Unattainable Love

Unattainable Love
Lengah...!!!



Tapi nasib berkata lain. Pria yang diperkirakan akan menjadi pasangan hidup Dion ternyata lebih dulu menikah dengan wanita lain pilihan keluarga pria itu.


Dion kembali terpukul lagi, tapi entah karena apa Dion kembali ceria. Pada akhirnya keluarga Dion memutuskan untuk menetapkan pilihan pasangan hidup Dion sama seperti anggota keluarga yang lainnya yaitu menentukan jodoh bagi anak tertua.


Dan pilihan itu jatuh pada Leon yang notabene nya seorang gay juga, dan keluarga Leon menyetujui hubungan itu bahkan sangat mengharapkan perjodohan itu terkabul. Apalagi keluarga Leon tahu benar tentang keistimewaan Dion.


Tidak dengan Dion, apa yang diinginkan Oma bertentangan dengan keinginan Dion. Dion menginginkan sebuah kebebasan untuk memilih pasangan hidupnya sendiri, tapi tradisional keluarga cukuplah ketat di keluarga Kim Soe Yoon.Sehingga membuat Dion tak bisa berkutik.


Saat malam tiba entah setan apa yang merasuk pikiran Dion, yang pasti semua lengah. Semua tak memperhatikan kondisi mental Dion, begitu juga Ivan.


Saat semua terlelap Dion keluar dari kamarnya, pergi menuju dapur. Dengan sadar Dion mengambil sebilah pisau dengan cepat Dion mengiris kedua pergelangan tangannya dan berjalan keluar dapur dengan tenang.


Darah berceceran di mana mana saat Dion dengan tenang nya berjalan keluar dari dapur dan berjalan ke kamarnya.


Tuhan masih menyayangi Dion mungkin itu yang lebih tepat untuk Dion. Disaat Dion lemas dan terjatuh dari tangga yang tidak terlalu tinggi, seorang pembantu tak sengaja terbangun malam itu melihat dan mulai berteriak keras membangun semua penghuni rumah.


Segera pembantu itu menolong Tuan Mudanya itu. Betapa terkejut Dia melihat pergelangan tangan Dion yang terluka parah. Seketika itu semua penghuni termasuk Leon panik dan segera membawa Dion ke rumah sakit.


Nyawanya tertolong, masa kritis telah lewat, hanya saja keinginan Dion untuk kembali hidup sangat tipis. Dion merasa lelah itu yang membuat nya enggan untuk bangun.


(POV Dion)


Duduk terpuruk disudut kamar yang gelap. Duduk di lantai dengan menekuk lutut. Tatapan matanya yang kosong menatap ke sekeliling nya.


"Gelap, dimana aku. " ucap Dion lirih.


"Kenapa disini gelap sekali. Dingin sangat dingin. Lelah aku lelah sekali, ingin sekali aku tidur. " ucap Dion lirih.


Dan mulai menenggelamkan wajah diantara lututnya.


"Akhirnya aku bisa melihat mu lagi, Raja. " ucap Dion lirih.


"Iya kita akhirnya bisa bertemu lagi. Kamu kenapa Dion.? " tanya Raja.


"Aku lelah, aku ingin tidur beri aku tempat untuk istirahat. " pinta Dion.


"Apakah kamu serius ingin tidur dengan ku. " ucap Raja menyakinkan.


"Iya, aku sudah cukup lelah. " jawab Dion lemah.


"Tidak kah kamu mendengarkan teriakan dan caci makian mereka. " ucap Raja.


Samar samar terdengar oleh Dion suara teriak dan cacimaki dari beberapa orang yang dia kenal.


"Biarkan saja, toh mereka semua hanya topeng." jawab Dion tak menghiraukan.


Tapi tiba-tiba Samar Samar dia mendengar kan suara Ivan yang membacakan sesuatu.


"Dion dengarkan suaraku ini pesan dari Rolland, dia sangat mencintai mu, dia menginginkan mu untuk tetap hidup. Dia mengharapkan kamu selalu ada untuk dirinya. Dion bangun lah Rolland menantimu. " ucap Ivan dengan bibir bergetar menahan cemburu.


"Rolland. " ucap Dion lirih dan kemudian menatap ke arah Raja.


"Kembalilah, belum saat nya kamu tidur dengan ku. Jika saat nya tiba aku akan menjemputmu lagi. " ucap Raja tersenyum dan pergi meninggalkan nya.


Dion pun bangun dan berjalan ke sebuah cahaya yang begitu hangat.