penghuni rumah masih sibuk. Dion segera turun dari mobil begitu juga dengan Rolland dan Gery.
Rolland segera membuka bagasi mobil dan mengeluarkan koper serta ransel Dion. Saat Dion hendak membawanya Rolland tidak memberi ijin.
"Kok sepi abi, kemana yang lain." tanya Dion.
"Mama sudah mulai sibuk dengan butik nya. Kakak masih di kantor. Nanti sore baru pulang. Ayo masuk. " ucap Rolland sambil menggandeng tangannya.
"Emmm." sahut Dion mengangguk kepalanya.
(Pov Gery)
"Yang benar saja, Dion ternyata pria cantik, imut juga. Ini bisa jadi bahan pembicaraan di big family." ucap Gery sendiri.
Segera Gery mengambil ponsel dan menghubungi seseorang tanpa sepengetahuan Rolland.
Setelah beres Gery ikut bergabung.
Melihat Dion yang duduk di sofa sambil memainkan ponsel, Gery segera menghampiri Rolland yang sedang membereskan baju Dion di kamar tamu.
(kembali ke cerita)
"Rolland, apa kamu tidak merasa aneh kenapa tiba tiba Dion datang kesini? Padahal sebelum nya dia menolak dan kerahasiaan identitasnya selama ini. " tanya Gery sambil duduk di atas ranjang.
"Anda benar, ada yang aneh dengan Dion. Tapi nanti saja saat senggang saya coba bertanya.? " ucap Rolland.
"Tapi jujur saja, aku bener bener kaget saat melihat Dion. Dia cantik dan juga imut. " ucap Gery.
"Anda benar, Dia cantik dan imut. Tapi sayang kenapa harus sekarang dia datang. " ucap Rolland lirih.
"Rolland, kamu harus mengatakannya sebelum semua terlambat. " ucap Gery.
"Iya, walau nanti nya dia terluka semua harus diungkapkan. Haaaa.... " ucap Rolland menghela napas panjang.
Selesai merapi kan baju mereka berdua bergabung dengan Dion.
Dan bercengkrama bersama, obrolan demi obrolan menarik, tertawa bercanda dan sesekali menggoda Dion hingga terkadang membuat Dion manyun dan cemberut lagi dan lagi. Alhasil tingkah Dion membuat Rolland dan juga Gery tertawa dan ketagihan untuk membuat Dion cemberut.
Tak terasa sore pun menjelang. Tak lama kemudian masuk sosok yang baru datang. Kebetulan saat itu Rolland dan juga Gery sedang keluar untuk mencari makanan kecil. Rolland melarang Dion ikut dengan alasan Dion masih lelah. Padahal Dion merasa canggung ditinggal sendirian di rumah yang masih asing baginya.
Dion duduk di teras rumah menunggu Rolland dan Gery pulang.
Mobil yang beda masuk pekarangan dan berhenti. Dion merasa gelisah. Si empu mobil turun dan ternyata seorang pria yang usianya tak jauh beda dengan Rolland. Saat pria itu masuk ke dalam terkejut saat melihat Dion yang terdiam.
"Siapa Anda dan sedang menunggu siapa? " tanya pria itu.
"Em... Sa-saya temannya Rolland. " jawab Dion gugup.
"Nama Anda? " tanya nya lagi.
"Di-Dion " jawab Dion lirih.
Sejenak pria itu termenung menatap tajam ke arah Dion. Dion yang merasa di amati hanya mampu tertundu takut.
"Dion. Dion big family Aldy? " tanya pria itu lagi.
"Iya. " jawab Dion lirih dan semakin gugup.
"Untuk apa kamu datang kesini. Apa Rolland yang minta kamu datang kesini.? " tanyanya lagi.
"Tidak, abi gak pernah minta Dion kesini. Dion sendiri yang datang. " jelas Dion sedikit mulai tenang.
"Kemana Rolland sama Gery sekarang? " tanya nya sembari mengamati sekeliling.
"Mereka bilang beli camilan. " jawab Dion.
Dan tak lama kemudian mereka datang dengan membawa beberapa kantong makanan.
"Kakak, kapan datang. " ucap Rolland saat sampai.
"Rolland, apa apaan ini. Kenapa kau bawa bocah ini kesini. Apa kamu tidak tahu sebentar lagi... . " belum selesai Pria yang di panggil kakak oleh Rolland selesai berbicara.
Rolland segera menarik tangannya dan menjauh.
Entah apa yang di perbincangan kan, Dion sedikit mulai khawatir.
"Tenang saja semua akan baik baik saja. " ucap Gery.
Dion mengangguk pelan. Tak lama kemudian Rolland datang menghampiri.
"Ayo ke meja makan bibi sudah menyiapkan makan malam buat kita. Sebentar lagi mama juga pulang. " ajak Rolland.
Dion hanya menurut saja. Rolland menggandeng tangan Dion untuk mengajak ke meja makan, disana sudah ada pria tadi dan hanya menghela nafas panjang.
"Dion, kenalkan ini kakak saya sudah tahu kan namanya. " ucap Rolland.
"Kak Luth. " sahut Dion.
Rolland mengangguk pelan.
"Wahh, maaf Kak, Dion gak tahu. " ucap Dion lagi.
"Sejak kapan kamu jadi adik saya. " sungut Luth.
"Sejak dulu, iya kan abi. " jawab Dion sambil tersenyum.
"Ogah, siapa yang mau punya adik kayak kamu. " ucap Luth sewot.
Gery hanya tertawa cekikikan melihat respon Luth.
"BTW, Dion. Ada acara apa tumben banget lu main kesini? " tanya Luth tiba tiba.
Seketika itu Dion terdiam dan sedikit gugup.
"Ah em itu. Dion cuma pengen main aja. " jawab Dion berbohong.
Rolland menatap kearah Dion yang berusaha menyembunyikan kebohongannya. Gery yang hanya mampu menatap Dion dengan penuh kecurigaan.