Unattainable Love

Unattainable Love
Ketakutan yang beralasan



Hari dimana Dion harus pulang tiba juga, sebuah mobil Van yang biasa menjemput Dion tiba. Segera Dion dan Ivan masuk kedalam mobil.


"Selama siang Tuan Muda Dion, Tuan Ivan. " sapa sopir yang selalu menjemput Dion.


"Siang juga." jawab Dion.


Sedangkan Ivan hanya memberi senyum hangat.


Di saat pulang, sopir berganti dengan sopir yang yang lainnya tentu saja. Mereka juga manusia pasti ada lelah. Sopir yang bertugas menjemput Dion selalu 2 orang, satu orang saat tiba di rumah Dion dan satu lagi untuk kembali kerumah induk.


Perjalanan dari Surabaya ke Cirebon memakan waktu lebih dari 8 jam. Dalam perjalanan Dion menghabiskan waktu berkirim pesan dengan Rolland, terkadang tersenyum, terkadang manyun, terkadang menggerutu. Ekspresi yang di berikan selalu berubah ubah. Hingga membuat Ivan cemburu.


"Dion, tidak bisakah kamu lepas dari ponsel kamu itu. " tegur Ivan.


Dion hanya menatap Ivan dengan tatapan tak senang. Dan berpindah posisi duduk di bagian belakang. Ivan hanya mampu menggelengkan kepala.


Tak terasa sampai juga mereka di Cirebon. Segera Dion mengakhiri percakapnya dengan Rolland dan segera turun dari mobil dan masuk kedalam.


Di dalam rumah semua anggota keluarga sudah berkumpul, karena Ivan yang hanya sebatas tamu seorang pelayan segera mengantar Ivan kekamar tamu. Kamar dimana selalu menjadi tempat Ivan saat berkunjung di rumah Oma Dion untuk beristirahat setelah perjalanan yang cukup jauh.


"Dion, sini sama Oma. " ucap Oma lembut.


Dion adalah salah satu cucu kesayangan Oma nya. Cucu paling di sayang oleh Kim soe yoon.



Kim Soe Yoon. Seorang wanita paruh baya yang merupakan keturunan asli Korea. Soe Yoon seorang wanita yang memegang teguh tradisi yang diturunkannya secara turun temurun oleh leluhurnya.


Dimana semua atau setiap anak sulung tidak mempunyai hak untuk menentukan jodoh atau pasangan hidupnya sendiri. Mereka harus menikah dengan pilihan para tetua, atau orang tua mereka. Dan itu berlaku juga dengan Dion.


Kim Soe Yoon sangat tegas dalam segala hal. Sebenarnya Soe Yoon tidak kejam tetapi tradisi adalah tradisi yang harus di pegang dan diajarkan ke anak cucu nya kelak.


Dion mempunyai keistimewaan menurut Soe Yoon, tapi tidak untuk Dion.


Yah Dion mempunyai sedikit kelebihan, dia mempunyai kantong rahim layaknya perempuan, disaat usia 15 th pernah mengalami kram perut hebat, karena Oma takut terjadi apa apa Dion di minta periksa secara total.


Dan hasilnya sungguh mengejutkan. Dion adalah salah satu dari sekian banyak orang yang mengalami PMDS atau Persistent Mullerian duct syndrome (cari sendiri di goggle). Dimana disaat masih dalam kandung hormon yang seharusnya berfungsi untuk menghilangkan rahim tidak berfungsi secara normal. Sehingga Dion memiliki beberapa organ dalam yang sama dengan wanita pada umumnya, yah Dion bisa mengandung.


Dan rahimnya sangat sempurna dan kuat layaknya rahim wanita pada umumnya. Bukan nya membuat Dion senang melainkan merasa aneh. Tapi tidak untuk Oma dan yang lainnya, ini merupakan hal yang sangat istimewa.


( Kembali ke cerita)


"Dion, kamu tahu betul tradisi di keluarga kita bukan? " tanya Oma untuk memastikan nya.


Dion mengangguk pelan dan duduk di sebelah Oma nya.


"Sekarang kamu sudah 19 tahun dan sudah waktunya buat kamu untuk melakukan kewajiban kamu. " jelas Oma.


"Tapi Oma, Dion masih belum siap. Dan lagi Dion masih 19 tahun bukan kah itu masih terlalu muda Oma. " jelas Dion.


"Dion. Tentu saja tidak sekarang, cukup bertemu dulu, saling dekat. Baru setelah tiba waktu nya kalian bisa menikah. " ucap Oma lembut.


"Benar Dion, kamu jangan khawatir. Pria ini orang baik, dari keluarga baik baik. Dan juga sama seperti kamu. Kami tidak mungkin mencarikan jodoh yang tidak mengerti kamu. " jelas salah satu anak Oma.


