
(Back to Dion)
Dion menatap tak suka.
~*jadi ini yang namanya Fernando*~ ucap Dion dalam hati.
"Putra Anda gagah juga. Sama seperti Anda saat muda dulu. " puji Gu Nam.
"Anda terlalu memuji. " sahutnya.
"Fernando, apa kegiatan saat ini. Masih kuliah apa sudah bekerja. ? " tanya Gu Nam.
"Saya sudah bekerja di salah satu anak perusahaan Papa, Om." jawab Fernando sambil melirik kearah Dion.
Matanya tak bisa lepas dari Dion. Melihat itu Gu Nam tersenyum senang.
"Baiklah saya rasa kalian berdua sudah saling berbincang bincang di ponsel. Jadi langsung saja apa keputusan kalian berdua.? " tanya Gu Nam.
Belum sempat Dion menjawab.
"Saya mau Om. " jawab Fernando cepat.
Dan tersenyum di depan Dion. Seketika itu Dion terkejut, bukan hanya Dion, Liam dan juga Hoong tak kalah terkejut nya.
"Gu Nam, beri mereka tempat privasi agar bisa saling mengenal satu sama lain " usul Pria itu.
"Anda benar. " jawab Gu Nam.
"Dion ajak Fernando kekamar mu. " perintah Gu Nam.
"Pa, kenapa harus di kamar Dion. Ke taman belakang saja. " ucap Dion.
"Di belakang kalian tidak akan bisa berbincang bincang dengan nyaman, dan juga saat ini cuaca masih mengkhawatirkan Dion." jelas Gu Nam.
Mau tak mau Dion menuruti permintaan Gu Nam. Sebelum beranjak pergi ditatap nya kedua saudara sepupunya, karena mengerti Liam memberi isyarat untuk setuju.
Dion beranjak dari kursinya dan diikuti oleh Fernando. Diajaknya Fernando kekamar nya tanpa sepatah katapun.
Sesampainya di kamar.
"Kauuuu....!!! " hardik Dion sembari menujuk ke arah Fernando.
"Bukan kah kita sudah sepakat untuk menolak perjodohan ini. Kenapa kau berubah fikiran? " tanya Dion kesal.
"Memang benar Saya ada niatan untuk menolak perjodohan ini. Tapi saat saya melihat Anda. Mata saya tak henti henti nya menatap Anda. " jawab nya sambil tersenyum.
"Kau, ingkar perjanjian kita. Bukan aku sudah bilang kalau aku sudah punya kekasih. Dan kau sendiri tak suka dengan pria lembut. " ucap Dion yang kemudian duduk diatas ranjang.
"Anda benar, saya tidak suka dengan pria lembut. " jawabnya sambil mendekat kearah Dion.
"Tapi saat saya melihat wajah Anda, saya berubah pikiran. Anda sangat cantik dan mempesona. " ucapnya yang ternyata sudah berdiri di depan Dion.
Dan juga sangat dekat.
"Kau, menjauh. Mau apa kau. " bentak Dion sambil mendorong tubuh Fernando yang semakin dekat.
Bukannya terdorong, Fernando memegang tangan Dion meletakkan diatas kepalanya dan berbalik mendorong Dion hingga jatuh ke ranjang. Segera di tindihnya tubuh Dion.
"Kau..!!!!. Lepaskan apa yang kau lakukan. Cepat lepaskan Dion atau Dion akan teriak. " pekik Dion sambil meronta.
"Berteriak lah kalau Anda bisa. Anda benar benar membuat saya hilang kendali. " ucapnya.
Dan kemudian ******* bibir Dion dengan paksa. Dion kembali meronta tak terima. Di cengkraman nya rahang Dion dan sedikit digigitnya bibir Dion sehingga membuat Dion secara reflek membuka mulutnya.
Kembali Fernando melahap bibir ranum Dion dengan penuh nafsu.
Tiba tiba dari arah belakang.
"FERNANDO..!!! " bentak seseorang.
Segera Fernando melepaskan ciuman dan juga cengkramannya. Dion tak mau menghilangkan kesempatan ini. Segera didorong nya dengan kuat tubuh Fernando hingga membuat Fernando terjatuh di lantai.
"Koko...." teriak Dion dan berlari ke arah Hoong.
Hoong memeluk tubuh Dion yang bergetar karena syok.
"Apa yang kau lakukan. Kalian baru saja berkenalan berani beraninya kau melakukan perbuatan itu. " ucap Hoong marah.
"Kami hanya ingin melakukan pendekatan saja. Apa salahnya saya mencium calon pendamping hidup saya. " ucap nya dengan tenang sambil berdiri.
"Ko dia bohong, dia memaksa Dion. Dia kasar, Dion gak suka . " ucap Dion gugup.
"Suka tidak suka, Anda harus bisa menerima saya. Karena saya tidak akan membatalkan perjodohan ini. " ucap Fernando sambil berlalu.
"Koko kenapa jadi seperti ini. Dia bilang setuju untuk saling menolak tapi kenapa sekarang dia berubah pikiran. " ucap Dion lesu.
"Karena kamu cukup memikat Dion. Itulah kenapa kami tak mengijinkan mu menemui Fian." ucap Hoong.
"Tapi Ko, tidak bisakah Dion menolak Dia, koko lihat sendiri dia kasar Ko. Belum apa apa dia sudah berbuat itu sama Dion. Bukan kah ini bisa jadi alasan. " jelas Dion.
"Maaf, koko tidak bisa bantu. Semua anggota keluarga sudah setuju. Kesepakatan sudah di buat saat Dia bilang saya bersedia. Papa Gu Nam juga sudah menerima mahar persetujuan dari keluarga Fernando. " jelas Hoong.
"Teganya papa jual Dion ke temannya. Dion bukan barang Ko. Dion punya perasaan, Dion punya hati ko. " ucap Dion lemas.