
Tiba tiba seorang bocah lagi menarik celana Dion, sontak Dion melihat kebawah. Ternyata seorang bocah lagi yang berusia sekitar 1 tahun sudah duduk manis di bawah kakinya sambil mengangkat kedua tangannya.
"My....." teriaknya kencang.
"Ehhh My Baby All, sudah merangkak disini saja. Kalau mommy tidak tahu bisa bisa ketendang Mommy lo. " tegur Dion sembari membungkuk dan ingin menggendong Bocah itu.
Tapi segera Hendra berusaha meraih tangan Dion dengan kesusahan.
Di tatap nya Hendra.
"Kenapa sayang. Hendra tidak kasih ijin Mommy gendong All juga. " ucap Dion.
Segera Hendra menganggukan kepalanya.
"Apa Mommy pernah ajari Hendra buat pilih kasih?? " tanya Dion.
Hendra hanya menggelengkan kepalanya.
"Mungkin dia cemburu karena kamu panggil All dengan sebutan My Baby. " ucap Ivan menghampiri.
"Ah iya kah sayang. " ucap Dion sambil menatap Hendra.
"I...i...iyah. " ucap Hendra terbatas bata.
"Astaga putra kesayangan Mommy. " di kecupnya pipi Hendra.
Hendra pun segera memeluk leher Dion.
"Sayang ku Hendra. Kamu adalah putra kesayangan Mommy, dan All adalah my baby Mommy. Mana mungkin Mommy akan pilih kasih. " di usap lembut nya punggung Hendra.
"Nah biarkan Mommy gendong Baby All juga ya." ucap Dion.
Akhirnya Hendra mengangguk setuju.
Dion segera menggendong All yang sedari tadi menunggu nya.
Ivan tersenyum melihat adegan itu.
All. Lebih lengkap nya adalah Argantara Allcahya Mahadiraja. Sama seperti Hendra. Seorang anak atau tepat nya seorang bayi yang di adopsi oleh Kim Gu Nam.
Tentu saja itu membuat semua orang terkejut. Namun kedua bocah itu sudah memikat hati semua orang yang ada di rumah utama. Semenjak itu semua orang mulai ekstra hati-hati dalam merawat keduanya.
Apa lagi semenjak terjadinya wabah korona. Oma lebih over protective lagi, dalam hal kebersihan dan juga sterilisasi. Hampir setiap hari rumah di semprot, pengasuh kedua bocah itu tidak boleh ganti ganti. Dan siapapun yang ingin menemui Hendra dan All harus menaati peraturan yang ada. Karena itu demi menjaga kesehatan mereka berdua.
(Kembali)
Setelah Dion menggendong kedua nya, segera Dion berjalan ke ranjang dan menempatkan ke duanya di atas ranjang, Ivan pun mengikuti keduanya. Dan bermain bersama. Setelah lelah kedua bocah itu tertidur lelap. Satu tidur di pelukan Ivan yang juga tertidur, sedangkan yang satu lagi tidur di pelukan Dion.
Tak lama kemudian terdengar notif masuk.
"Rolland." ucap Dion lirih.
Segera Dion turun ranjang pelan, dan berjalan ke sofa dekat jendela. Dan duduk sembari menatap kearah luar.
"Rolland, maaf baru chat. " 📲 balas Dion.
"Bagaimana kabar mu, Dion. " 📲 ucap Rolland.
"Semua baik baik saja, dan semua masalah sudah beres. Makasih ya sudah bantu. " 📲 balas Dion.
"Dion, kenapa Anda bilang ke Oma soal hubungan ini.? " 📲 tanya Rolland.
"Maaf, Dion gak tahu lagi harus berkata apa. Tapi Rolland bukannya memang benar kalau Dion adalah milik Rolland. " 📲 balas Dion.
"Dion, bukankah saya sudah berulang kali mengatakan bahwa... " 📲 ucap Rolland terpotong.
"Bahwa keluarga Rolland tidak mengharapkan seorang menantu pria. Rolland bukankah masih lama, dan apapun yang terjadi kedepannya kita tidak tahu. " 📲sahut Dion.
"Haaa.... Terserah lah. " 📲 balas Rolland.
"Rolland, ayolah jangan bahas itu dulu ya. " 📲 sahut Dion.
"Baiklah." 📲 balas Rolland.
Dan mereka pun terlibat percakapan yang seru. Walau hanya sebatas chat, tapi bagi Dion itu sangat lah berarti.