"Tapi Paman, Dion masih ingin kuliah. Dan lagi Dion sudah jatuh cinta sama orang lain. " ucap Dion lirih sambil menunduk.


"Dion, apa kamu lupa. Apa kewajiban kamu sebagai anak tertua dari Papa. " tegur Reza papa Dion.


"Oma, Oma. Sekali ini saja beri Dion kebebasan untuk memilih, Dion tidak pernah membantah setiap permintaan Oma, Dion selalu menuruti semua permintaan Oma. Dion harap untuk kali ini biar Dion sendiri yang menentukan hidup Dion oma. " jelas Dion sambil menggenggam erat tangan Seo yoon.


"Dion peraturan adalah peraturan. Semua menurutinya, Liam, hoong, xia xi. Bukankah mereka juga sama seperti kamu, dan mereka menerima perjodohan yang ditetapkan. " ucap Oma tegas.


Dion hanya mampu menunduk.


"Tapi mereka normal Oma. Koko, Cece, mereka gak sama seperti Dion. Tentu saja mereka gak keberatan. Tapi Dion beda Oma." keluh Dion.


"Karena kamu beda maka Oma mencarikan yang terbaik buat kamu. Sudah kamu jalani saja dulu. Lusa dia akan datang berkenalan lah lebih dulu. Oma yakin kamu pasti suka dengannya. " ucap Oma tegas.


"Oma..... " Dion hanya mampu menunduk lesu.


"Oma. Dion sudah ada orang yang Dion sukai. Dion cinta sama dia Oma. " ucap Dion lirih.


"Cinta lagi. Apa kamu sudah lupa dengan kisah cinta kamu sama Rahmad. Dion??? " tekan Gu Nam.


"Tapi Pa, Dia beda. Dia berbeda Papa. " jelas Dion.


"Berapa lama kalian saling kenal?, Tinggal dimana Dia? , Seperti apa Dia?. Kerja dimana Dia? Bagaimana mana keluarga nya? Coba jelaskan pada kami, nanti akan kami pertimbangan kan. " ucap salah satu pamannya.


"Dia tinggal di Bandung, keturunan Jerman Islandia, Dia masih kuliah sekarang S2, keluarga nya Dion masih belum tahu. Kami kenal di medsos, tapi Dion yakin dia dari keluarga baik baik. " jelas Dion berusaha menyakinkan.


"Dion, Dion. Bukannya paman tidak percaya kalau dia berasal dari keluarga baik baik. Hanya saja coba kamu fikirkan apa keluarganya mau anaknya mempunyai istri seorang pria. " ucap Salah satu pamannya.


Seketika itu Dion tersentak dengan ucapan pamannya.


"Di.... Dion tidak tau Paman. " jawab Dion bingung.


"Dion, tidak semudah itu mencarikan kamu jodoh yang sesuai dengan kamu sayang. " jelas Soe Yoon.


"Tapi Oma. " ucap Dion lirih.


"Sudah sana temui Ivan dan istirahat juga, kamu pasti lelah bukan. " ucap Soe yoon.


"Besok temui orang yang akan Oma kenalkan. Ingat Dion, Oma tidak mau kamu terluka lagi karena cinta. Jadikan Rahmad sebagai pelajaran hidup kamu, tidak semua keluarga bisa menerima anaknya menyalahi kodrat. Tapi kamu istimewa, kamu beda dengan yang lainnya. Kamu sama seperti leluhur mu. Hanya saja di jaman leluhur mu tidak ada pernikahan sejenis, jadi kali ini biarkan keinginan leluhur mu, kamu yang memenuhi. " jelas Soe Yoon.


"Oma. Dion mau. Dion juga suka dengan pria, tapi ijinkan Dion memilih sendiri Oma. Dion ingin menikah dengan orang yang Dion cintai. " jelas Dion memohon.


"Sudah cukup Dion. Keputusan kami mutlak, kamu harus menerima segala keputusan kami. " ucap Gu Nam dengan tegas.


"Tapi Pa. Yang menikah Dion, yang menjalani hidup nantinya Dion. " ucap Dion dengan menatap tajam ke arah Gu Nam.


"Tidak ada tapi tapi. Peraturan adalah peraturan. Kamu masuk kamar dan istirahat. " bentak Gu Nam.


Dion segera berdiri dari duduk.


"Kalian sama sekali tidak punya perasaan...!!!" teriak Dion.


"DIONNNN." bentak Gu Nam sembari mengangkat tangannya.


"SUDAH CUKUP. Dion masuk kamar. " bentak Soe Yoon.


"Dan kamu Gu Nam. Jangan sekali kali kamu memukul Dion. " hardik Soe Yoon.


Dion pun segera ber lari ke kamar tamu, di mana Ivan sedang berbaring.