
(episode sebelumnya)
"Dia terkejut, tentu saja. Aku sempat khawatir akan di tinggal Rolland. Tapi akhirnya kami membuat kesepakatan hubungan ini sampai dengan waktu buat kami yang sudah di tentukan. " jawab Dion tersenyum kecut.
________________
(episode selanjutnya)
"Maksudnya? " Dhika makin tidak faham.
"Kami sama sama sudah dijodohkan. Rolland ternyata sama dengan ku. Dia sudah mempunyai jodoh. Hanya saja jodohnya perempuan. " jawab Dion lirih.
"Apa Rolland tidak tahu perjodohan kamu batal. " ucap Dhika.
Dion menggeleng pelan.
"Ini masih belum berakhir Dhika. Walau Oma sudah meninggal tapi surat wasiat yang di tinggalkan Oma sangat mengikat. Aku belum lepas dari jerat adat istiadat kuno. " jelas Dion.
"Itulah kenapa aku gak mau ketemu Rolland dulu. " lanjut Dion.
"Keluarga mu itu aneh dan sangat rumit Dion. " ucap Dhika.
"Kamu islam, dan sudah jelas akan larangan itu. Dan kamu sendiri tidak pernah kah kamu berfikir untuk kembali ke sisi yang benar. " ucap Dhika serius.
Dion tersenyum kecut.
"Pernah, tapi gagal. Kamu tahu sendiri aku tidak bisa. Dan lagi walaupun aku kembali normal seperti pria pada umumnya, keluarga besar Oma tetap akan mencarikan jodoh pria untuk ku. " jelas Dion.
"Tante, Om dan keluarga kamu dari Mama, apa mereka tidak bisa membantu kamu. " tanya Dhika tak Terima.
Dion menggeleng cepat.
"Sebelumnya ternyata Mama dan Papa ada perjanjian pra nikah yang cukup mengikat. Jika ada putra yang lahir maka hak sepenuhnya masa depan putra itu ada di tangan keluarga Papa. Dan sebaliknya jika putri akan jatuh ke pihak Mama. " jawab Dion.
"Lihat sendiri kan, Kak Sandria meninggal karena sakit, tapi dimana Kakak di semayamkan. Kakak disemayamkan di pemakaman umum di Cirebon. Bukan di pemakaman keluarga Oma. " ucap Dion.
"Sedangkan baby All disemayamkan di pemakaman keluarga. " lanjut Dion.
Segera Dhika memeluk tubuh Dion.
"Kamu yang sabar, aku tahu kamu kuat. Lalu apa rencana mu sekarang. " tanya Dhika untuk kesekian kalinya.
"Tetap melanjutkan hubungan secara virtual dengan Rolland hingga batas yang ditentukan. Dan melihat apa yang akan direncanakan oleh para sesepuh yang tidak punya otak itu. " ucap Dion.
"Husss.... Mereka orang tua. Pamali bilang seperti itu. Dosa besar. " nasehat Dhika.
Dion hanya tersenyum sinis.
Tak terasa waktu menjelang malam. Setelah selesai makan malam dengan keluarga Dhika, Dion berpamitan untuk pulang ke apartemen.
Sesampainya di apartemen.....
"Astaga lupa. Rolland. " pekik Dion.
Segera diraihnya ponsel dan menghubungi Rolland.
"Abi." π² chat Dion.
"Abi sayang maaf ya. Tadi Baby spam Abi. " π² chat Dion kembali.
"Haaa.... Iya. Lain kali jangan seperti itu. HP saya disita dosen gara gara chat spam Anda. " π² jelas Rolland.
"Iya maaf, baby gak tahu kalau abi ada di kampus. " π² balas Dion.
"Abi sudah makan malam?" π²tanya Dion kembali.
"Sudah juga. " π² jawab Dion.
"Bagus lah. Ah ya By, maaf hari ini saya tidak bisa temanin, ada tugas yang belum selesai dan besok harus segera di kumpulan. " π²jelas Fian.
"Tapi Abi. Baby mau tidur sama Abi. Emmm.... Baby tunggu Abi selesai setelah itu ayo tidur bareng. " π² bujuk Dion.
"Haaaa.... Baiklah. Tunggu chat dari saya nanti. " π² balas Rolland pasrah.
"Emmm... Iya. Baby tunggu. " π² balas Dion tersenyum senang.
Kemudian percakapan berakhir sampai disitu.
"Tugas ya. Hmmm tugas ku juga menumpuk. Ahkk.... Lembur lagi malam ini. Sudahlah sekalian tunggu chat dari Abi juga. " ucap Dion sendiri.
Dan akhirnya tenggelam dalam tugas tugas kuliah yang belum selesai. Waktu terus berjalan tak terasa jam dinding menunjuk pukul 1 dini hari.
Dan..... .
Notif ponsel terdengar nyaring.
"Astaga, copot jantungku. " umpat Dion terkejut.
Dilihatnya notif ponsel.
"Abi." pekik nya senang.
(Sedikit memperkenalkan dunia Roleplayer)
"Baby, sudah tidur. " π² chat Rolland.
"Belum kan udah bilang nunggu Abi. " π² balas Dion.
"Baiklah ayo sini. " π² ucap Rolland.
/menepuk ranjang disebelah nya.
"Emmm iya." π² balas Dion
/berjalan menghampiri dan berbaring di sebelahnya.
"Peluk." π² ucap Dion manja.
"Dasar manja. " π² sahut Rolland.
/memeluk ringan
/Dion membalas pelukan.
"Sudah malam tidur ya. " π² lanjut Rolland.
"Emmm, iya. Baby juga sudah ngantuk. " π² balas Dion.
"Good night Baby. " π² ucap Rolland.
/kecup kening pelan.
"Good night too Abi. " π² balas Dion
/tersenyum senang.
Notif ponsel berhenti berbunyi. Dion tersenyum senang dan segera berbaring diranjang nya.